Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kabupaten Lampung Timur menjadi daerah dengan jumlah pemotongan sapi kurban terbanyak di Provinsi Lampung pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Baca Juga: Pemotongan Sapi Kurban di Lampung Tembus 24.986 Ekor, Naik Dibanding Tahun Lalu
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Lampung, jumlah pemotongan sapi di Lampung Timur mencapai 4.397 ekor.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Lampung.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Lampung Tengah dengan 4.189 ekor sapi kurban, disusul Lampung Selatan sebanyak 3.163 ekor dan Kota Bandar Lampung sebanyak 2.413 ekor.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mengatakan tingginya jumlah pemotongan hewan kurban mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban tahun ini.
"Lampung Timur menjadi daerah dengan jumlah pemotongan sapi kurban tertinggi pada tahun ini. Hal tersebut menunjukkan tingginya semangat masyarakat untuk berkurban sekaligus menandakan ketersediaan ternak yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Lili, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, peningkatan jumlah kurban tidak hanya terjadi pada sapi, tetapi juga pada komoditas ternak lainnya.
Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi sektor peternakan Lampung yang selama ini menjadi salah satu sentra penghasil ternak nasional.
"Secara umum pelaksanaan kurban tahun 2026 mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah hewan yang dipotong maupun aktivitas perdagangan ternak. Ini menunjukkan sektor peternakan Lampung terus tumbuh dan mendapat kepercayaan masyarakat," katanya.
Secara keseluruhan, pemotongan sapi kurban di Provinsi Lampung pada tahun 2026 mencapai 24.986 ekor atau meningkat 7,86 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 23.166 ekor.
Selain meningkatnya jumlah pemotongan, aktivitas perdagangan ternak kurban juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Penjualan sapi antarprovinsi dan antarkabupaten/kota pada tahun 2026 mencapai 60.429 ekor, naik 40,15 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 43.116 ekor.
Lili menjelaskan, meningkatnya penjualan ternak kurban menunjukkan bahwa Lampung masih menjadi salah satu daerah pemasok ternak utama, baik untuk kebutuhan lokal maupun daerah lain di Indonesia.
"Kenaikan penjualan ternak kurban ini menunjukkan bahwa peternak Lampung mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat menjelang Hari Raya Iduladha. Ini tentu berdampak positif terhadap perekonomian peternak," ungkapnya.
Sementara itu, jumlah pemotongan kerbau tercatat sebanyak 159 ekor atau meningkat 109,21 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 76 ekor.
Kambing masih menjadi hewan kurban yang paling banyak dipotong dengan jumlah mencapai 89.681 ekor atau meningkat 15,02 persen dari tahun sebelumnya yang sebanyak 77.973 ekor.
Adapun peningkatan tertinggi secara persentase terjadi pada komoditas domba. Jumlah pemotongan domba melonjak 147,80 persen dari 1.067 ekor pada tahun 2025 menjadi 2.644 ekor pada tahun 2026.
Secara total, jumlah pemotongan hewan kurban di Provinsi Lampung tahun 2026 mencapai 117.470 ekor, meningkat 14,85 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebanyak 102.282 ekor.
"Peningkatan ini menjadi kabar baik bagi sektor peternakan Lampung. Kami berharap tren positif ini terus berlanjut sehingga kesejahteraan peternak meningkat dan kebutuhan hewan kurban masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik," jelasnya.
Sementara untuk harga hewan kurban di wilayah Lampung pada tahun 2026 bervariasi bergantung pada jenis dan bobot sapi berkisar Rp 18-35 juta. Kambing mulai dari Rp 2.5-6 juta.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)