Laporan Wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Upaya meningkatkan prestasi olahraga pencak silat terus dilakukan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia Kabupaten Kediri.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui penataran bagi pelatih dan wasit juri pencak silat tingkat Kabupaten Kediri tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sekretariat DPC PKB Kabupaten Kediri tersebut diikuti pelatih serta wasit juri dari berbagai perguruan pencak silat yang berada di bawah naungan IPSI Kabupaten Kediri, Sabtu (6/6/2026).
Penataran dibuka langsung oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Kediri dan dihadiri jajaran pengurus harian IPSI Kabupaten Kediri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari pelatih nasional Nur Azmi Rifa'i dan wasit juri nasional Dian Meirina Amalia.
Sekretaris Umum Pengkab IPSI Kabupaten Kediri, Nugroho Setyo Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan pencak silat di Kabupaten Kediri.
Baca juga: Produksi Gula Ditarget Naik, Menteri Koperasi Ferry Dukung Kemitraan Koperasi dan Industri di Kediri
Menurutnya, pelatih memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan atlet, sementara wasit dan juri menjadi elemen yang menentukan kualitas pelaksanaan pertandingan.
"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelatih, menyamakan persepsi mengenai metode kepelatihan dan peraturan pertandingan yang berlaku, serta meningkatkan kualitas pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Kediri," jelasnya.
Selain meningkatkan kompetensi pelatih, IPSI Kabupaten Kediri juga berupaya memperkuat kemampuan para wasit dan juri agar mampu menjalankan tugas secara profesional sesuai regulasi terbaru.
"Kami ingin menyiapkan wasit dan juri yang kompeten sehingga mampu mendukung lahirnya prestasi-prestasi atlet pencak silat Kabupaten Kediri," jelasnya.
"Kegiatan seperti ini juga penting karena setiap ada perubahan regulasi dari IPSI maupun pesilat, seluruh pelatih dan perangkat pertandingan harus memahami aturan yang terbaru," imbuhnya.
Nugroho menjelaskan, pelaksanaan penataran dilakukan menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan aturan yang berlaku di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, pembaruan pengetahuan menjadi hal penting agar seluruh pelaku olahraga pencak silat memiliki pemahaman yang sama.
Lebih lanjut, Nugroho berharap hasil penataran dapat memberikan dampak positif terhadap pembinaan atlet, terutama dalam menghadapi berbagai kejuaraan mendatang.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan menjadi fondasi penting untuk mendukung target prestasi olahraga Kabupaten Kediri.
"Harapan kami ke depan, IPSI Kabupaten Kediri bisa menyinkronkan program kerja dengan KONI Kabupaten Kediri guna menyongsong target masuk lima besar pada Porprov Jawa Timur 2027," katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, memberikan apresiasi atas langkah IPSI Kabupaten Kediri yang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pencak silat.
Menurutnya, prestasi atlet tidak hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi juga kualitas pelatih, sistem pembinaan, dan perangkat pertandingan yang profesional.
"Prestasi atlet tidak lahir secara instan. Dibutuhkan pelatih yang kompeten, pembinaan yang terarah, serta perangkat pertandingan yang memahami aturan dengan baik. Penataran seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi," jelasnya.
Hakim menegaskan KONI Kabupaten Kediri akan terus mendukung berbagai program peningkatan kapasitas SDM yang dilakukan cabang olahraga, termasuk pencak silat yang selama ini menjadi salah satu penyumbang prestasi daerah.
"Kami berharap melalui kegiatan ini kualitas pembinaan atlet pencak silat semakin meningkat. Dengan SDM yang semakin baik, target Kabupaten Kediri untuk bersaing dan meraih hasil maksimal pada Porprov 2027 tentu akan semakin terbuka," tandasnya.
Sementara itu, cabang olahraga padel resmi terbentuk di Kabupaten Kediri sebagai langkah awal pengembangan olahraga yang tengah naik daun di Indonesia.
Pembentukan kepengurusan ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan olahraga yang tengah naik daun tersebut, sekaligus menyiapkan atlet berprestasi di tingkat regional hingga nasional.
Pengukuhan pengurus padel Kabupaten Kediri mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk pengurus provinsi hingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.
Ketua Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Timur, Rudie Rusdianto menyampaikan bahwa perkembangan padel di wilayah Jatim menunjukkan tren yang sangat positif.
"Padel mulai tumbuh di Jatim, ini pertumbuhan yang luar biasa. Dulu ekspektasi saya hanya di kota besar, sekarang bisa di kabupaten/kota daerah," katanya usai acara pengukuhan dan pelantikan PBPI Kabupaten Kediri di Padel Panjalu Club, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, perkembangan fasilitas harus diiringi dengan peningkatan kualitas atlet. Hal ini penting mengingat padel mulai dipersiapkan sebagai salah satu cabang yang akan dipertandingkan dalam ajang Porprov Jawa Timur 2027.
Rudie menegaskan bahwa pembinaan atlet menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh daerah. Ia berharap setiap daerah, termasuk Kabupaten Kediri, mampu mengirimkan perwakilan atlet dalam berbagai kejuaraan.
"Kita juga akan membentuk pembinaan atlet untuk kejuaraan dan mempersiapkan atlet untuk Porprov Jatim 2027," jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa padel kini telah berkembang pesat di tingkat nasional bahkan mulai dilirik dalam ajang internasional seperti SEA Games.