Edisi Ke-12, Bromo KOM Diikuti 1.000 Cyclist dari 319 Komunitas dan 14 Negara
Cak Sur June 06, 2026 07:32 PM

SURYA.CO.ID - Di tengah berbagai tantangan yang membuat masyarakat semakin selektif menentukan agenda dan pengeluaran, Bromo KOM tetap menunjukkan daya tariknya. Memasuki edisi ke-12, event yang kerap dijuluki "naik hajinya cyclist" itu kembali menjadi magnet bagi sekitar 1.000 pesepeda dari seluruh Indonesia dan mancanegara.

Mereka berasal dari 319 komunitas, 121 kota, 26 provinsi, dan 14 negara. Ke-14 negara tersebut adalah Australia, Kolombia, Timor Leste, Prancis, Jerman, Indonesia, Jepang, Malaysia, Belanda, Filipina, Rusia, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat.

Bromo KOM 2026 digelar Sabtu, 6 Juni 2026. Para peserta akan diajak menempuh perjalanan sejauh sekitar 100 kilometer, dimulai dari Mapolda Jawa Timur di Surabaya hingga finis di Pendopo Desa Wonokitri, Bromo, Kabupaten Pasuruan.

Di tengah antusiasme para peserta, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan harapannya agar Bromo KOM terus diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya, event ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga telah memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan daerah di Jawa Timur.

"Semoga tiap tahun lebih baik dan lebih banyak pesertanya dari berbagai daerah dan negara," ujar Nanang, yang juga ikut bersepeda sebagai road captain.

Menurutnya, Bromo KOM selama ini terbukti bukan sekadar event olahraga, tetapi juga telah berkembang menjadi ajang sport tourism yang memberikan dampak nyata bagi pariwisata daerah.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo. Dalam beberapa kesempatan, Rusdy mengapresiasi Mainsepeda yang konsisten dalam berbagai macam tantangan tetap berupaya menghadirkan Bromo KOM.

“Saya mewakili Pemkab dan warga Kabupaten Pasuruan tentu berterima kasih event ini konsisten digelar. Di mana dampak positifnya telah kami rasakan selama ini, terutama untuk sektor pariwisata," kata Rusdi.

Sementara itu Founder Mainsepeda Azrul Ananda menyebut konsistensi Bromo KOM tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Baik pemerintah daerah (khususnya Pemkab Pasuruan), maupun Polda Jatim.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para cyclist yang terus menjadikan Bromo KOM sebagai salah satu agenda bersepeda tahunan yang wajib diikuti. Hal itu tercermin dari jumlah peserta tiap tahun yang konsisten berada di atas seribu cyclist. “Terima kasih menjadikan Bromo KOM sebagai event sepeda dengan jumlah peserta terbanyak,” katanya.

Konsep Bromo KOM tahun ini tetap mempertahankan format yang telah menjadi ciri khas sejak pertama kali digelar. Peserta akan bersepeda bersama menuju pit stop di Taman Ria Suropati, Pasuruan. Setelah beristirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi Start KOM Challenge di kawasan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

Dari titik itulah tantangan sesungguhnya dimulai.

Peserta akan berlomba menaklukkan segmen KOM Challenge sepanjang 24,6 kilometer menuju Wonokitri. Tanjakan legendaris tersebut memiliki elevasi total 1.634 meter dengan gradien maksimum mencapai 20 persen, menjadikannya salah satu rute tanjakan paling ikonik sekaligus menantang di Indonesia.

Lebih dari sekadar perlombaan, Bromo KOM telah berkembang menjadi ajang pertemuan para pesepeda rekreasional, penghobi sepeda, hingga atlet profesional. Tidak heran jika event ini kemudian dikenal sebagai "naik hajinya cyclist", sebuah simbol pencapaian yang ingin dirasakan para pesepeda setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Semangat kompetitif tetap menjadi bagian penting dari Bromo KOM melalui KOM Challenge, yakni perlombaan menaklukkan tanjakan menuju Wonokitri dalam waktu tercepat. Bromo KOM 2026 mempertandingkan kategori elite dan kelompok umur untuk peserta pria maupun wanita. 

Menariknya, Bromo KOM 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Bhayangkara. Selain itu, terdapat kategori khusus TNI/Polri yang tahun ini dibagi menjadi dua kelompok usia, yakni Men 39 and Under serta Men 40 and Up.

“Event ini cukup bergengsi dan konsisten digelar. Karena itu kami berharap Bromo KOM dapat ikut memeriahkan rangkaian HUT Bhayangkara tahun ini,” ujar Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., yang juga dikenal sebagai seorang cyclist aktif.

Persaingan di kategori Men Elite dipastikan berlangsung sengit. Juara bertahan Abdul Soleh akan mendapatkan tantangan dari sejumlah atlet nasional yang tengah berada dalam performa terbaiknya.

Di antaranya adalah Dimas Nur Fadhil, juara umum Tour de Algerie Cycliste 2026, Muhammad Raihan Maulidan yang meraih medali emas SEA Games 2025, serta Agung Ali Sahbana, peraih medali emas SEA Games 2007 dan 2013.

Dominasi para pembalap road tersebut juga akan diuji oleh sejumlah nama yang dikenal sebagai spesialis ultra cycling. Mereka antara lain Yusuf Kibar, juara Bentang Jawa 2024, Zidan Attala Nouval Hidayat, hingga Arfiana Khairunnisa.

Konsistensi penyelenggaraan sejak 2014 menjadi salah satu alasan mengapa Bromo KOM terus mendapat tempat di hati para cyclist. Meski sempat tidak digelar saat pandemi Covid-19, event ini kembali hadir dan terus diselenggarakan setiap tahun hingga memasuki edisi ke-12 pada 2026.

Lebih dari satu dekade penyelenggaraan, Bromo KOM juga telah berkembang menjadi salah satu ajang sport tourism paling berpengaruh di Indonesia. Ribuan peserta yang datang setiap tahun turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM di sepanjang rute event.

Karena itu, setelah lebih dari satu dekade penyelenggaraan, Bromo KOM tidak hanya menjadi salah satu event sepeda paling bergengsi di Indonesia, tetapi juga menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.