Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Onong Boro
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (DPP FKPTT), Eurico Guterres, meminta pihak yang menuding adanya monopoli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh oknum eks Timor-Timur di Nusa Tenggara Timur untuk membuktikan tuduhan tersebut secara terbuka dan bertanggung jawab.
Menurut Eurico, tuduhan yang beredar tidak hanya menyasar individu tertentu, tetapi juga berpotensi mencoreng nama baik puluhan ribu warga eks Timor-Timur yang hingga kini masih berjuang menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
"Yang makan siapa, berak di mana, kok kami yang kena baunya?" ujar Eurico saat ditemui wartawan di Sekretariat DPP FKPTT di Kupang, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Ungkap Hambatan Pelaksanaan MBG, Korwas BGN TTS Dorong Petani Lokal Tanam Buah dan Sayur
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap unggahan sebuah akun Facebook yang meminta Kejaksaan Tinggi NTT menangkap pihak yang disebut sebagai "mafia titik MBG" dan "mafia yayasan" yang diduga berasal dari kalangan eks Timor-Timur.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menyebut adanya oknum-oknum eks Timor-Timur yang diduga memonopoli program MBG dari hulu hingga hilir. Namun, unggahan itu tidak menyertakan identitas pihak yang dituduh maupun bukti yang dapat diverifikasi publik.
Karena itu, Eurico meminta pemilik akun untuk bersikap transparan dengan membuka data serta menyebutkan secara jelas pihak yang dimaksud.
"Kalau ada oknum eks Timor-Timur, ya sebutkan siapa orangnya. Jangan hanya berlindung dengan kata oknum, lalu semua orang ikut dicurigai," tegasnya.
Baca juga: Satu Dapur MBG di TTS Sempat Berhenti Beroperasi Karena Keterlambatan Administrasi
Eurico bahkan mempersilakan namanya disebut apabila memang terdapat bukti yang mengarah kepadanya.
"Katakanlah Eurico Guterres. Saya tidak keberatan. Tapi mari kita buktikan, benar atau tidak saya menguasai program dari hulu sampai hilir," katanya.
Sebagai langkah organisasi, FKPTT berencana mendatangi Polda NTT pada Senin (8/6/2026). Menurut Eurico, langkah tersebut bukan untuk membungkam kritik atau mempidanakan suara publik, melainkan mendorong adanya klarifikasi yang objektif dan berbasis fakta.
"Yang kita inginkan agar pemilik akun ini kooperatif dan terbuka. Kalau tidak, persepsi masyarakat di NTT bisa berkembang seolah-olah program ini dikuasai oleh oknum-oknum eks Timor-Timur dan siapa pun yang ingin terlibat harus melalui mereka," ujarnya.
Di sisi lain, Eurico menegaskan bahwa FKPTT mendukung penuh upaya pemerintah maupun aparat penegak hukum dalam mengusut setiap dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Baca juga: Dapur MBG Langga Lero Berjalan Normal, Sehari Layani 2000-an Siswa
Menurutnya, pengawasan terhadap program tersebut sangat penting karena menyangkut penggunaan anggaran negara serta kebutuhan masyarakat luas.
"Kalau ada mafia, tangkap. Kalau ada korupsi, proses. Tidak ada yang kebal hukum. Kami justru mendukung pembersihan itu," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar dugaan pelanggaran yang dilakukan individu tertentu tidak digeneralisasi kepada seluruh komunitas eks Timor-Timur. Hingga saat ini, kata Eurico, masih banyak warga eks Timor-Timur di NTT yang menghadapi berbagai persoalan mendasar, seperti akses lahan, perumahan, pekerjaan, dan pendidikan.
"Jangan karena ulah satu atau dua orang, lalu semua eks Timor-Timur dicap mafia. Itu tidak adil," katanya.
Eurico berharap klarifikasi melalui aparat penegak hukum dapat memberikan kepastian informasi kepada publik sekaligus mencegah berkembangnya prasangka terhadap kelompok tertentu.
Baca juga: Siswa Tidak Terima Paket Makanan MBG Saat Libur Sekolah
Sementara itu, berdasarkan tangkapan layar unggahan yang beredar, akun Facebook tersebut menulis, "Kajati ayo tangkap. Di NTT para mafia titik MBG dan mafia yayasan yang monopoli hulu sampai hilir adalah oknum-oknum eks Tim-Tim."