TRIBUNNEWS.COM - Timnas Portugal akan tampil di Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu tim favorit juara.
Barangkali penggemar yang menjagokan Portugal menjadi juara Piala Dunia 2026 bisa datang dari dua arah.
Mereka memang menginginkan Portugal menjadi juara sebab komposisi skuad yang luar biasa.
Terutama di sektor tengah yang sangat mewah bagi Portugal.
Ada Bruno Fernandes yang bakal memimpin kualitas serangan tim berjuluk Selecao Das Quinas.
Ia akan berpadu bersama Vitinha, Joao Neves, dan Bernardo Silva untuk menggalang pertahanan dan serangan sekaligus.
Baca juga: Masalah Barcelona Menular ke Timnas Inggris, Tuchel Bedah Rashford dan Gordon untuk Piala Dunia
Barangkali tak sedikit juga penggemar yang ingin menyaksikan Cristiano Ronaldo mengangkat trofi Piala Dunia, trofi bergengsi tingkat negara yang memang belum pernah dimenangi.
Namun harapan Portugal tak hanya tertuju kepada para pemainnya saja.
Pihak federasi juga sudah melakukan upaya besar dengan berani mengubah komposisi tim pelatih.
Mereka berhenti bekerja sama dengan pelatih Fernando Santos dan mengangkat Roberto Martinez sebagai penerus.
Pemilihan Martinez sebagai juru taktik selanjutnya sebenarnya tak meloloskan Portugal dari tanda tanya.
Trek rekor Martinez selama menjadi pelatih timnas bisa dibilang tak terlalu mentereng, khususnya saat tampil di Piala Dunia.
Memang ia pernah bertengger sebagai juara ketiga di Piala Dunia 2018 silam.
Namun hanya mendapatkan status sebagai juara ketiga bersama Belgia saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tak maksimal atau underachieved.
Pasalnya skuad Belgia saat itu diisi pemain yang baru berada di masa keemasan secara bersama-sama, seperti Vincent Kompany, Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, Eden Hazard, dan Romelu Lukaku.
Namun dengan berbagai sajian pemain bintang di dalam skuad, Martinez tak bisa membawa Setan Merah Eropa menjadi juara.
Ekspektasi yang tak berlebihan lantaran skuad Belgia saat itu paling mentereng sedunia.
Didukung dengan keberhasilan mereka menduduki peringkat 1 FIFA selama beberapa periode.
Kini, Martinez sudah membuka lembaran baru bersama Portugal.
Ia seperti mendapatkan sajian yang sama saat dirinya menangani Belgia beberapa waktu ke belakang.
Skuad Portugal saat ini sesak dengan nama-nama beken per lini.
Tantangan bagi Roberto Martinez untuk membawa Portugal berbicara lebih lantang daripada versi dirinya saat berada di Belgia.
Tak ada kesempatan lagi bagi Portugal untuk hanya puas menenteng trofi juara ketiga.
Cristiano Ronaldo dan kawan-kawannya yang lain merasa sudah saatnya mereka yang mengangkat trofi juara pertama, tak ada lagi gugur di fase knockout.
Sayangnya Martinez belum punya pengalaman membawa tim penuh bintang menjadi juara dunia.
Di eranya, Portugal memang berhasil menjadi juara Nations League dengan mengalahkan Spanyol.
Namun kompetisi tingkat Nations League dan Piala Dunia tak bisa disamakan.
Untuk itu, Roberto Martinez tak boleh underachieved lagi bersama skuad yang ia tangani saat ini, Portugal, seperti yang ia lakukan bersama Belgia silam.
Dukungan untuk Portugal
Timnas Portugal juga menjadi salah satu tim populer di Indonesia.
Tak sedikit figur yang menjagokan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan saat bertanding di ajang empat tahunan tersebut.
Sebagaimana yang ada dalam benak Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari.
Pria nomor satu di NOC Indonesia itu tak ragu menjagokan Portugal akan menjadi juara.
"Untuk Piala Dunia 2026, saya lihatnya ada tiga di pikiran saya, itu ada Argentina, Belanda, Portugal, tapi hati saya itu lebih ke Portugal," kata Raja Sapta Oktohari kepada Tribunnews pada Rabu (3/6/2026).
"Kenapa Portugal? Ya pertama saya memang suka sama Portugal dan ini juga akan jadi last dance-nya Ronaldo. Biasanya kalau last dance itu akan memberikan yang terbaik. Apalagi untuk orang seperti Ronaldo," tegasnya.
(Tribunnews.com/Guruh, Abdul Majid)