Selanjutnya ada isyarat Rafael Leao meninggalkan AC Milan.
Hingga ranking FIFA Timnas Indonesia usai kalahkan Oman.
Baca juga: Era Keluarga Glazer Bakal Berakhir? Manchester United Dikabarkan Siap Berganti Pemilik
Keluarga Glazer dikabarkan tengah mempertimbangkan masa depan kepemilikannya di Manchester United setelah lebih dari dua dekade mengendalikan klub.
Sejumlah anggota keluarga disebut mulai membahas kemungkinan melepas sebagian hingga seluruh saham mereka di Setan Merah.
Informasi tersebut langsung menarik perhatian publik dan suporter Manchester United yang selama bertahun-tahun mengkritik kepemimpinan Glazer.
Di tengah spekulasi tersebut, nilai saham klub sempat mengalami kenaikan, sementara proses pembicaraan internal terkait kepemilikan masih disebut berada pada tahap awal.
Baca juga: Manchester United Justru Untung usai Pecat Pelatih yang Dicap Gagal Meski Habiskan Biaya Rp401 M
Saham Manchester United bahkan sempat melonjak sekitar 7 persen setelah laporan mengenai potensi penjualan itu mencuat. Klub saat ini memiliki valuasi sekitar 3,64 miliar dolar AS.
Menurut laporan Bloomberg yang dikutip dari Reuters pada Kamis (4/6/2026), sejumlah anggota keluarga Glazer tengah melakukan pembicaraan internal terkait kemungkinan menjual sebagian atau seluruh kepemilikan mereka di Manchester United.
Diskusi awal disebut berfokus pada beberapa anggota keluarga yang ingin melepas sahamnya, sebelum kemudian berupaya mengajak anggota lainnya mengikuti langkah serupa.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan final.
Keluarga Glazer disebut masih memiliki pandangan berbeda terkait masa depan kepemilikan klub, sehingga proses apa pun masih berada pada tahap awal.
Diketahui, Keluarga Glazer mengambil alih Manchester United pada tahun 2005 melalui akuisisi yang kontroversial.
Kala itu mereka mengakuisisi klub dengan melibatkan skema pembelian berbasis utang.
Sejak saat itu, mereka terus menjadi sasaran kritik suporter yang menilai klub dibebani utang besar dan kurang mendapat investasi memadai di sektor infrastruktur.
Kini Manchester United membutuhkan tambahan biaya besar, salah satunya untuk membangun stadion baru.
Pada 2024, keluarga Glazer menjual sekitar 29 persen saham klub kepada Sir Jim Ratcliffe melalui grup INEOS.
Kesepakatan tersebut memberikan kendali penuh atas operasional sepak bola kepada Ratcliffe, meski keluarga Glazer masih menjadi pemegang saham mayoritas.
Di bawah kepemimpinan Ratcliffe pada sektor olahraga, Manchester United mulai melakukan sejumlah perubahan struktural.
Selain melakukan pembenahan di luar lapangan, Ratcliffe juga membawa hasil di dalam lapangan dengan finis di posisi ketiga Liga Inggris musim lalu, sekaligus kembali mengamankan tiket Liga Champions setelah sempat absen selama dua musim.
Di tengah munculnya kabar potensi penjualan saham Glazer, nama Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani kembali dikaitkan dengan Manchester United.
Namun, laporan dari Mirror mengatakan bahwa konsorsium Qatar yang sebelumnya sempat mengajukan tawaran penuh untuk membeli klub diperkirakan tidak akan kembali masuk dalam proses akuisisi.
Mirror melaporkan bahwa hingga saat ini tidak ada komunikasi baru dengan pihak Sheikh Jassim, dan peluang mereka mengajukan tawaran ulang dinilai sangat kecil.
Padahal, pada proses penjualan sebelumnya, Sheikh Jassim menawarkan visi besar untuk Manchester United, termasuk pelunasan utang klub, pembangunan infrastruktur, dan investasi besar pada skuad.
Bahkan, kala itu Sheikh Jassim menawarkan hingga 5 miliar poundsterling untuk membeli seluruh saham klub yang pada saat itu valuasinya sekitar 2 miliar poundsterling.
Namun, proses yang berlarut-larut serta kegagalan mencapai kesepakatan membuat ketertarikan pihak Qatar meredup.
Akhirnya, Glazer hanya memilih memberikan sebagian saham klub sebesar 29 persen kepada Sir Jim Ratcliffe yang menawarkan 1,25 miliar poundsterling.
Bagi pendukung Manchester United, kabar mengenai kemungkinan berakhirnya era Glazer ini tentu menjadi angin segar.
Meski belum ada kepastian apakah Keluarga Glazer akan benar-benar melepas kendali mereka, laporan tersebut kembali membuka peluang terjadinya perubahan besar di level kepemilikan klub.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah selanjutnya dari keluarga Glazer. Akankah era Glazer berakhir setelah dua dekade menjadi pemilik Setan Merah?
Masa depan Rafael Leao bersama AC Milan kembali menjadi sorotan setelah sang pemain mengungkapkan keinginannya untuk mencoba tantangan baru di luar Italia.
Situasi internal Rossoneri yang belum stabil semakin memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan hengkangnya winger asal Portugal tersebut.
Di tengah ketertarikan sejumlah klub, Arsenal dan Manchester United disebut sebagai tujuan yang paling diminati Leao.
Meski Galatasaray telah mengajukan tawaran resmi, pemain berusia 26 tahun itu dikabarkan masih menunggu peluang untuk melanjutkan karier di Liga Inggris.
Baca juga: Oliver Glasner Jadi Kandidat Kuat Pelatih AC Milan Musim 2026-2027, Diskusi Berakhir dengan Senyuman
Sejauh ini Rafael Leao memang belum mengonfirmasi apakah dia pasti akan meninggalkan Milan.
Akan tetapi, dirinya telah berniat untuk bermain di tempat lain suatu saat di masa mendatang.
"Secara pribadi, saya rasa saya sudah memberikan segalanya di Milan," ucap Leao, dikutip dari Sky Italia.
"Ini adalah klub yang membantu saya berkembang, yang mendukung saya di saat-saat sulit."
"Untungnya saya juga berhasil mencatatkan nama saya dalam sejarah Rossoneri."
"Saya rasa setiap orang memiliki impian, ambisi, dan tantangan yang harus dihadapi."
"Saya bercita-cita untuk menghadapi tantangan baru di liga baru."
"Jika itu terjadi, saya akan sangat bahagia."
"Terutama karena saya tahu saya telah melakukan pekerjaan yang baik di Milan," ucapnya.
Kendati digadang-gadang angkat kaki dari AC Milan pada musim panas tahun ini, sejauh ini Galatasaray disebut-sebut telah mengajukan proposal resmi untuk Rafael Leao.
Namun, dikutip dari La Gazzetta dello Sport, eks winger Lille itu berharap pindah ke Liga Inggris.
Dua tim di Inggris, yakni Arsenal dan Manchester United, disebut-sebut menjadi prioritas bagi Leao.
Leao sekali lagi ditawarkan kepada Arsenal dalam beberapa pekan terakhir.
Akan tetapi, meski The Gunners sedang mencari pemain sayap kiri baru, negosiasi dengan pihak pemain berusia 26 tahun itu belum menunjukkan kemajuan hingga saat ini.
Di sisi lain, ketertarikannya untuk menjajal seragam Manchester United juga memiliki alasan tersendiri.
Rafael Leao merupakan pengagum Cristiano Ronaldo sejak lama sehingga ia ingin mengikuti jejak karier sang idola.
Baik Arsenal maupun Manchester United bisa saja mendapatkan harga yang cukup terjangkau untuk menggaet Leao.
AC Milan dilaporkan siap melego pemilik 43 caps bersama Timnas Portugal itu di angka 50 juta euro.
Nominal itu lebih rendah dari klausul rilis yang dimiliki Leao, yakni 175 juta euro.
Menurut laporan dari La Gazzetta, Galatasaray telah menawarkan gaji 10 juta euro per tahun kepada Leao.
Namun, sang pemain belum yakin untuk pindah ke Turki sampai saat ini.
Bahkan, Leao akan terus menunggu tawaran dari klub lain, terutama dari Liga Inggris, khususnya Arsenal dan Manchester United.
Kemenangan meyakinkan atas Oman membawa dampak positif bagi posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA.
Skuad Garuda berhasil memperbaiki posisinya setelah meraih hasil sempurna pada laga FIFA Matchday yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026) malam.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia national football team menang 3-0 atas Oman national football team, tim yang sebelumnya berada jauh di atas Indonesia dalam daftar peringkat dunia.
Berkat kemenangan itu, Indonesia memperoleh tambahan 6,56 poin ranking FIFA.
Total poin yang dikumpulkan kini mencapai 1.151,45 poin.
Tambahan poin tersebut membuat Tim Garuda melesat empat tingkat ke posisi 118 dunia, dikutip dari Tribun Sumsel.
Indonesia berhasil melewati sejumlah negara yang sebelumnya berada di atasnya, yakni Togo national football team, Namibia national football team, Sierra Leone national football team, dan North Korea national football team.
Sebelum laga berlangsung, Oman menempati peringkat ke-79 FIFA atau 43 tingkat lebih tinggi dibanding Indonesia yang berada di posisi ke-122.
Karena itu, kemenangan atas lawan dengan ranking lebih baik memberikan tambahan poin yang cukup signifikan bagi skuad asuhan Indonesia.
Hasil ini menjadi modal positif bagi Tim Garuda untuk terus memperbaiki posisinya di ranking FIFA pada pertandingan internasional berikutnya.
Baca juga: Sosok dan Profil Jude Bellingham, Motor Timnas Inggris Akhiri 60 Tahun Paceklik Gelar Piala Dunia
Dilansir dari Tribunnews, Timnas Indonesia memulai dengan bermain lebih terbuka dan lebih melebar dari posisi aslinya.
Timnas Indonesia langsung memberikan tekanan kepada Oman.
Peluang langsung didapatkan oleh Timnas Indonesia di awal babak pertama.
Setelah berulang kali menyerang, Timnas Indonesia akhirnya memetik hasil yang diinginkan.
Sebuah tendangan bebas dari sisi kanan kotak penalti Oman dieksekusi oleh Nathan Tjoe-A-On.
Umpan silang terukur tersebut disambut Justin Hubner yang memenangi duel melawan pemain Oman.
Skor menjadi 1-0 bagi Timnas Indonesia di menit ke-13.
Tekanan dari para pemain Garuda masih belum mengendur.
Baca juga: Daftar Nama-nama Besar yang Jadi Langganan Tapi Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia
Mulai dari Joe Pelupessy hingga Ragnar Oratmangoen masing-masing memberikan peran untuk membuka serangan dari sisi kiri sayap Indonesia.
Namun segala upaya tersebut juga masih belum membuahkan hasil.
Memasuki menit ke-27, justru Timnas Indonesia yang bisa menambah keunggulan.
Sebuah blunder yang dilakukan para pemain Oman membuat bola malah bergulir liar ke arah Ole Romeny.
Ole melakukan akselerasi untuk langsung memasuki kotak penalti lawan.
Ia melepaskan tendangan mendatar yang tak bisa dihalau kiper Oman.
Skor menjadi 2-0 bagi Timnas Indonesia.
Pada menit ke-37, Oman mendapatkan hadiah penalti.
Justin Hubner melakukan pelanggaran di dalam area terlarang.
Wasit langsung menunjuk titik putih untuk Oman.
Namun sepakan 12 pas dari pemain Oman bisa dihentikan Emil Audero yang tampil luar biasa.
Sepakan yang diarahkan ke sebelah kanan kiper berhasil ditepis.
Skor masih 2-0 untuk Timnas Indonesia.
Pada babak kedua, timnas ternyata masih bertekad untuk menyerang.
Meski pelatih melakukan beberapa pergantian, alur bola ke depan tetap berjalan lancar.
Hasilnya, timnas berhasil menambah keunggulan di menit ke-56.
Giliran Ragnar Oratmangoen yang mencatatkan namanya di papan skor.
Ia memanfaatkan umpan dari Ivar Jenner yang juga mendapatkan sodoran bola kaki ke kaki dari lini tengah.
Tap-in yang dilakukan Ragnar merobek jala Oman dan mengubah skor menjadi 3-0.
Baca juga: Eks Kiper Timnas Asal Ponorogo Dian Agus Sebut Portugal Paling Layak Angkat Trofi Piala Dunia 2026
Emil Audero; Rizky Ridho, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan, Joey, Ivar Jenner, Kevin Diks, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Beckham Putra