ALARM UNTUK ISRAEL, Drone Murah Hizbullah Bongkar Celah Sistem Pertahanan Canggih
Dandi Bahtiar June 06, 2026 04:12 PM

Kampanye penggunaan drone Hizbullah berhasil mengungkap sejumlah kelemahan dalam strategi keamanan dan militer Israel di Lebanon.

Dilaporkan, aktivitas drone Hizbullah berhasil menunjukkan adanya celah dalam sistem pertahanan dan pengawasan Israel, terutama di wilayah perbatasan dengan Lebanon.

Dilansir dari palestinechronicle.com pada Jumat (5/6), hal itu menjadi tantangan baru bagi Israel.

Mengingat, selama ini Israel dikenal memiliki teknologi pertahanan udara yang canggih.

Dilaporkan, sejumlah drone Hizbullah tidak hanya digunakan untuk memantau pergerakan pasukan Israel.

Namun, juga membantu Hizbullah mengumpulkan informasi soal lokasi strategis serta pola pertahanan yang digunakan oleh militer Israel.

Sementara itu, analisis New York Times berpendapat strategi militer Israel di Lebanon menghadapi kesulitan yang semakin meningkat.

Hal itu dikarenakan pasukan Lebanon, Hizbullah, semakin bergantung pada drone FPV yang dilengkapi bahan peledak dan terbukti sulit untuk dilawan.

Media itu menyebut, harapan Israel di awal kampanye sangat kontras dengan realita terkini di lapangan.

Mantan pejabat keamanan nasional Israel, Orna Mizrahi membenarkan hal tersebut.

Ia menyebut, teknologi Hizbullah yang relatif murah dan mudah dioperasikan itu disebut terbukti sulit untuk ditangkal lawan.

Kondisi ini memaksa Israel untuk menyesuaikan strategi pertahanan dan meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman udara berukuran kecil yang bergerak cepat.

“Ada strategi — dulunya ada,” kata Orna Mizrahi, mantan pejabat keamanan nasional Israel dan kepala program Lebanon di Institut Studi Keamanan Nasional saat ini, kepada New York Times.

“Namun, drone tersebut menimbulkan kebingungan, karena itu merupakan kejutan. IDF (tentara Israel – PC) tidak menyangka bahwa itu akan menjadi senjata yang berbahaya. Di Israel, mereka menganggapnya sebagai mainan.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.