TRIBUN-TIMUR.COM - Warga Soppeng, Toraja Utara, dan Wajo, tak perlu khawatir jika ingin nonton Piala Dunia 2026.
Ketiga daerah ini masuk wilayah blankspot sehingga tidak bisa menonton secara gratis.
PIC Nonton Bareng (Nobar) TVRI Sulawesi Selatan, Firmansyah Syaiful, mengatakan, Soppeng, Toraja Utara, dan Wajo, tetap bisa menonton Piala Dunia.
Warga cukup mendownload apilkasi Volapay yang juga bekerja sama dengan Maxstream.
Masyarakat dapat berlangganan paket khusus Piala Dunia seharga Rp85.000.
Paket Rp85 ribu bisa menyaksikan seluruh pertandingan mulai hari pertama hingga laga final pada 19 Juli 2026.
Penggunaan Set Top Box (STB) tidak menjadi solusi bagi wilayah yang masuk kategori blankspot.
Baca juga: Dapat Izin TVRI, RT/RW Makassar Bebas Gelar Nobar Pildun 2026
Di luar wilayah blankspot, pengguna TV di rumah yang sudah menangkap siaran digital, mereka cukup menggunakan antena biasa tanpa perlu biaya tambahan.
Bagi yang masih menggunakan TV analog, mereka hanya perlu menambahkan perangkat Set Top Box (STB) yang saat ini sangat terjangkau di pasaran.
Tidak hanya berfokus pada penyiaran, TVRI Sulawesi Selatan juga menyulap area kantornya menjadi pusat euforia Piala Dunia 2026 bagi warga Kota Makassar dan sekitarnya.
Selama 1,5 bulan penuh, kantor TVRI Sulsel akan membuka festival nonton bareng dengan kapasitas mencapai ratusan penonton.
Menariknya, event ini juga diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi lokal lewat kerja sama dengan pemerintah daerah.
TVRI Sulsel menyediakan ruang bagi puluhan UMKM untuk menggelar Pasar Makanan Murah setiap hari mulai pukul 16.00 WITA hingga 24.00 WITA.
Festival nobar di kantor TVRI ini dipastikan akan berjalan interaktif dengan hadirnya berbagai hiburan, games, serta kejutan acara spesial yang disiapkan secara masif, terutama saat turnamen memasuki babak 8 besar hingga partai puncak.
Masyarakat diharapkan segera mengonfirmasi titik nobarnya agar proses validasi data tidak menumpuk menjelang hari pembukaan.
Tarif Nobar Komersil Piala Dunia
Berdasarkan ketentuan penyelenggaraan nobar komersial Piala Dunia 2026, tarif yang dikenakan dibagi berdasarkan kapasitas penonton di lokasi kegiatan.
Untuk kapasitas hingga 50 orang dikenakan biaya Rp10 juta per lokasi.
Kapasitas 51–100 orang dikenakan tarif Rp15 juta, sedangkan kapasitas 101–200 orang sebesar Rp20 juta.
Untuk kapasitas yang lebih besar, tarif yang berlaku yakni Rp25 juta untuk kapasitas 201–300 orang, Rp30 juta untuk kapasitas 301–400 orang, Rp40 juta untuk kapasitas 401–500 orang, dan Rp50 juta untuk kapasitas 501–1.000 orang.
Penyelenggara dengan kapasitas 1.001–5.000 penonton dikenakan tarif Rp75 juta. Untuk kapasitas 5.001–10.000 orang tarifnya mencapai Rp100 juta, sedangkan kapasitas 10.001–50.000 penonton dikenakan biaya Rp150 juta.
Tarif tersebut berlaku selama masa penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 dengan total 104 pertandingan.
Biaya tersebut juga belum termasuk pajak.