TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perairan VTIS East Selat Malaka, Jumat (6/6) malam mendadak berubah mencekam ketika kapal kargo MV Golden Star 1 perlahan karam bersama ratusan kontainer muatannya.
Di atas geladak kapal patroli negara KNP 376 milik KSOP Khusus Batam, sembilan anak buah kapal hanya bisa duduk terdiam. Wajah mereka pucat. Tubuh lemas. Sebagian masih tampak syok usai berhasil lolos dari maut di tengah laut.
Mereka baru saja diselamatkan setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam hanya dalam hitungan menit.
Sorot mata para kru terlihat kosong. Tak banyak kata keluar dari mulut mereka malam itu.
Suasana di atas kapal patroli dipenuhi keheningan panjang, sesekali hanya terdengar suara mesin kapal dan hempasan ombak laut.
Di antara para kru, sang nakhoda MV Golden Star 1, Agen Sulistiawan, terlihat paling terpukul.
Pria itu duduk bersandar sambil menenangkan diri setelah melewati detik-detik paling mencekam sepanjang hidupnya.
Baca juga: Kapal Kargo Tenggelam di Perairan Batam, Ratusan Kontainer Berserakan di Selat Malaka
Raut wajah Agen tampak lelah dan pucat. Suaranya terbata-bata saat mencoba mengingat kembali bagaimana kapal yang dipimpinnya tenggelam di tengah jalur pelayaran internasional tersibuk itu.
“Saya sudah tidak ingat lagi kejadian itu. Bersyukur kami masih bisa selamat,” ujarnya pelan.
Agen mengaku tidak pernah menyangka pelayaran rutin dari Singapura menuju Pasir Gudang, Malaysia itu berubah menjadi tragedi laut.
Menurutnya, kapal baru saja keluar dari Singapura setelah proses pemuatan selesai dilakukan. Semua kondisi kapal sebelumnya telah dicek sebelum berlayar.
Namun nahas, saat berada di perairan VTIS East, kapal mendadak mengalami kebocoran serius di bagian forepeak atau haluan depan kapal.
Air laut masuk begitu cepat hingga kapal mulai miring.
“Kebocorannya cepat sekali. Tidak sampai 15 menit kapal sudah miring parah,” katanya.
Situasi di atas kapal langsung panik. Para kru berusaha melakukan komunikasi meminta bantuan sambil mencoba menyelamatkan diri.
Baca juga: Kapal Kargo Golden Star 1 Tenggelam di Perairan Batam, 107 Kontainer Hanyut ke Laut
Namun kondisi kapal terus memburuk. Haluan kapal perlahan tenggelam sementara buritan mulai terangkat ke atas permukaan laut.
“Saya sempat kembali ke depan kapal, tapi sudah tidak sempat lagi mengambil apa-apa,” ucap Agen lirih.
Dalam kondisi panik, para ABK akhirnya menyelamatkan diri menggunakan life raft sebelum kapal benar-benar hilang di dasar laut.
Tak lama kemudian, kapal patroli KNP 376 KSOP Khusus Batam tiba di lokasi setelah menerima laporan darurat.
Seluruh kru berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kesembilan kru kapal yang selamat yakni:
1. Ageng Sulistiawan (Nakhoda)
2. Guntur Pryowahyudi (Mualim I)
3. Muhammad Ini Mahfud (KKM)
4. Raditya Nugroho (Masinis II)
5. Lalenoh Paraeng (Bosun)
6. Maurice Awards Kakumansang (Jurumudi I)
7. Asir (Jurumudi II)
8. Lutfi Jauhari (Juruminyak I)
9. Nakhidin (Juruminyak II)
Usai dievakuasi, para ABK dibawa menuju Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Balai Karantina Kesehatan Batam.
Sementara itu, MV Golden Star 1 yang berbendera Tanzania dipastikan tenggelam bersama 107 kontainer muatan yang kini sebagian hanyut dan mengapung di sejumlah perairan Batam.
Kontainer-kontainer tersebut dilaporkan mulai tersebar hingga mendekati kawasan pesisir dan berpotensi membahayakan jalur pelayaran internasional di Selat Malaka.
Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan penyisiran laut dan evakuasi terhadap kontainer yang hanyut, sembari menyelidiki penyebab pasti kebocoran kapal kargo tersebut.
( tribunbatam.id/bereslumbantobing )
Caption : Sembilan ABK kapal MV Golden Star berbendera Tanzania yabg karam dievakuasi KPLP di atas KNP 376