Polres Sragen Gelar Olah TKP Ulang Kasus Tewasnya Bilqis Bocah 11 Tahun, Tiga Saksi Sudah Diperiksa
Hanang Yuwono June 06, 2026 12:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Kepolisian Resor (Polres) Sragen kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan jasad Bilqis, bocah perempuan berusia 11 tahun, di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Sabtu (6/6/2026).

Olah TKP ulang ini dilakukan sebagai bagian dari pendalaman penyelidikan untuk mengungkap kasus kematian korban yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menyebut pihaknya bersama tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah terus bekerja mengumpulkan petunjuk dan keterangan saksi.

Baca juga: Bocah Perempuan Sragen Berseragam Pramuka Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Korban Pembunuhan

"Kami tim dari Reskrim Polres Sragen gabungan dengan Polda Jawa Tengah saat ini terus melakukan pendalaman dan sedang melakukan olah TKP kembali. Semoga kasus ini segera terungkap," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Pantauan TribunSolo.com di TKP, rumah korban tampak sederhana dan didominasi cat warna hijau.

Bagian terdapat kursi kayu yang biasa dipakai tamu ketika berkunjung.

Tiga Saksi Dimintai Keterangan

Terkait perkembangan penyelidikan, Kapolres menambahkan bahwa sejumlah saksi telah dimintai keterangan.

Pada pemeriksaan awal yang dilakukan sejak Jumat malam, terdapat tiga orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian yang sudah diperiksa.

"Sementara untuk interogasi tadi malam, saksi-saksi yang berada di lokasi sekitar tiga orang dan jumlahnya terus bertambah," katanya.

Baca juga: Waspada! Website Palsu Penerimaan Murid Baru Beredar di Solo, Diduga Tipu Orang Tua Agar Kirim Uang

Sementara itu, perwakilan keluarga korban, Moewardi, berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku di balik kematian Bilqis.

Menurutnya, keluarga sangat terpukul atas peristiwa yang menimpa korban.

"Kami berharap kasus ini bisa segera terungkap karena ini pembunuhan yang sangat sadis. Kalau pelakunya sudah ditemukan, kami meminta dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.

Moewardi juga mengungkapkan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh ibunya sendiri sepulang bekerja dari sebuah pabrik.

Sebelum kejadian, keluarga mengaku tidak melihat adanya tanda-tanda mencurigakan.

Menurutnya, lokasi rumah korban berada di kawasan yang relatif sepi sehingga minim aktivitas warga.

Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pengungkapan kasus pada tahap awal.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif dengan mengumpulkan barang bukti serta memeriksa sejumlah saksi tambahan guna mengungkap secara terang peristiwa yang menggemparkan warga Desa Dawung tersebut.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.