Kabar terbaru dari Piala Dunia 2026 menyoroti Kylian Mbappe yang berbicara mengenai impiannya di Real Madrid, pandangannya tentang Barcelona, penampilan terbaiknya, serta rivalitasnya dengan dua ikon sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Bagi banyak pesepak bola profesional, bergabung dengan Real Madrid merupakan puncak karier. Namun bagi Kylian Mbappe, kedatangannya ke Santiago Bernabeu justru menjadi awal dari tantangan baru yang lebih besar.
Bintang asal Prancis itu secara terbuka membagikan pengalamannya bersama Real Madrid, ambisi masa depannya, serta para pemain yang memberi pengaruh besar dalam perjalanan kariernya.
Meskipun telah menikmati kesuksesan di level klub, Mbappe menegaskan bahwa fokus utamanya bukan sekadar mengoleksi trofi, tetapi membangun warisan yang akan dikenang dalam sejarah sepak bola.
Mbappe dan impiannya di Real Madrid
Saat mengenang perjalanannya di Real Madrid, Mbappe mengakui bahwa klub tersebut telah memenuhi segala ekspektasi yang ia miliki sebelum datang ke Spanyol.
“Sama persis seperti yang saya bayangkan. Bagi banyak orang, selain penggemar Barca, ini adalah klub terbaik di dunia. Rasanya luar biasa,” ujarnya.
“Saya pikir semua orang tahu bahwa Real Madrid melambangkan kehebatan. Barcelona memang telah menorehkan sejarahnya sendiri, tetapi Real Madrid adalah klub favorit dunia.”
“Saya bangga dan bahagia bisa bermain di sini. Saya ingin meninggalkan jejak di Real Madrid karena jika Anda membuat sejarah di klub terbaik di dunia, Anda akan diingat selamanya dalam sejarah sepak bola.”
Mbappe juga menambahkan bahwa ambisi pribadi masih menjadi salah satu pendorong utamanya. Ia menjelaskan, “Pertanyaan yang selalu saya tanyakan pada diri sendiri adalah apa yang masih ingin saya capai. Jawaban sederhana tentu memenangkan semua trofi, tetapi ada banyak hal yang lebih besar daripada sekadar menang.”
“Dalam sepak bola, selalu ada ruang untuk berkembang. Jika Anda berhenti, seseorang akan mengambil tempat Anda.”
Penampilan terbaik dan lawan tersulit
Ketika ditanya mengenai performa terbaiknya bersama Real Madrid sejauh ini, Mbappe menyebut satu malam spesial di Santiago Bernabeu.
“Saat saya mencetak hat-trick melawan Manchester. Itu adalah malam luar biasa di Liga Champions, pertandingan sistem gugur, dan saya berhasil mencetak tiga gol di Bernabeu,” kenangnya.
Meski sudah menjadi salah satu pemain elit dunia, Mbappe tetap menekankan pentingnya terus berkembang dan membuktikan diri di level tertinggi. Ia juga menyebut beberapa lawan yang paling sulit dihadapinya sepanjang karier.
“Beberapa tahun lalu saya senang menghadapi Virgil van Dijk karena dia diakui sebagai bek terbaik di posisinya. Dia luar biasa,” ujar Mbappe. “Di Piala Dunia, saya berharap bisa berhadapan dengan Cristiano Ronaldo atau Neymar. Mungkin itu akan menjadi turnamen terakhir bagi Cristiano.”
Rivalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo
Saat membahas perbandingan antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, Mbappe memberikan pandangan yang seimbang setelah pernah bermain dengan dan melawan keduanya.
“Saya pernah bermain bersama Messi dan menghadapi Cris. Dia idola saya sejak kecil, tapi setelah bermain dengan keduanya, saya tahu mereka sangat berbeda,” ucapnya. “Menurut saya, rivalitas antara mereka adalah sesuatu yang positif.”
“Jika seseorang mengatakan Ronaldo tidak berbakat atau Messi tidak bekerja keras, itu berarti mereka tidak pernah melihat bagaimana keduanya berlatih setiap hari.”
Di Palangka Raya, seorang penggemar bernama Fajar mengungkapkan keyakinannya terhadap tim nasional Prancis yang dipimpin Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026.
“Kalau saya dukung Prancis,” ujar Fajar saat ditemui di tempat kerjanya, Sabtu (30/5/2026).
Fajar mengaku telah lama mendukung Les Bleus dan selalu menjagokan mereka di berbagai turnamen besar. Ia bahkan mengenakan jersey timnas Prancis saat bekerja sebagai bentuk dukungannya.
“Karena ada si kura-kura ninja, Mbappe, idola saya,” katanya sambil tersenyum. Julukan itu, menurutnya, membuat sosok Mbappe semakin mudah diingat.
Ia menilai Mbappe adalah salah satu pemain terbaik dunia saat ini. “Dia itu mega bintang di zaman sekarang,” ujarnya.
Kylian Mbappe
Mbappe masih menjadi sosok paling berpengaruh di skuad Prancis. Analisis taktik FIFA pada Piala Dunia 2022 menyoroti bagaimana posisi ofensifnya yang tinggi dan melebar membuat lawan kesulitan, serta memaksa mereka menyesuaikan strategi bertahan.
Dengan torehan delapan gol dan raihan Sepatu Emas di turnamen tersebut, Mbappe semakin memperkuat statusnya sebagai pusat serangan utama Prancis.
Namun, tekanan di turnamen besar tetap menjadi tantangan. Jika ia tidak berada dalam kondisi terbaik, efektivitas serangan Prancis bisa menurun karena sistem permainan mereka sangat bergantung pada kecepatan dan daya ledak Mbappe.
Ousmane Dembele
Dembele menawarkan dimensi berbeda bagi Prancis. Ia dikenal dengan kecepatan, kemampuan menggiring bola di ruang sempit, serta kreativitas dari sisi sayap.
Di tim yang sering bergantung pada permainan langsung Mbappe, kehadiran Dembele memberi variasi yang membuat Prancis lebih sulit ditebak. Namun, konsistensinya sering dipertanyakan.
Dembele mampu mengubah jalannya pertandingan dengan satu momen magis, tetapi tantangan terbesarnya adalah mempertahankan performa tersebut secara berkelanjutan.
William Saliba
Di lini belakang, William Saliba menjadi figur penting bagi Prancis. Ia dikenal dengan kemampuan membaca permainan, penguasaan ruang, dan ketenangan di bawah tekanan.
Namun, posisinya sebagai starter belum sepenuhnya aman karena Prancis memiliki beberapa bek tengah berkualitas. Pelatih Didier Deschamps dikenal fleksibel dalam melakukan rotasi sesuai kebutuhan taktis.
N'Golo Kante
Kante tetap menjadi salah satu pemain paling dihormati di tim nasional Prancis. Ia memberikan keseimbangan, perlindungan bagi lini belakang, dan kebebasan bagi pemain kreatif untuk berkreasi.
Meski tidak lagi berada di puncak kemampuan fisiknya, pengalaman dan kecerdasannya di lapangan tetap menjadi aset berharga dalam turnamen besar.
Namun, faktor usia dan ritme permainan menjadi perhatian utama. Setelah tidak lagi bermain secara rutin di level tertinggi, performanya bisa saja menurun di laga-laga penting.
Kiper:
Mike Maignan (AC Milan)
Robin Risser (Lens)
Brice Samba (Rennes)
Bek:
Lucas Digne (Aston Villa)
Malo Gusto (Chelsea)
Lucas Hernández (Paris Saint-Germain)
Theo Hernández (Al Hilal)
Ibrahima Konaté (Liverpool)
Jules Koundé (Barcelona)
Maxence Lacroix (Crystal Palace)
William Saliba (Arsenal)
Dayot Upamecano (Bayern Munich)
Gelandang:
N'Golo Kanté (Fenerbahçe)
Manu Koné (AS Roma)
Adrien Rabiot (AC Milan)
Aurélien Tchouaméni (Real Madrid)
Warren Zaïre-Emery (Paris Saint-Germain)
Penyerang:
Maghnes Akliouche (AS Monaco)
Bradley Barcola (Paris Saint-Germain)
Rayan Cherki (Manchester City)
Ousmane Dembélé (Paris Saint-Germain)
Désiré Doué (Paris Saint-Germain)
Jean-Philippe Mateta (Crystal Palace)
Kylian Mbappé (Real Madrid)
Michael Olise (Bayern Munich)
Marcus Thuram (Inter Milan)
Pelatih: Didier Deschamps