Kisah Erna Handayati Asal Blitar, Ubah Tali Plastik Menjadi Omzet Puluhan Juta Rupiah
Titis Jati Permata June 06, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id, BLITAR – Dari ruang tamu sederhana, lahir peluang besar.

Erna Handayati (40), ibu rumah tangga asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, berhasil mengubah keterampilan menganyam tali plastik menjadi usaha kerajinan tas yang mendatangkan omzet hingga Rp 20 juta per bulan.

Tangan Erna tampak cekatan menganyam tali plastik menjadi tas pesanan pelanggan, Sabtu (6/6/2026).

Saat itu ia tengah menyelesaikan order untuk acara hajatan.

"Musim sekarang ini pesanan yang ramai tas suvenir untuk acara hajatan," kata Erna.

Berawal dari Pelatihan di Kluarhan

Usaha ini ia tekuni sejak 2023, setelah mengikuti program pelatihan dari kelurahan. Ilmu dasar yang diperoleh kemudian ia kembangkan secara otodidak dengan menonton tutorial di internet.

"Setelah ikut pelatihan, saya coba produksi untuk dipasarkan. Alhamdulillah langsung ada pesanan," ujarnya.

Baca juga: Mama Muda di Blitar Sukses Bisnis Kerajinan Boks Hampers, Tembus 4 Ribu Pesanan saat Ramadan

Kini, Erna memproduksi beragam kerajinan berbahan tali plastik, mulai dari tas anyaman, tas belanja, wadah minum, hingga wadah buah.

Dipasarkan Via Online

Produk-produk itu dipasarkan secara online dan disetor ke toko suvenir di Blitar, Kediri, dan Surabaya.

Dalam sebulan, ia mampu menghasilkan 1.500–2.000 biji tas dengan harga Rp 6.000–Rp 20.000 per biji, tergantung ukuran.

"Omzet penjualan bisa mencapai Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per bulan," katanya.

Tak hanya mengandalkan dirinya sendiri, Erna juga memberdayakan lima hingga sepuluh ibu rumah tangga di lingkungannya.

"Sistemnya borongan. Mereka mengambil bahan dari saya, lalu pengerjaannya di rumah masing-masing," ujarnya.

Harga Bahan Baku Naik

Meski usaha berkembang, tantangan tetap ada.

Kenaikan harga bahan baku tali plastik sekitar 20 persen memaksa Erna menyesuaikan harga jual. 

"Harga jual tas saya naikkan Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per biji," ujarnya.

Namun bagi Erna, usaha ini bukan sekadar tambahan penghasilan untuk keluarga, melainkan juga sarana pemberdayaan.

"Selain itu, saya juga bisa memberdayakan ibu-ibu di lingkungan untuk ikut memproduksi kerajinan tas anyaman," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.