TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Pemandangan kabel semrawut yang menggantung di langit Kecamatan Kayuagung perlahan mulai menghilang.
Bukan sekadar merapikan jaringan kabel yang menjuntai, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tengah menata wajah kota agar lebih estetik, aman, dan nyaman dipandang.
Penataan jaringan kabel utilitas udara di kawasan perkotaan ini terus berlanjut pada Sabtu (6/6/2026) sore. Tim gabungan kembali menyisir sepanjang Jalan Pahlawan untuk melanjutkan progres penertiban yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah titik.
Di lokasi, kabel-kabel fiber optik maupun utilitas lainnya yang selama ini menggantung tidak beraturan dan tumpang tindih mulai diikat, ditata, serta dikelompokkan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) OKI, Adi Yanto, menegaskan penertiban ini bukan sekadar urusan keindahan visual, melainkan juga menyangkut keselamatan masyarakat dan ketertiban infrastruktur digital.
"Penataan ini adalah wujud komitmen Pemkab OKI untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga. Kabel yang dibiarkan semrawut tidak hanya merusak estetika wajah kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan," ujar Adi Yanto di sela-sela kegiatan penataan.
Menurut Adi, pihaknya akan terus berkoordinasi secara intensif dengan para penyelenggara layanan telekomunikasi dan utilitas agar proses penataan berjalan selaras.
"Kami ingin pengelolaan infrastruktur utilitas ke depan jauh lebih baik dan terstandarisasi. Ini merupakan langkah jangka panjang. Semua penyedia layanan kami dorong untuk kooperatif merapikan jaringannya agar mendukung tata ruang Kota Kayuagung yang semakin tertata," tegasnya.
Adi mengatakan perubahan dari hasil penataan tersebut mungkin tidak langsung terlihat secara menyeluruh dalam waktu singkat. Namun, pembenahan yang dilakukan secara bertahap dari satu ruas jalan ke ruas jalan lainnya menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah.
"Pada akhirnya, sebuah kota yang baik bukan hanya diukur dari seberapa megah pembangunan baru yang didirikan, tetapi juga bagaimana merawat, menjaga, dan menata apa yang sudah ada demi kenyamanan seluruh masyarakat," tutupnya.