FPK Rajut Harmoni 26 Suku Etnis di Malinau, Jakaria Sebut Butuh Katup Pengaman yang Aktif Bergerak
Junisah June 06, 2026 06:32 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU-Berada di wilayah beranda depan perbatasan negara, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara memikul beban sosiologis yang tidak sederhana. 

Di balik semboyan Intimung (Indah, Tertib, Makmur, dan Unggul), wilayah ini dihuni oleh struktur masyarakat yang sangat majemuk, mencakup 11 suku asli dan sedikitnya 15 Paguyuban etnis. 

Hubungan horizontal di antara 26 kelompok kultural ini membutuhkan pengelolaan yang presisi agar perbedaan tidak meletup menjadi konflik sosial.

Kesadaran akan rentannya gesekan antar-etnis mendasari pembentukan Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kabupaten Malinau sejak tahun 2024. 

Baca juga: Termasuk Pemuda Lintas Etnis, 850 Personel Gabungan Kawal Keamanan Irau dan HUT Malinau Kaltara

Alih-alih sekadar menjadi wadah berkumpulnya para tokoh adat, forum ini diproyeksikan sebagai lembaga mediasi formal yang menjembatani komunikasi antar suku dan meredam potensi salah paham yang kerap muncul di akar rumput.

Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menegaskan stabilitas keamanan di tingkat lokal merupakan prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar jika Malinau ingin sejajar dengan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara. Dinamika sosial di Malinau membutuhkan katup pengaman yang aktif bergerak sebelum riak kecil telanjur membesar.

"Forum ini berfungsi untuk memediasi, mempersatukan suku bangsa dan paguyuban yang berdomisili di Kabupaten Malinau. Membangun Malinau perlu dukungan semua pihak dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersamaan dalam berbagai warna," ujar Jakaria.

Langkah memperkenalkan ruang dialog ini ke masyarakat luas dikemas melalui momentum peringatan Hari Lahir Pancasila sekaligus hari jadi FPK pada awal Juni 2026. 

Di tengah kejenuhan publik terhadap acara-acara formal birokrasi, pihak penyelenggara mencoba mencairkan pembatas sosiologis melalui aktivitas massa di ruang publik, seperti jalan sehat dan senam bersama yang melibatkan lintas komponen warga yang dilaksanakan Hari ini, Sabtu (6/6/2026).

FKP di Malinau ikut jalan sehat 02 06062026
AKTIVITAS MASSA - Warga dari berbagai suku dan etnis mengikuti jalan sehat dan senam bersama di ruang publik, Sabtu (6/6/2026). Hubungan horizontal antarsuku dirawat melalui ruang dialog dan interaksi natural di wilayah perbatasan negara.

Ketua Panitia Pelaksana, Anwar, menjelaskan pelibatan aktif seluruh lapisan masyarakat di ruang terbuka menjadi strategi taktis untuk membiasakan interaksi antarkelompok secara natural. 

"Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat Malinau. Kehadiran elemen pemerintah, mulai dari jajaran SKPD hingga perwakilan kecamatan, mempertegas posisi strategis forum dialog ini," kata Anwar.

Dalam lanskap politik dan ekonomi perbatasan yang dinamis, keberadaan lembaga mediasi seperti FPK bukan lagi sekadar pelengkap struktural atau pemanis birokrasi. Keberagaman sosiologis di Malinau menuntut adanya komitmen jangka panjang agar ruang penyeimbang pendapat ini tetap independen dan fungsional, bukan sekadar aktif saat momentum tahunan belaka.

(*)

Penulis: Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.