Baca juga: Breaking News : Mayat Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Enim, Ada Luka di Kepala
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Harga sejumlah komoditas bahan pangan pokok di Pasar Kuto Palembang dilaporkan mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta dampak tidak langsung dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah ditengarai menjadi pemicu utama merangkaknya harga barang di pasar domestik.
Pasar tradisional yang terletak di Jalan Dr. M. Isa, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur II ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan rakyat terbesar di Palembang yang menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Kuto, Koh Ali, mengungkapkan bahwa komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok adalah minyak goreng kemasan premium dan telur ayam ras.
"Minyak goreng premium seperti merek Sanco, Bimoli, dan Sania melonjak dari harga normal Rp20.000 menjadi Rp23.000 per liter. Sementara untuk merek Fortune yang biasanya Rp19.000 kini harus dibanderol dengan harga Rp21.000 per liter," jelas Koh Ali saat dijumpai di lapaknya, Sabtu (6/6/2026).
Selain minyak goreng, komoditas telur ayam ras juga ikut menguras kantong konsumen.
"Harga telur ayam sekarang sudah menyentuh Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang stabil di angka Rp28.000 per kilogram. Menurut informasi dari pihak peternak, kenaikan ini dipicu oleh tingginya biaya operasional pengadaan pakan ternak," tambahnya.
Kondisi merangkaknya harga sembako ini tak pelak memicu keresahan di kalangan konsumen, khususnya para ibu rumah tangga (IRT).
Kenaikan yang terjadi secara serentak pada lini bumbu dapur dan minyak goreng memaksa warga untuk memutar otak lebih keras dalam mengelola uang belanja harian.
"Jelas pusing mengaturnya. Kalau bulan-bulan lalu kita hanya pusing musiman karena harga cabai saja yang naik turun, tetapi kalau sekarang hampir semua barang kompak naik. Mulai dari minyak goreng, telur, duo bawang (merah dan putih), sampai cabai semuanya mahal," keluh Indri, seorang IRT saat berbelanja di Pasar Kuto, Sabtu (6/6/2026).
Indri mengkhawatirkan jika inflasi bahan pangan ini terus berlanjut, efek dominonya akan merembet ke sektor non-pangan.
Meski demikian, ia sedikit bernapas lega karena di tengah gempuran kenaikan komoditas lain, harga beras di pasaran terpantau masih relatif aman.
"Saya berharap harga-harga ini bisa segera dinormalisasi atau minimal dibuat stabil oleh pemerintah. Untungnya untuk beras saat ini posisinya masih stabil dan belum ada tanda-tanda kenaikan," pungkas Indri.
Daftar Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Kuto Palembang (Sabtu, 6 Juni 2026):
Komoditas Sembako & Beras:
Minyak Goreng Kemasan: Rp21.000 - Rp23.000 per liter
Telur Ayam Ras: Rp29.000 - Rp30.000 per kg
Gula Pasir Curah: Rp20.000 per kg
Gula Pasir Kemasan (PSM): Rp22.000 per kg
Tepung Terigu: Rp12.000 per kg
Beras Premium (Topi Koki): Rp16.000 per kg
Beras Pera: Rp15.000 per kg
Beras Medium (Arjuna): Rp12.000 per kg
Komoditas Cabai, Bawang, & Daging:
Cabai Burung (Rawit Merah): Rp75.000 per kg
Cabai Jengki: Rp60.000 per kg
Cabai Merah Keriting: Rp50.000 per kg
Bawang Merah: Rp55.000 per kg
Bawang Putih: Rp40.000 per kg
Daging Ayam Ras: Rp35.000 per kg
Daging Sapi Segar: Rp150.000 - Rp160.000 per kg