Panduan Tata Perayaan Ekaristi Minggu 7 Juni 2026, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
Gordy Donovan June 06, 2026 01:47 PM

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks panduan tata perayaan ekaristi Minggu 7 Juni 2026.

Teks ibadah panduan tata perayaan ekaristi  lengkap renungan harian katolik.

Teks panduan tata perayaan ekaristi disiapkan untuk hari raya tubuh dan darah kristus dengan warna liturgi putih.

Teks panduan tata perayaan ekaristi  disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.

Ikuti perayaan ekaristi  hari Minggu dengan penuh iman.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Minggu 7 Juni 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

PERSIAPAN MISA

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan.

Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. 

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. 

Kemudian dinyanyikan lagu pembuka bertemakan Tubuh dan Darah Kristus.

01. TANDA SALIB DAN SALAM 

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 
U : Amin. 
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 
U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA 

P : Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Perayaan ini mengingatkan kita akan karya penebusan yang terjadi melalui Yesus Tuhan kita. Yesus memberikan seluruh diri-Nya bagi kitaagar kita selamat. Yesus sendiri menyebut diri-Nya sebagai roti yang turun dari surga. Roti ini memberikan kekuatan bagi jiwa kita. Kita akan dihantar oleh bacaan pertama yang mengisahkan tentang umat Israel yang diberi makan oleh Tuhan di padang gurun. Tuhan memperhatikan mereka dan mereka mampu melewati padang gurun menuju Tanah Terjanji. Kita juga diingatkan oleh Rasul Paulus bahwa kita tetap satu dalam Tuhan. Ketika kita menyambut Tubuh dan darah Kristus, kita semua menjadi satu karena disatukan oleh Tubuh Kristus. Karena itu, perayaan Sabda dan Ekaristi menjadi penting bagi persatuan iman kita.Gereja mewarisi kenangan akan sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus ini secara khusus dalam Sakramen Ekaristi. Masing-masing kita selalu diundang untuk menyambut Tubuh dan Darah-Nya agar iman kita semakin diteguhkan dan kita menjadi hidup. [hening sejenak] 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda 
Allah, Terang dan Pedoman hidup kita, terutama dosa karena kita kurang menghargai perjuangan 
Tuhan untuk menebus kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa,dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohonkepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 
P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin. 

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN 

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.] 
P : Kemuliaan kepada Allah di surga 
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya. 
P : Kami memuji Dikau, 
U : Kami meluhurkan Dikau. 
P : Kami menyembah Dikau, 
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar. 
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa. 
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal. 
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa. 
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. 
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. 
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. 
U : Karena hanya Engkaulah kudus. 
P : Hanya Engkaulah Tuhan. 
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus. 
P : bersama dengan Roh Kudus, 
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak]

Ya Allah, Putra-Mu telah meninggalkan kenangan akan wafat dan kebangkitan-Nya dalam sakramen Ekaristi yang mengagumkan. Kami mohon, semoga kami dapat menghormati misteri kudus Tubuh dan Darah Putra-Mu sehingga kami senantiasa dapat menikmati buah penebusan-Nya dalam diri kami. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN 

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. 

[Bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Ul. 8:2-3,14b-16a;) 

L : Bacaan dari Kitab Ulangan.

Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. Jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN 

Refren: 
Pujilah Tuhan, hai umat Allah. 
Pujilah Tuhan, hai umat Allah..
Mzm. 147:12-13,14-15,19-20 
Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion. 

Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu. (Refren)Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu, dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi, dengan segera firman-Nya berlari. (Refren)

09. BACAAN KEDUA (1Kor. 10:16-17) 

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

Saudara-saudari, bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

10. ALLELUIA (Yoh. 6:51) 

P : Alleluia
U : Alleluia
P : Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan. * Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.
U : Alleluia

11. INJIL (Yoh. 6:51-58) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Orang orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
P : Demikianlah Injil Tuhan. 
U : Terpujilah Kristus. 

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Kita sudah mendengarkan bacaan-bacaan yang berbicara tentang roti. Dalam bacaan Injil, selain menegaskan diri-Nya sebagai roti, Yesus juga mengundang para pendengar-Nya untuk memakan daging-Nya. Mari kita renungkan dua hal ini yaitu roti dan daging. Ketika dibebaskan dari Mesir, orang Israel berada di padang gurun. Sudah pasti mereka kehabisan bekal. Tidak ada yang bisa diharapkan di padang gurun karena semuanya kering. Mereka mengeluh dan marah. Mereka berpikir bahwa Musa membawa mereka untuk mati. 

Tuhan kemudian memberikan mereka roti yang disebut dengan manna. Roti ini diberikan setiap hari dan mereka dilarang untuk mengumpulkannya dan menyimpannya untuk hari selanjutnya. Jika mereka melakukannya, maka yang dikumpulkan itu akan membusuk. Maksud Tuhan adalah dengan mengumpulkannya setiap hari, mereka pun selalu datang kepada Tuhan. Mereka memiliki kontak yang tetap dengan Tuhan. Ini juga merupakan teguran bagi kita, seberapa sering kita datang kepada Tuhan ketika kita merasa diselamatkan? Apakah kita tahu bersyukur dan tidak hanya mengeluh dengan keadaan kita?
--
Ketika datang ke dunia, Yesus lahir di Betlehem. Ini bukanlah kebetulan, karena Betlehem dalam bahasa Ibrani berarti kota roti (Beth=kota, lehem=roti). Kemudian, ketika diminta mengajari para murid-Nya berdoa, Yesus pun menyebut salah satu permintaan yaitu “berilah kami rezeki pada hari ini“. Teks asli dalam bahasa Yunani berbunyi, “berilah kami roti setiap hari“. Pada malam perjamuan terakhir, Yesus memberikan roti kepada para murid-Nya. Yesus malah menyebut diri-Nya sebagai roti. Yesus melanjutkan bahwa roti itu adalah daging-Nya sendiri. Barangsiapa makan daging-Nya dan minum darah-Nya, maka ia akan memiliki hidup yang kekal. Apa arti ungkapan ini? Yesus sebenarnya menegaskan bahwa kita menyambut diri-Nya dan menjadikan Sabda-Nya sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Yang menerima-Nya berarti memasukkan Sabda itu menjadi darah dan dagingnya. Sabda Tuhan itu hidup dan mengalir dalam jiwanya. Itulah yang dimaksudkan dengan makan daging dan minum darah Yesus. 
--
Ketika kita merayakan Ekaristi, kita juga diundang untuk menyambut Tubuh dan Darah Tuhan Yesus.Dengan menyambut-Nya, kita juga menyambut Sabda Tuhan yang dibacakan dan direnungkan dalam perayaan itu. Oleh Tubuh dan Darah Kristus, kita diteguhkan untuk menghidupi Sabda-Nya. Semoga perayaan Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus ini menguatkan kita untuk semakin teguh merenungkan Sabda Tuhan dan menjadikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Semoga Sabda Tuhan mendarahdaging dalam diri kita, karena manusia tidak hidup dari roti saja melainkan dari setiap Sabda yang keluar dari mulut Allah.

13. HENING SEJENAK 
14. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada 
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT 

P : Allah menyediakan rezeki bagi kita, dan selalumenyapa serta memperhatikan kita masing-masing.Maka, mari kita menyampaikan permohonan kita kepada-Nya. 
P : Bagi Gereja-gereja Kristus. Semoga Sabda Tuhan menjadi pedoman utama bagi seluruh umat 
beriman dalam hidup dan karya mereka. Marilah kita mohon,…
P : Bagi para pemimpin bangsa. Semoga mereka senantiasa mengupayakan kesejahteraan bersama 
dan meninggalkan kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Semoga berkat persatuan dengan Kristus, para pemimpin Kristiani mampu dengan giat mengusahakan keadilan dan kerukunan di tengah masyarakat. Marilah kita mohon,…
P : Kita mendoakan semua mereka yang menderita dan yang sedang sakit. Semoga mereka mendapat kan kekuatan dari santapan Sabda dan Ekaristi agar bisa melewati masa-masa sulit dalam hidup mereka. Untuk yang sakit, semoga mereka mendapatkan karunia kesembuhan. Marilah kita mohon…. 
P : Bagi kita semua. Semoga hati kita selalu terarah kepada persatuan dengan Tuhan Yesus dalam 
perayaan Sabda dan Ekaristi. Semoga kita semakin menghormati misteri kudus penebusan Tuhan kita 
dan semakin rajin merenungkan Sabda Tuhan. 
Marilah kita mohon,…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa Yang Mahakudus, Engkau telahmengatasi kelemahan kami dengan Tubuh dan
Darah Putera-Mu. Buatlah kami sanggup untukmelaksanakan tugas apa pun yang Engkau
kehendaki untuk kami jalankan, dengan kekuatanyang kami terima dari Yesus Kristus, Tuhan kami.
U : Amin

16. KOLEKTE 

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang 
berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.].

17. DOA PUJIAN 

P : Saudara-saudari terkasih, Allah sangat mengasihi kita. Bagi kita, yang sedang berziarah di dunia ini, Ia menyediakan Tubuh dan Darah Putra-Nya sebagai makanan dan minuman sejati. Oleh sebab itu, marilah kita memuji Dia. Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, Tubuh Kristus adalah sungguh makanan, dan Darah-Nya adalah sungguh minuman. Siapa 
saja yang menyambut-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Karena dengan menyambut Tubuh Kristus kami dikuatkan; dengan meminum Darah Kristus, kami dimurnikan. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Dengan menghidangkan Tubuh dan Darah Kristus, Engkau telah menghimpun semua orang beriman 
menjadi satu tubuh, yakni Tubuh Kristus. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menyerahkan diri-Nya seutuh-utuhnya dalam rupa 
roti dan anggur. Dengan itu, Ia menunjukkan penyerahan diri yang ikhlas bagi kami. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, kami bersyukur karena Yesus, Imam Agung, telah memercayakan tugas keimamatan-Nya kepada para uskup, dan para imam, maka bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci 

Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat]dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung-kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukuratau Tubuh dan Darah Kristus]
Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B). 

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, 
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu 
menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. 
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada 
saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan 
sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
----------------------------------------------------------------------------------------------

18B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni 
kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati 
kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati 
kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri 
Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di 
atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai. 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan 

Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam 
Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari 
segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu 
dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak 
dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, 
datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke 
dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah 
datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan 
diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku 
terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing 
menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di 
sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan 
mengatakan: 
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya. 
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni atau satu lagu bertemakan Tubuh dan Darah 
Kristus. Lagu alternatif: Aku Rindu (lihat lampiran)

21. MENDOAKAN DOA JIWA KRISTUS (ANIMA CHRISTI) 

[didoakan bersama] [Madah Bakti no. 155]

Jiwa Kristus, kuduskanlah kami.Tubuh Kristus, selamatkanlah kami.
Darah Kristus, sucikanlah kami.
Air Lambung Kristus, basuhlah kami.
Sengsara Kristus, kuatkanlah kami.
Yesus yang murah hati, luluskanlah doa kami.
Dalam Luka-luka-Mu, sembunyikanlah kami.
Jangan kami dipisahkan, dari pada-Mu, Tuhan.
Terhadap seteru yang curang, belalah aku.
Di waktu ajal, terimalah kamisupaya bersama para kudus, kami memuji Engkauuntuk selama-lamanya.Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah merenungkan bersama Sabda Tuhan yang menghibur kita. Kita bersyukur bahwa Tuhan amat mengasihi kita dan berusaha agar kita pun selamat. Semoga kita pun selalu berjuang untuk setia kepada Tuhan dan saling menolong agar kita pun memperoleh keselamatan di dalam Tuhan.

23. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, Allah, Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukurkarena Engkau telah menganugerahi kami Tubuhdan Darah Putra-Mu. Kami bersyukur pula karena Roh-Nya telah menjaga kehidupan kami untuk 
menghuni dunia ini dalam cinta kasih. Dampingilah kami dengan cinta kasih-Mu, agar hidup kami selalu 
terarah kepada-Mu, sumber kebahagiaan sejati kami.
Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami. 
U : Amin

24. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 
[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang 
kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS. 

U : Amin. 
P : Perayaan Sabda Hari Raya Tubuh dan Darah Kristusini sudah selesai. 
U : Syukur kepada Allah. 

25. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk saling menolong dan saling berbagi. 
U : Amin. 

26. LAGU PENUTUP 

LAMPIRAN LAGU-LAGU 
 
SAUDARA BERSATULAH (MB 171; PS 322) 

Saudara, mari semua, hadaplah altar Tuhan kita. 
Sambut tubuh dan darah dari Putera Allah. 
Allelu, allelu, alleluya.

1. Kita adalah satu, memulai hidup baru,dalam semangat muda, kita hidup kekal.

2. Printah Yesus yang baru, cintailah sesamamu,dalam suka dan duka, untuk selamanya.

3. Satukanlah dunia, menjadi keluarga,bersatu dalam cinta, tempat hidup kekal. 
 
AKU RINDU AKAN TUHAN (PS 423) 

Aku rindu akan Tuhan dalam Sakramen terkudus. 
Aku rindu menerima Yesus, Allah Manusia. 
Yesus, Yesus datanglah. 

Yesus tinggal di hatiku, aku amat bahagia. 
Yesus sungguh sahabatku dalam suka, dalam duka. 
Yesus Kau sahabatku.

Salam, Tubuh yang mulia. Salam, Darah yang berharga. 
Kau menghapus dosa dunia dalam wafat-Mu di salib. 
Puji syukur bagi-Mu. 

(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.