Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saifullah | Banda Aceh
SERAMBINEWSC.OM, BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Yayasan Jambo Minda (YJM) dan Osaka Gas Foundation of International Cultural Exchange (OGFICE), menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada puluhan siswa yang terdampak bencana hidrometeorologi pada sejumlah kabupaten di Aceh.
Program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang mengalami kesulitan akibat banjir dan cuaca ekstrem yang melanda berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan yang telah dilaksanakan di lima wilayah terdampak, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, dan Bener Meriah.
Hasil pendataan tersebut menjadi dasar penentuan penerima manfaat, dengan prioritas diberikan kepada siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang mengalami dampak langsung dari bencana.
Sebanyak 42 paket bantuan disalurkan kepada para siswa secara individual.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 paket diberikan kepada siswa SD dan 17 paket lainnya diperuntukkan bagi siswa SMP yang berasal dari berbagai daerah terdampak.
Baca juga: Bantuan Korban Banjir Tahap Pertama Diserahkan Mendagri untuk 5.141 KK di Aceh Tamiang
Setiap penerima memperoleh bantuan berupa uang tunai, Al-Qur'an, serta perlengkapan sekolah yang terdiri atas tas, buku tulis, alat tulis, pulpen, pensil, tumbler, dan berbagai kebutuhan belajar lainnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga yang terdampak bencana.
Perwakilan tim penyalur bantuan, Ratna Sari menjelaskan, bahwa kegiatan kemanusiaan ini tidak hanya bertujuan memberikan dukungan material.
Tetapi juga menjadi bentuk motivasi agar anak-anak tetap bersemangat melanjutkan pendidikan meskipun sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana alam.
Menurutnya, keberlangsungan pendidikan anak harus tetap menjadi perhatian bersama, terutama ketika keluarga sedang berupaya bangkit dari dampak banjir dan cuaca ekstrem yang merusak rumah maupun mata pencaharian.
"Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi para siswa agar tetap fokus belajar dan tidak kehilangan semangat dalam menempuh pendidikan di tengah situasi pascabencana," ujarnya.
Baca juga: Bupati Bireuen Tegaskan Bantuan Korban Banjir Harus Utuh tanpa Pemotongan
Kolaborasi antara USK, Yayasan Jambo Minda, dan Osaka Gas Foundation of International Cultural Exchange menjadi contoh sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi sosial, dan mitra internasional dalam memberikan respons cepat terhadap persoalan kemanusiaan di Aceh.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pendidikan para siswa, kegiatan tersebut juga membawa pesan solidaritas, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Ke depan, ketiga lembaga tersebut berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menjangkau lebih banyak wilayah dan penerima manfaat.
Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, sehingga anak-anak tetap memiliki kesempatan belajar dan meraih masa depan yang lebih baik meskipun menghadapi berbagai tantangan akibat bencana alam.(*)