Lamongan Raih Penghargaan Nasional Kemendikdasmen, Unggul dalam Literasi Digital
Samsul Arifin June 06, 2026 10:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan berhasil meraih penghargaan Terbaik 3 Nasional dalam Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) untuk pembelajaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat atas tingginya partisipasi insan pendidikan dan masyarakat Lamongan dalam mengakses serta memanfaatkan buku digital melalui platform SIBI untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan penguatan budaya literasi.

Dorong Transformasi Pendidikan Digital

Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) merupakan platform digital resmi Kemendikdasmen yang menyediakan berbagai koleksi buku teks dan nonteks dalam beragam format, mulai dari PDF, audio, hingga buku interaktif.

Platform ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis digital di Indonesia, sekaligus memperluas akses sumber belajar yang lebih mudah, cepat, dan merata bagi siswa, guru, hingga masyarakat umum.

Baca juga: Dolar AS Tembus Rp 18.000, Pelaku Industri Besi di Lamongan Keluhkan Lonjakan Biaya

Apresiasi atas Kolaborasi Dunia Pendidikan

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi seluruh elemen pendidikan di Kabupaten Lamongan dalam membangun budaya literasi yang kuat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, penghargaan nasional ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, penilik, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga masyarakat.

“Selain untuk kebutuhan proses belajar-mengajar, akses dan pemanfaatan buku di SIBI ini juga tidak terlepas dari berbagai kegiatan kreatif dan inovatif yang mendorong pengembangan budaya literasi di Lamongan,” ujar Yuhronur, Sabtu (6/6/2026).

Program Literasi Dorong Keterlibatan Masyarakat

Ia menjelaskan sejumlah program literasi yang telah dijalankan Pemkab Lamongan turut berkontribusi dalam penguatan budaya membaca, seperti Lomba Ayah Bunda Bercerita untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Lomba Cerdas Mengulas Buku bagi pelajar.

Program tersebut dinilai berhasil mendorong keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang lebih aktif dan berkelanjutan.

Dorong Literasi Digital Berkelanjutan

Bupati Yuhronur menegaskan penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Lamongan dalam mendukung transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital serta penyediaan sumber belajar yang mudah diakses masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.

Dengan capaian tersebut, Pemkab Lamongan berharap literasi digital masyarakat terus meningkat sehingga mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di tingkat global.

Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi modern di sektor pertanian.

Salah satunya ditunjukkan dalam kegiatan tanam padi menggunakan drone yang digelar di Desa Kebalan Kecamatan Sekaran, di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang dilakukan Menteri Pertanian Ad Interim,  Sudaryono, didampingi  Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy tersebut menjadi bagian dari percepatan peningkatan produksi pangan sekaligus mendorong modernisasi pertanian di tingkat petani.

Para petani bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian memanfaatkan teknologi mesin tanam padi atau rice transplanter,  drone untuk penebaran benih maupun pupuk di area persawahan.

Drone Pertanian: Solusi Modern untuk Efisiensi

Selain itu, penggunaan alat dan mesin pertanian juga diharapkan dapat mempercepat proses tanam sehingga target peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian dapat tercapai.

Kehadiran rice transplanter dan drone pertanian menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan.

Mentan RI Ad Interim, Sudaryono  mengapresiasi tinggi terhadap capaian sektor pertanian di Kabupaten Lamongan yang dinilai menjadi salah satu daerah percontohan keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia.

Ia mengaku terkesan dengan semangat petani Lamongan yang dinilai berkontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Ini pertama kali saya datang ke Lamongan sebagai Wakil Menteri Pertanian. Saya melihat langsung semangat para petani yang luar biasa di daerah ini," kata Sudaryono.

Menurutnya, Lamongan layak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat karena keberhasilannya dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Sudaryono mengibaratkan petani berprestasi seperti seorang anak yang berhasil menjadi juara dan membanggakan orang tuanya.

"Kalau seorang anak berprestasi dan menjadi juara, biasanya apa yang diminta akan diusahakan dipenuhi oleh orang tuanya. Begitu juga dengan petani. Kalau petani menjadi juara, tentu pemerintah harus memberikan dukungan yang lebih besar," ujarnya.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk tidak ragu menyampaikan berbagai kebutuhan sektor pertanian yang masih diperlukan.

"Kalau masih ada kebutuhan untuk mendukung kemajuan pertanian di Lamongan, silakan disampaikan. Pemerintah pusat akan berupaya membantu, baik sarana produksi, alat mesin pertanian maupun kebutuhan lain yang dapat meningkatkan produktivitas petani," katanya.

Sudaryono juga menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan tidak lepas dari kerja keras para petani di berbagai daerah, termasuk Lamongan.

Menurutnya, peningkatan produksi pangan nasional mulai menunjukkan dampak positif terhadap upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor beras.

"Produksi pangan nasional terus meningkat. Indonesia semakin mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor beras," ucapnya.

Pemerintah saat ini terus berupaya memperkuat produksi dalam negeri agar kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi oleh hasil petani Indonesia sendiri.

Tidak hanya beras, pemerintah juga menargetkan pengurangan impor untuk berbagai komoditas pangan lainnya.

"Target kita bukan hanya mengurangi impor beras, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas pangan lain, " katanya.

Caranya dengan meningkatkan produksi, memperbaiki infrastruktur pertanian, memperlancar distribusi pupuk, dan memastikan harga hasil panen petani tetap menguntungkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.