Kepulangan Jemaah Haji Kloter 4 Palembang Diwarnai Suasana Haru dan Disambut Hujan Deras
tarso romli June 06, 2026 07:48 PM

 


SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti kedatangan jemaah haji asal Kota Palembang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 4, Sabtu (6/6/2026). Kedatangan para jemaah, termasuk rombongan KBIH Al-Multazam, disambut guyuran hujan deras saat tiba di kawasan Dekranasda Jakabaring, Palembang.

Meski hujan turun cukup lebat, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat ratusan anggota keluarga yang sudah memadati lokasi penjemputan sejak siang.

Begitu bus rombongan tiba, isak tangis bahagia dan pelukan hangat langsung pecah di antara jemaah dan pihak keluarga yang telah lama menanti.

Sedianya, rombongan yang menggunakan tiga armada bus ini dijadwalkan berhenti di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Jakabaring.

Namun, atas permintaan para jemaah yang sudah tidak sabar untuk bersua dengan keluarga, lokasi pemberhentian akhirnya dialihkan tepat di depan gerbang Dekranasda.

"Memang awalnya sudah kami arahkan untuk berhenti di depan MPP, tetapi karena keinginan jemaah yang ingin segera bertemu keluarga, akhirnya kami putuskan berhenti di sini (gerbang Dekranasda)," ungkap salah seorang petugas KBIH Al-Multazam di lokasi kejadian.

Cerita Keajaiban Fisik Jemaah Lansia

Salah satu momen paling menyentuh datang dari Abang Quraisy (70), atau yang akrab disapa Bang Wes.

Warga Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Plaju ini mengaku merasakan keajaiban fisik yang luar biasa selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Sebelum berangkat, kondisi fisik Bang Wes sempat dikhawatirkan oleh pihak keluarga saat menjalani manasik di Palembang karena faktor usia yang sudah senja.

Namun, setibanya di Mekkah, ia mengaku seluruh keluhan kesehatannya seolah lenyap seketika.

"Alhamdulillah, Allah Maha Segalanya. Pas di Mekkah, semua rasa sakit hilang. Saya merasa bugar, nafsu makan meningkat, dan istirahat cukup. Saya sangat bahagia sekali di sana. Kuncinya memang harus pasrah dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT," ujar Bang Wes dengan mata berkaca-kaca sembari berteduh di bawah pohon rindang.

Ia bersama sang istri, Suarni, tampak begitu bersyukur bisa kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat.

Di sisi lain, beberapa keluarga jemaah memilih untuk melakukan penjemputan di depan pintu pagar Asrama Haji Debarkasi Palembang.

Namun, bagi sebagian penjemput, area Jakabaring dinilai lebih kondusif dan aman.

"Kalau menurut saya lebih aman di sini (Jakabaring) dibandingkan di Asrama Haji. Di sana susah parkirnya dan bisa memicu kemacetan panjang. Kalau di sini areanya luas dan aman," ungkap Asih, penjemput yang sengaja datang dari kawasan Dwikora.

Total 1.770 Jemaah Sudah Tiba di Sumsel

Secara keseluruhan, sebanyak 441 jemaah haji Kloter 4 asal Kota Palembang telah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dan menyelesaikan proses administrasi di Asrama Haji Sumsel.

Rombongan ini sekaligus melengkapi kepulangan total 1.770 jemaah Debarkasi Palembang pada fase awal pemulangan ke tanah air.

Kendati demikian, perjalanan Kloter 4 ini tidak luput dari ujian duka.

Berdasarkan data manifestasi keagamaan, terdapat seorang jemaah asal Kota Palembang atas nama H. Tarmidi yang dilaporkan meninggal dunia saat sedang menunaikan ibadah di Mekkah.

Selain itu, satu jemaah lainnya atas nama Suryani binti Abu Bakar (66) meninggal dunia di daerah asal sebelum sempat diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kini, para jemaah yang berhasil kembali telah berkumpul bersama keluarga tercinta, membawa predikat haji mabrur serta untaian kisah spiritual yang mendalam dari baitullah.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.