Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Layanan kesehatan untuk pasien HIV disiapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.
Dinkes Kabupaten Tulungagung menyiapkan 13 rumah sakit dan 32 Puskesmas yang bisa diakses oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Baca juga: Pengamanan Suran Agung PSHT di Trenggalek Bakal Diperketat, Akan Ada Peningkatan Eskalasi Ketertiban
Selain itu, ada empat klinik yang juga digandeng untuk melakukan skrining HIV.
"Dengan 13 rumah sakit dan 32 Puskesmas, semua sudah bisa terlayani di semua wilayah," jelas Kepala Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani.
Masyarakat juga bisa melakukan tes HIV di semua Puskesmas dan empat klinik yang digandeng Dinkes.
Puskesmas dan rumah sakit ini juga menjadi tempat para ODHA mendapatkan obat antiretroviral (ARV) untuk menekan jumlah virus di tubuhnya.
Para pasien ODHA ini juga terhubung lewat aplikasi Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehingga terpantau.
"Lewat SIHA kita jadi tahu, kapan harus ambil obat (ARV). Biasanya interval satu bulan, mereka harus datang," sambung Desi.
Untuk mengambil ARV ini, para pasien memang harus datang sendiri untuk bertemu dokter layanan.
Para pasien akan diperiksa kondisi kesehatannya setiap kali mengambil ARV.
Dalam sejumlah kasus, petugas medis yang melakukan kunjungan ke rumah untuk mengantarkan ARV dan memeriksa kesehatannya.
"Kalau itu kondisi khusus, misalnya pasien belum siap mental untuk datang ke fasilitas kesehatan. Atau mereka tidak punya sepeda motor, sehingga kami yang mengalah datang, karena ARV kan tidak boleh putus," paparnya.
Dinkes juga menggandeng empat LSM yang mendampingi pasien ODHA.
Menurut Desi, ada kerja sama kolaboratif sehingga tidak semua ditanggung tenaga kesehatan.
Para penjangkau dari aktivis LSM pegiat HIV/AIDS ini ada di Puskesmas untuk membantu tenaga kesehatan.
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan menambahkan, ARV menekan jumlah virus dalam tubuh pasien sampai tahap tak terdeteksi.
Dengan demikian, daya tahan tubuh pasien baik, tidak muncul infeksi oportunistik, dan tidak ada komplikasi penyakit.
"Mereka bisa memperpanjang angka harapan hidup, kualitas hidupnya juga bagus. ODHA tetap bisa mempertahankan masa hidup yang berkualitas," ujarnya.
Akumulasi pasien HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung sejumlah 4.498 orang, dan 1.298 di antaranya sudah meninggal dunia.
Saat ini ada 3.242 pasien yang mengakses ARV dan 1.476 orang dalam pengobatan.
Mereka yang tidak mengambil ARV kurang dari tiga bulan sebanyak 50 orang.
Pasien yang gagal follow up di atas tiga bulan, namun kurang dari dua tahun ada 246 orang.
Sedangkan yang tidak aktif lebih dari dua tahun ada 1.151 orang.