TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Festival Lalampa bakal memeriahkan akhir pekan warga Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Festival Lalampa bakal berlangsung Minggu (7/6/2026) di Desa Toboli, tepatnya eks jembatan timbangan Toboli, pukul 09.00 Wita hingga 14.00 Wita.
Festival tahunan di Desa Toboli itu lebih spesial tahun ini.
Jika biasanya Festival Lalampa menjadi daya tarik karena ada Lalampa gratis.
Tahun ini, Festival Lalampa bakal dimeriahkan pasar UMKM dan pentas Budaya.
Baca juga: Dugaan Takaran BBM Tak Sesuai di SPBU Toboli, Pertamina Sebut Pengisian Sudah Sesuai Transaksi
Lalampa adalah makanan dari beras ketan yang dicampur dengan Ikan Tuna dan Ikan Cakalang yang dihaluskan.
Makanan tradisional itu biasanya tersaji dalam bungkusan daun pisang.
Diketahui, Desa Toboli merupakan lintasan kendaraan lintasprovinsi.
Terdapat rest area yang menjadi peristirahatan pengendara di desa tersebut yang dikenal dengan kuliner Lalampanya.
Hampir setiap warung di sepanjang jalan rest area itu menawarkan Lalampa.
Tingginya produksi Lalampa di desa itu pun menjadi perhatian pemerintah setempat untuk membuat agenda wisata tahunan bertajuk Festival Lalampa.
Kabupaten Parigi Moutong merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Sulteng, mencapai 461.000 jiwa berdasarkan data BPS 2025.
Baca juga: BPBD Parigi Moutong Ingatkan Warga Waspadai Potensi Hujan Lebat
Kabupaten ini memiliki garis pantai sepanjang 472 km yang melingkari Teluk Tomini.
Karena sejarah transmigrasi dan letak geografisnya yang terbuka, Parigi Moutong dihuni beragam etnis.
Selain suku asli seperti Kaili, Tomini, Tinombo, dan Lauje, wilayah itu menjadi rumah bagi komunitas besar suku Bali, Jawa, Bugis, Mandar, dan Minahasa.
Berada di sepanjang koridor Pantai Timur Sulawesi, Parigi Moutong menjadi jalur transit utama yang menghubungkan Kota Palu (ibu kota provinsi) dengan Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara.(*)