SEMARANG – Menjelang satu pekan sebelum kick off Piala Dunia 2026, antusiasme penggemar sepak bola di Semarang untuk berburu jersey tim nasional terus meningkat.
Tidak hanya jersey edisi terbaru yang menjadi incaran, tetapi juga jersey retro atau lawas yang memiliki nilai koleksi tinggi hingga jutaan rupiah.
Hal tersebut disampaikan oleh Nur Aris Adi Nugroho (29), pemilik salah satu toko jersey di Semarang, saat ditemui di tempat usahanya.
Aris menjelaskan bahwa permintaan terhadap jersey retro meningkat seiring dengan memuncaknya euforia masyarakat dalam menyambut ajang Piala Dunia.
Menurutnya, jersey edisi lama justru memiliki pesona tersendiri karena diproduksi dalam jumlah terbatas dan kini sudah tidak lagi dibuat.
“Kalau jersey retro itu peminatnya memang ada segmennya sendiri. Banyak yang mencari karena nilai koleksinya. Harganya juga lebih tinggi dibanding jersey baru,” ujar Aris.
Di tokonya, harga jersey retro dibanderol mulai dari Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per potong. Beberapa koleksi bahkan berasal dari era 1990-an, termasuk jersey Tim Nasional Inggris yang kini tengah banyak diburu para penggemar sepak bola.
Berdasarkan pantauan di toko milik Aris yang bernama Gondes Jersey dan berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Semarang, sejumlah jersey retro dengan nama dan nomor punggung pemain legendaris dipajang di etalase. Di antaranya adalah jersey milik David Beckham, Lionel Messi, Raul Gonzales, Neymar, hingga Diego Simeone.
Terdapat pula beberapa seri jersey retro Tim Nasional Jepang.
Aris menambahkan, nilai dari sebuah jersey retro tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga oleh kondisi barang, tingkat kelangkaan, serta sejarah yang melekat di baliknya.
Hal-hal tersebut membuat harga jersey lawas cenderung stabil, bahkan bisa meningkat dari waktu ke waktu.
Berbeda dengan pembeli jersey terbaru yang umumnya ingin mengenakan atribut tim favorit ketika menonton pertandingan, pemburu jersey retro sebagian besar berasal dari kalangan kolektor.
Mereka biasanya mencari edisi tertentu untuk melengkapi koleksi pribadi atau menyimpannya sebagai investasi jangka panjang.
“Kalau kolektor biasanya sudah tahu barang yang dicari. Mereka paham tahun rilis, detail desain, sampai kondisi jersey tersebut,” tambah Aris.
Fenomena ini menunjukkan bahwa jersey sepak bola kini tidak hanya menjadi perlengkapan bagi suporter.
Bagi sebagian orang, jersey lawas telah berkembang menjadi benda koleksi dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Momen Piala Dunia pun menjadi pemicu meningkatnya minat masyarakat terhadap berbagai memorabilia sepak bola, termasuk jersey retro yang semakin langka di pasaran.
Dalam sebulan terakhir, Gondes Jersey mencatat penjualan hampir 150 jersey. Selain menjual koleksi terbaru dari negara-negara peserta Piala Dunia 2026, sejumlah jersey retro juga laris terjual seiring meningkatnya semangat penggemar sepak bola menjelang turnamen terbesar di dunia tersebut.