Khawatir Omzet Anjlok, Pedagang Pasar Raya Padang Minta Pemerintah Tak Naikkan HET MinyaKita
Rezi Azwar June 06, 2026 05:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sejumlah pedagang sembako di kawasan Pasar Raya, Kampung Jawa, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, berharap pemerintah membatalkan rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng subsidi merek MinyaKita.

Dilansir dari Tribunnews.com, Menteri Perdagangan RI (Mendag) Budi Santoso menyatakan pemerintah menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita, pada Kamis (4/6/2026).

Kata Budi, penetapan itu telah diputuskan pemerintah dalam rapat lanjutan yang sebelumnya dikoordinir oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

Para pedagang khawatir, kebijakan menaikkan harga tersebut justru akan memicu keluhan dari masyarakat luas serta berdampak langsung pada penurunan omzet penjualan mereka di pasar tradisional.

Baca juga: HET Bakal Naik, Pedagang Pasar Raya Padang Tetap Jual MinyaKita Rp16.000 per Liter

Sedangkan untuk saat ini harga MinyaKita masih stabil pada rentang Rp16.000 hingga Rp17.000 per liter pada awal Juni 2026.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan pukul 13.47 WIB menunjukkan aktivitas jual beli masyarakat di Pasar Raya Padang masih cukup ramai.

Hal itu dikarenakan harga jual di tingkat pedagang eceran belum terpengaruh oleh keputusan penyesuaian tarif dari pemerintah pusat.

Kekhawatiran Pedagang Terhadap Daya Beli Masyarakat

HARGA MINYAK GORENG- Pedagang sembako, Ida Sumarni, berada di kedainya, Blok 1 Pasar Raya, Kampung Jawa, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sabtu (6/6/2026). Sejumlah pedagang sebut harga MinyaKita masih normal di Pasar Raya Padang, belum ada kenaikan.
HARGA MINYAK GORENG- Pedagang sembako, Ida Sumarni, berada di kedainya, Blok 1 Pasar Raya, Kampung Jawa, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sabtu (6/6/2026). Sejumlah pedagang sebut harga MinyaKita masih normal di Pasar Raya Padang, belum ada kenaikan. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Ida Sumarni, salah seorang pedagang sembako di Pasar Raya Padang, secara terbuka menyampaikan harapannya agar pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut.

Menurut Ida, patokan harga yang berlaku saat ini sebenarnya sudah sangat ideal bagi kantong masyarakat, bahkan ia berharap harganya bisa ditekan lebih rendah lagi.

Jika HET MinyaKita tetap dinaikkan, ia cemas daya beli konsumen akan langsung merosot.

"Kalau bisa tidak dinaikkan lagi, nanti masyarakat mengeluh dan penjualan kami menurun. Harga saat ini sudah pas, kalau bisa malah turun lagi," ungkap Ida saat memberikan keterangan pada Sabtu (6/6/2026).

Baca juga: Operasi Patuh Singgalang 2026: Polres Padang Pariaman Sasar 7 Pelanggaran Prioritas

Ida menjelaskan bahwa pihak pabrik atau distributor tempat ia menyetok barang sebenarnya menyarankan harga penjualan MinyaKita di angka Rp16.000 per liter.

Namun pada realitasnya, harga eceran di pasaran berkisar antara Rp16.000 hingga Rp17.000 per liter tergantung margin yang diambil warung.

Ia khawatir jika harga modal dari hulu ikut naik akibat kebijakan HET baru, harga eceran di pasar akan semakin tak terjangkau oleh pelanggannya.

MinyaKita Masih Jadi Solusi Murah Dibanding Minyak Curah

Senada dengan Ida, pedagang lain bernama Boy (41) membenarkan bahwa perputaran MinyaKita di lapaknya masih berjalan normal dengan harga jual Rp16.000 per liter.

Menurut Boy, keputusan pemerintah menaikkan HET memang belum berdampak atau ditemukan penerapannya di tingkat pedagang pasar saat ini.

"Harga MinyaKita masih normal di harga Rp16.000 per liter, kalau saya menjualnya," kata Boy.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Lubuk Kilangan Padang, Satu Rumah Ludes Dilalap Api

Sebagai perbandingan, untuk minyak goreng curah, Boy menjualnya dengan harga Rp21.000 per liter, sehingga terdapat selisih Rp5.000 lebih mahal daripada MinyaKita.

Oleh karena itu, jika harga MinyaKita sampai ikut naik mendekati harga minyak curah, para pedagang khawatir pilihan alternatif bagi masyarakat kurang mampu akan semakin terbatas.

"Jadi kalau masyarakat membeli minyak goreng, rata-rata memilih MinyaKita karena lebih murah," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.