KEPRI – Tim nasional Portugal menargetkan gelar juara Piala Dunia 2026, dengan harapan besar kepada bintang senior mereka, Cristiano Ronaldo, untuk melengkapi koleksi prestasinya setelah sebelumnya meraih trofi Piala Eropa 2016.
Kegagalan Portugal yang terjadi pada Piala Eropa 2004 serta Piala Dunia 2022 masih membayangi perjalanan skuad berjuluk Selecao das Quinas atau “lima perisai” tersebut. Kini, di bawah arahan pelatih Roberto Martinez, Portugal berupaya menebus kegagalan itu.
Cristiano Ronaldo akan tampil sebagai salah satu pemain tertua di turnamen dengan usia 41 tahun. Banyak pihak menilai bahwa secara fisik dan stamina, pemain yang akrab disapa CR7 itu sudah tidak berada dalam kondisi optimal untuk menghadapi kompetisi seketat Piala Dunia.
Namun, pelatih Roberto Martinez menjelaskan bahwa kehadiran Ronaldo bukan semata-mata untuk menjadi pemain utama, melainkan sebagai sosok motivator dan panutan bagi rekan setimnya. Pengalaman Ronaldo yang telah enam kali tampil di ajang Piala Dunia dinilai sangat berharga bagi tim.
Pengamat sepak bola Kepri, Chris Triwinasis, menilai kehadiran Ronaldo tetap memberikan dampak positif. Menurutnya, Martinez, pelatih asal Spanyol, memahami betul bagaimana memanfaatkan karisma dan pengalaman Ronaldo untuk memperkuat mental tim.
Di lini tengah, kombinasi Vitinha (Paris Saint-Germain), Bruno Fernandes (Manchester United), dan Joan Neves (Paris Saint-Germain) dipandang mampu memberi keseimbangan antara kreativitas dan kontrol permainan. Sementara itu, trio penyerang Rafael Leao (AC Milan), Goncalo Ramos, dan Pedro Neto diyakini akan menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya dengan daya serang yang eksplosif.
Dalam Piala Dunia 2026, Portugal tergabung di Grup K bersama Kolombia, Uzbekistan, dan Republik Demokratik Kongo.
“Uzbekistan sebagai wakil Asia memiliki gaya bermain ala Eropa dengan kecepatan tinggi, yang menjadi modal penting dalam debut mereka di Piala Dunia,” ujar Chris, Jumat (5 Juni 2026). Ia menambahkan bahwa pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro asal Italia, sangat memahami pola permainan defensif yang solid, berkat pengalamannya sebagai mantan bek tangguh. Hal ini menjadikan tim berjuluk ‘Serigala Putih’ tersebut memiliki pertahanan yang kokoh.
Sementara itu, Kolombia datang dengan kekuatan baru. Performa Luis Diaz bersama Bayern Munchen menunjukkan peningkatan signifikan dan menjadikannya salah satu pemain kunci dalam menyerang pertahanan lawan.
Kolombia juga masih diperkuat oleh James Rodriguez, yang sempat bersinar di Piala Dunia 2022, serta penjaga gawang andalan mereka, Vargas. Dengan kombinasi tersebut, tim asuhan pelatih Nestor Lorenzo asal Argentina itu diprediksi akan menjadi pesaing utama Portugal untuk lolos ke babak 32 besar.
Berdasarkan jadwal pertandingan, nasib para wakil Grup K akan ditentukan pada laga ketiga yang akan berlangsung pada 28 Juni. Pertandingan penentuan tersebut mempertemukan Portugal melawan Kolombia, serta Uzbekistan menghadapi Republik Demokratik Kongo secara bersamaan.
“Secara peringkat, Uzbekistan dan Republik Demokratik Kongo tidak terpaut jauh. Kongo berada di posisi ke-46, sementara Uzbekistan di peringkat ke-50,” tambah Chris. Ia menjelaskan bahwa apabila kedua tim bermain imbang, maka Grup K kemungkinan besar akan mengantarkan Portugal dan Kolombia melangkah ke fase berikutnya.