TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy mendapat cederamata budaya saat kegiatan Parade Budaya yang digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (6/6/2026).
Koordinator Parade Suku Kuri, Derek Frengky Tatuta, menjelaskan, cenderamata yang diserahkan merupakan perlengkapan tradisional masyarakat Suku Kuri yang telah digunakan secara turun-temurun sejak zaman leluhur.
Peralatan tersebut dibuat dari bahan-bahan alami pilihan yang memiliki nilai budaya dan filosofi tersendiri.
Baca juga: Reses II di Manokwari, Aloysius Paulus Siep Tampung Aspirasi Umat Stasi St. Maria Sowi
"Peralatan yang kami serahkan merupakan bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat Suku Kuri sejak dahulu. Setiap alat memiliki fungsi yang berbeda, ada yang digunakan untuk menyajikan papeda, makanan ringan, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya," ujar Derek.
Ia menjelaskan, bahan baku yang digunakan untuk membuat perlengkapan tradisional tersebut tidak berasal dari sembarang kayu.
Masyarakat Suku Kuri memilih jenis kayu tertentu yang memiliki ketahanan tinggi dan tumbuh di lokasi khusus, seperti di sekitar aliran sungai.
Selain itu, beberapa peralatan dibuat menggunakan kayu pilihan yang dikenal kuat, tidak mudah pecah, dan memiliki warna alami yang tetap terjaga meskipun digunakan dalam jangka waktu lama.
Derek mengatakan, penyerahan cenderamata kepada Bupati Teluk Bintuni bukan sekadar pemberian simbolis, melainkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengenalan warisan budaya Suku Kuri kepada pemerintah daerah.
"Cenderamata ini memiliki makna sebagai pengingat akan budaya dan kearifan lokal masyarakat Suku Kuri. Kami berharap benda-benda tradisional ini dapat menjadi simbol pelestarian budaya yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang," katanya.
Melalui momentum Parade Budaya tersebut, Derek juga berharap Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal Yang ada di kabupaten Teluk Bintuni.
"Kami berharap pemerintah terus mendukung kegiatan-kegiatan kebudayaan yang kami lakukan, sehingga warisan budaya leluhur tetap terjaga dan dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat," pungkasnya. (*)