Kapan Dananya Cair? Masalah Anggaran Bikin 21 Dapur MBG di Ponorogo Tutup Sementara
Torik Aqua June 06, 2026 07:33 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Sebanyak 21 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ponorogo menghentikan sementara operasionalnya akibat belum cairnya dana program melalui virtual account (VA). 

Penghentian tersebut berdampak pada distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para penerima manfaat.

Salah satunya diterbitkan oleh SPPG Nologaten yang menyatakan distribusi MBG dihentikan mulai 5 Juni 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

Baca juga: Siapa Sosok di Balik Pengaturan Dapur SPPG yang Disebut Sony Sonjaya? Jumlahnya Lebih dari Satu

Koordinator Wilayah SPPG Ponorogo, Sheila Amanda, membenarkan penghentian sementara tersebut.

Meski demikian, ia memastikan pencairan dana dari pusat segera dilakukan sehingga 21 dapur yang terdampak diperkirakan dapat kembali beroperasi dan melayani penerima manfaat pada pekan depan.

Surat tersebut bernomor 001/SPPG-NOLOGATEN/VI/2026.

Dalam surat itu berisi, “Sehubungan dengan adanya penyesuaian anggaran dari Badan Gizi Nasional, bersama ini kami sampaikan bahwa SPPG Nologaten akan menghentikan sementara kegiatan distribusi MBG terhitung 5 Juni 2026 sampai waktu tidak ditentukan.”

Hal itu dibenarkan oleh Koordinator Wilayah SPPG Ponorogo, Sheila Amanda.

“Ada 21 SPPG berhenti sementara karena memang belum cair. Tapi pekan depan sudah bisa,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Dia menjelaskan, hingga saat ini setidaknya ada 21 dapur SPPG di Bumi Reog yang berhenti sementara sembari menunggu pencairan dana melalui virtual account (VA).

"Ada 21 yang berhenti karena VA-nya kurang. Tapi dari pusat per hari ini sudah menginformasikan akan ada pencairan, jadi ditunggu saja," urainya.

Sheila tidak bisa merinci, namun dia menyebut beberapa SPPG yang melaporkan berhenti beroperasi sementara, di antaranya SPPG Ngunut dan Polorejo di Kecamatan Babadan, serta nyaris seluruh dapur SPPG di wilayah Kecamatan Badegan.

“Perkiraannya pekan depan 21 SPPG tersebut kembali beroperasi sehingga bisa memberikan pelayanan kepada penerima manfaat,” tambahnya.

Secara total, jumlah dapur SPPG di Ponorogo saat ini ada 85 titik, tersebar di 21 kecamatan.

"Pekan depan insya Allah sudah normal kembali," jabarnya.

Dia pun mengaku kaget karena biasanya menerima.

Apa itu SPPG?

SPPG adalah singkatan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Ini adalah unit operasional di bawah Badan Gizi Nasional yang berfungsi sebagai dapur umum atau pusat produksi untuk memasak dan mendistribusikan makanan bergizi dalam program pemerintah.

Berikut adalah informasi penting mengenai SPPG:

1. Fungsi Utama

Penyedia Makanan: Memproduksi dan mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang higienis dan bernutrisi seimbang.

Penerima Manfaat: Ditujukan untuk pelajar (siswa sekolah), balita, serta ibu hamil dan menyusui guna mencegah stunting dan kekurangan gizi.

Edukasi: Menjadi pusat edukasi mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat di masyarakat. 

2. Standar Operasional

Dapur modern ini dibangun dengan standar keamanan pangan yang ketat.

Dioperasikan oleh mitra independen dan diawasi oleh tenaga ahli gizi (seperti sarjana gizi) dan profesional terkait.

Diawasi secara berkala oleh fasilitas kesehatan setempat (Puskesmas) untuk memastikan kebersihan dan higienitas

(Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.