Ilmu untuk Kemanusiaan, FEB Unipa Gelar Donor Darah Bersama PMI
Roifah Dzatu Azmah June 06, 2026 11:00 AM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Papua (Unipa), berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua Barat, menggelar kegiatan donor darah di lingkungan FEB Unipa, Amban, Manokwari, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Money Day FEB Unipa tersebut, bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa serta membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Manokwari.

Koordinator kegiatan, Lucky N. A. Lotte, mengatakan kolaborasi donor darah bersama PMI Papua Barat merupakan bentuk kontribusi nyata civitas akademika FEB Unipa kepada sesama.

Menurutnya, kegiatan tersebut telah dilaksanakan untuk kedua kalinya sebagai wujud komitmen fakultas dalam mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan kampus.

Baca juga: Gerakan Noken Kasuari Desak APH Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran BGN Papua Barat

"Bersama PMI kami bergerak untuk mengumpulkan kantong darah supaya mahasiswa dan dosen juga mempunyai kepedulian terhadap masyarakat atau manusia yang sangat membutuhkan pertolongan," ujarnya.

Lucky mengungkapkan masih banyak masyarakat yang enggan mendonorkan darah karena takut terhadap jarum suntik. 

Padahal, satu kantong darah yang didonorkan dapat membantu bahkan menyelamatkan nyawa orang lain.

"Selama ini banyak orang hanya berpikir takut jarum, tetapi mereka tidak tahu bahwa dengan donor darah bisa menyelamatkan hidup orang lain," katanya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut mahasiswa dapat memahami bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Mudah-mudahan dengan gerakan ini mereka bisa belajar bahwa sesuai motto 'Ilmu untuk Kemanusiaan', apa yang dilakukan hari ini dapat membantu orang lain," tambahnya.

Selain memberikan manfaat sosial, kegiatan donor darah juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan karakter dan keterampilan di luar aspek akademik.

Baca juga: Semarak HUT ke-23 Teluk Bintuni, Peserta Jalan Sehat Tampil dengan Jersey Timnas Piala Dunia

Ia berharap kolaborasi antara FEB Unipa dan PMI Papua Barat dapat terus berlanjut dan dilaksanakan secara rutin setidaknya dua kali dalam setahun.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pengolahan Darah PMI Provinsi Papua Barat, Yoakim, mengatakan pihaknya menindaklanjuti permintaan kerja sama donor darah yang diajukan oleh FEB Unipa.

"Kami Unit Donor Darah PMI Provinsi Papua Barat datang untuk melaksanakan kegiatan donor darah dalam rangka Money Day yang diselenggarakan oleh FEB Unipa," katanya.

Yoakim menjelaskan kegiatan donor darah tersebut merupakan kali kedua dilaksanakan melalui kerja sama dengan FEB Unipa.

Menurutnya, antusiasme mahasiswa maupun dosen cukup baik. 

Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang datang untuk mendonorkan darah guna membantu sesama yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, PMI Papua Barat melibatkan dokter dan sejumlah staf untuk memastikan seluruh tahapan donor darah berjalan aman dan sesuai prosedur.

Ia menjelaskan setiap calon pendonor harus melalui beberapa tahapan pemeriksaan sebelum darah diambil.

"Peserta terlebih dahulu menjalani skrining kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengecekan golongan darah, kemudian setelah dinyatakan memenuhi syarat baru dilakukan proses donor darah," jelasnya.

Baca juga: Pelni Manokwari Siapkan Armada Kapal untuk Pesparawi Nasional XIV dan Musim Libur Sekolah

Hingga kegiatan berlangsung, PMI telah berhasil mengumpulkan sekitar 10 kantong darah.

"Dari peserta yang mengikuti donor, ada satu orang yang mengalami pusing. Kemungkinan karena baru pertama kali mendonorkan darah," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya optimistis jumlah pendonor masih akan bertambah karena masih terdapat dosen maupun mahasiswa yang berminat mengikuti kegiatan tersebut.

Yoakim berharap gerakan donor darah dapat terus digalakkan secara lebih masif di lingkungan kampus, bahkan menjangkau seluruh fakultas di Universitas Papua.

"Kalau bisa dilakukan di seluruh fakultas sehingga kesadaran donor darah meningkat dan semakin banyak orang yang dapat dibantu," katanya.

Menurutnya, peningkatan kesadaran donor darah sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kabupaten Manokwari yang setiap saat dibutuhkan oleh pasien di berbagai fasilitas kesehatan.

Ia juga menegaskan PMI Papua Barat selalu terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan, khususnya donor darah.

"Kami terbuka bagi siapa pun mitra yang ingin berkolaborasi. Semoga semakin banyak pihak yang terlibat sehingga kebutuhan darah di Manokwari dapat terpenuhi," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.