Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Kebakaran menghanguskan bangunan musala di SDN 1 Ketara, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (6/6/2026) siang.
Beruntung, respons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain maupun permukiman warga di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan pascakebakaran, bangunan musala mengalami kerusakan berat. Rangka atap berbahan kayu terbakar habis dan sebagian besar runtuh, meninggalkan lubang besar pada bagian atas bangunan.
Dinding yang sebelumnya berwarna kuning berubah menghitam akibat jelaga, sementara bagian dalam musala dipenuhi puing-puing, arang, dan genangan air bekas proses pemadaman.
Dinas Damkartan Lombok Tengah menerima laporan kebakaran melalui pesan WhatsApp pada pukul 10.56 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu 2 Pos Mabes Praya dan Pos Kuta langsung dikerahkan menuju lokasi dengan membawa peralatan dan personel pemadam.
Kepala Dinas Damkartan Lombok Tengah, H. Supardan, mengatakan pihaknya mengerahkan tim dari dua pos sekaligus untuk mempercepat penanganan kebakaran.
"Tim Regu 2 Pos Mabes Praya dan Pos Kuta segera menyiapkan peralatan dan personel dan meluncur ke lokasi," ujarnya melalui keterangan tertulis.
Menurut Supardan, tim tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WITA dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pendinginan menggunakan dua unit armada, termasuk mobil pemadam Falcon dari Mabes Praya.
Baca juga: Savana 3 Kini Jadi Primadona Baru untuk Berkemah Setelah Savana Propok Kebakaran
Proses pemadaman berlangsung hingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali. Setelah memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali, seluruh personel kembali ke pos pada pukul 12.15 WITA.
Sekretaris Dinas Damkartan Lombok Tengah, Masujiadi, mengatakan fokus utama petugas di lapangan adalah melokalisasi api agar tidak merembet ke bangunan sekolah lainnya maupun ke kawasan permukiman.
Ia menambahkan, hingga saat ini besaran kerugian akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan.
"Jumlah kerugian masih dalam penyelidikan pihak berwajib," ungkapnya.
(*)