Haneul Clinic Gelar Kelas Nafas Cinta Perdana di Bekasi, Peserta Akui Beban Pikiran Berkurang
Joseph Wesly June 06, 2026 10:50 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN- Haneul Clinic Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, menggelar kelas Nafas Cinta untuk pertama kalinya bagi masyarakat umum di Kota Bekasi pada Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Haneul Clinic lantai dua itu diikuti oleh karyawan, pasien, hingga masyarakat umum.

"Jadi, mereka mempelajari teknik pengaturan napas untuk membantu mengelola emosi dan menghadapi beragam persoalan hidup dengan lebih tenang," kata Direktur Operasional Haneul Clinic, Aryanti A, di lokasi, Sabtu (6/6/2026)

Aryanti menjelaskan, program tersebut berawal dari pengalaman pribadinya mengikuti kegiatan serupa yang dipandu oleh coach Auk sejak 2024.

Menurutnya, metode yang diajarkan dalam kelas tersebut memberikan dampak positif sehingga kemudian diterapkan di lingkungan internal perusahaan.

Seiring berjalannya waktu, Aryanti menilai manfaat kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh karyawan, tetapi juga layak diperkenalkan kepada pasien dan masyarakat yang lebih luas.

Berdasarkan hal itu, Haneul Clinic membuka kesempatan bagi pasien secara umum, serta kolega untuk mengikuti kelas Nafas Cinta yang digelar secara terbatas.

"Hari ini akhirnya terwujud. Tujuannya memang kami ingin semua orang merasakan bahwa apa yang menjadi beban saat ini tidak lagi menjadi beban. Orang yang tadinya bingung menyelesaikan masalah bisa menemukan caranya," menjelaskan.

Aryanti menuturkan, jumlah peserta sengaja dibatasi maksimal 35 orang dengan tujuan interaksi antara peserta dan coach dapat berlangsung lebih intensif.

Sebab, suasana yang lebih privat memungkinkan setiap peserta mendapatkan perhatian dan pendampingan secara personal selama sesi berlangsung.

"Kami berharap ini bisa menjadi wadah bersama untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan impact yang baik juga bagi lingkungan," harapnya.

Menanggapi agenda tersebut, seorang peserta, Desi, mengaku merasakan manfaat setelah mengikuti kelas Nafas Cinta sejak pagi hingga siang hari.

Menurutnya, materi yang diberikan berfokus pada pengaturan napas sebagai sarana untuk membantu mengelola emosi dan menghadapi berbagai persoalan hidup.

"Tadi kami belajar mengatur napas dan bagaimana menyelesaikan masalah. Belajar juga untuk menghadapi kehidupan ke depannya," kata Desi.

Desi mengaku merasakan perubahan setelah mengikuti sesi tersebut.

Perasaan yang sebelumnya terasa berat perlahan menjadi lebih ringan setelah mengikuti berbagai latihan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

"Terasa banget. Yang tadinya di hati terasa berat, sekarang setelah mengikuti kegiatan Nafas Cinta ini terasa lebih plong," ujarnya.

Desi menilai teknik yang diajarkan dalam kelas tersebut dapat menjadi bekal untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terkhusus saat menghadapi tekanan atau persoalan yang datang secara tiba-tiba.

Sebagai gambarannya, ia berfikir beberala orang kerap merasa takut terlebih dahulu ketika menghadapi masalah.

Padahal, kondisi tersebut dapat dikelola dengan lebih baik apabila seseorang mampu menenangkan diri dan mengatur pernapasan.

"Kebanyakan orang kalau punya masalah itu takut duluan. Di sini diajarkan supaya lebih tenang dengan mengatur napas," ucapnya.

Desi pun menyatakan keinginannya untuk kembali mengikuti kegiatan serupa apabila kembali digelar oleh Haneul Clinic di masa mendatang.

"Insya Allah ikut lagi kalau ada kelas berikutnya," jelasnya. (M37)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.