Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan teguran kepada maskapai penerbangan yang melayani pemulangan jemaah haji Indonesia menyusul terjadinya sejumlah keterlambatan penerbangan (delay) dalam beberapa hari terakhir.
Hal tersebut disampaikan Gus Irfan saat ditemui di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (5/6/2026), usai melepas kepulangan jemaah haji Indonesia menuju Tanah Air.
Menurutnya, hingga saat ini proses pemulangan jemaah berjalan cukup baik.
Sebanyak 78 kloter atau sekitar 30.500 jemaah telah diberangkatkan kembali ke Indonesia, setara dengan sekitar 15,9 persen dari total jemaah haji Indonesia tahun ini.
"Alhamdulillah sampai hari ini sudah 78 kloter, sekitar 30.500 jemaah atau 15,9 persen dari seluruh jemaah. Semuanya sudah bisa sampai ke Tanah Air," ujarnya.
Meski demikian, Gus Irfan mengakui sempat terjadi sejumlah keterlambatan penerbangan yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi jemaah.
Karena itu, pihaknya langsung memberikan teguran kepada maskapai yang terlibat.
"Kemarin memang kita tegur penerbangan karena banyak terjadi delay-delay. Alhamdulillah hari ini sudah kembali membaik, tetapi kita ingatkan lagi kepada kedua penerbangan ini agar tidak terulang lagi," katanya.
Ia menjelaskan maskapai menyampaikan alasan keterlambatan disebabkan oleh tingginya kepadatan operasional di bandara.
Namun menurutnya, kondisi tersebut seharusnya dapat diantisipasi sejak awal.
"Alasannya kepadatan di bandara. Tetapi kepadatan itu seharusnya sudah bisa diperkirakan sebelumnya. Karena itu tetap kita tegur walaupun alasannya kepadatan," tegas Gus Irfan.
Menteri Haji menambahkan, setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak maskapai, kondisi penerbangan kini mulai kembali normal dan sesuai jadwal.
"Alhamdulillah hari ini sudah mulai kembali ke jadwal semula, tidak ada delay lagi. Saya harapkan sampai hari terakhir pemulangan nanti tetap tidak ada delay-delay lagi," ujarnya.
Selain memantau proses pemulangan jemaah dari Jeddah, Gus Irfan juga memastikan kesiapan layanan bagi jemaah gelombang kedua yang akan bergerak menuju Madinah.
Berdasarkan hasil peninjauannya, hotel, dapur katering, dan berbagai fasilitas pendukung di Madinah telah siap melayani jemaah.
Ia optimistis proses pemulangan jemaah haji Indonesia hingga akhir operasional dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti, termasuk terbebas dari keterlambatan penerbangan yang dapat mengganggu kenyamanan jemaah.