TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) Banyuwangi, International Lecture atau kuliah internasional, membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Jumat (5/6/2026). Mengusung tema "Beyond Algorithms: Ethics, Trust, and Human Flourishing in the AI Era", forum akademik ini menghadirkan pembicara dari Amerika Serikat, Malaysia, dan Indonesia.
Rektor UI Cordoba Banyuwangi, Prof. Agus Trihartono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang dialog lintas disiplin yang menyoroti pentingnya nilai-nilai etika dalam pemanfaatan teknologi di tengah pesatnya perkembangan AI.
"Kegiatan ini menjadi ruang diskusi lintas disiplin yang menyoroti pentingnya nilai-nilai moral dalam pemanfaatan teknologi, seiring pesatnya perkembangan AI di berbagai sektor kehidupan," kata Agus.
Dalam sesi pertama, Prof. Halimin Herjanto dari Marymount University, Amerika Serikat, membawakan materi bertajuk "Barakah Algorithm: Building Brand Trust in a Skeptical World".
Ia menjelaskan bahwa dunia bisnis saat ini menghadapi tantangan besar berupa menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap berbagai bentuk komunikasi pemasaran. Konsumen, menurutnya, semakin kritis dan skeptis terhadap iklan maupun promosi yang dianggap manipulatif.
Baca juga: 77 Ribu Penumpang Kereta datang ke Banyuwangi Selama Libur Panjang, Tertinggi di Wilayah Daop 9
"Melalui riset-riset kami di bidang perilaku konsumen dan pemasaran digital, bagaimana dunia bisnis saat ini menghadapi krisis kepercayaan. Konsumen semakin skeptis terhadap iklan dan komunikasi pemasaran yang dianggap manipulatif," ujar Prof. Halimin.
Ia menilai nilai-nilai Islam seperti amanah (trustworthiness) dan sidq (truthfulness) dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun hubungan jangka panjang antara perusahaan dan pelanggan.
"Pemasaran yang jujur bukan hanya etis, tetapi juga menciptakan loyalitas dan keberlanjutan bisnis yang lebih kuat," tambahnya.
Baca juga: Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Aspirasi, Ikhtiar Pembangunan Ramah Lansia
Prof. Suyatno Ladiqi dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, membahas dampak perkembangan teknologi terhadap tata kelola global melalui materi "From Westphalia to Webphalia: How Islamic Ethics Can Guide AI in World Politics".
Menurutnya, transformasi digital dan AI telah mengubah pola hubungan antarnegara serta sistem pengambilan keputusan di tingkat global. Karena itu, pengembangan dan pengawasan teknologi AI perlu didasarkan pada prinsip etika yang kuat.
"Di tengah perubahan tersebut, prinsip-prinsip Islam seperti adl (keadilan), amanah (akuntabilitas), dan maslahah (kemaslahatan publik) dapat menjadi landasan etik dalam membangun tata kelola AI yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi pada kesejahteraan manusia," jelas Prof. Ladiqi.
Baca juga: Jadi Best Practice Daerah Inklusif, Perkins International Gelar Lokakarya di Kabupaten Banyuwangi
Dalam keynote lecture bertajuk "The Human Advantage: Faith, Wisdom, and Relevance in the Age of AI", Prof. Agus Trihartono menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan etika dan kebijaksanaan.
Menurutnya, AI mampu membantu manusia menjawab berbagai persoalan teknis, namun arah pemanfaatannya tetap membutuhkan pertimbangan moral dan nilai kemanusiaan.
"Teknologi menjawab pertanyaan tentang apa yang bisa dilakukan. Etika menjawab pertanyaan tentang apa yang seharusnya dilakukan. Sementara kebijaksanaan membantu kita memahami mengapa sesuatu perlu dilakukan. Masa depan AI harus dibangun di atas ketiga fondasi tersebut," ujarnya.
Agus menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai ruang dialog yang mempertemukan inovasi teknologi dengan nilai-nilai etika, keimanan, dan kemanusiaan.
Kuliah internasional tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta perwakilan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta dari Banyuwangi dan Bondowoso.
Selain kalangan akademisi, kegiatan itu juga melibatkan unsur masyarakat sipil, termasuk Lakpesdam NU Banyuwangi, guna memperkaya perspektif mengenai tantangan dan peluang AI di masa depan.
Melalui forum ini, UI Cordoba berharap dapat mendorong lahirnya kolaborasi lintas sektor dan pemikiran yang lebih inklusif dalam menyikapi perkembangan kecerdasan buatan, sehingga teknologi dapat berkembang selaras dengan kebutuhan dan kesejahteraan manusia.