Pertunjukan Saman Hipnotis Penonton Busan International Dance Festival
Sri Widya Rahma June 06, 2026 10:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Busan, Korea Selatan

TribunGayo.com, BUSAN - Penampilan perdana Tari Saman yang diawali pembacaan puisi Seribu Saman berhasil menghipnotis pengunjung Busan International Dance Festival (BIDF) di Haeundae Beach Stage, sebuah panggung terbuka di bibir pantai Busan, Sabtu (6/6/2026) petang waktu setempat.

Baca juga: Busan Internasional Dance Festival Dibuka, Delegasi Saman Kenakan Busana Kerawang Gayo

Pertunjukan Saman benar-benar memukau. Tepuk tangan penonton berkali-kali terdengar sepanjang pertunjukan sebagai tanda apresiasi atas penampilan para seniman  tersebut.

Pertunjukan diawali dengan pembacaan puisi Seribu Saman oleh penyair Fikar W Eda yang mengenakan pakaian adat Gayo lengkap dengan kain Upuh Ulen-Ulen.

Ia memainkan gerak Tari Guel, laksana elang mengepakkan sayap mengitari panggung dengan latar laut Busan yang membentang indah.

Sambil membacakan puisi, Fikar juga memainkan alat musik canang yang digantung di lehernya, menciptakan perpaduan antara bunyi, gerak, dan kata-kata yang memikat perhatian penonton.

Panggung alam terbuka itu seolah bergemuruh ketika 13 pemain Saman memulai pertunjukan dengan "rengum", suara pembuka khas Tari Saman.

Penonton terhenyak saat melihat gerakan tangan para penari semakin cepat dan kompak memasuki rangkaian gerak berikutnya.

Tepuk tangan berulang kali terdengar setiap kali para pemain Saman yang terdiri atas siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas berpindah ke pola gerak berikutnya.

Baca juga: Duta Saman Institute: Menjaga Denyut Saman Gayo di Panggung Dunia

Kekompakan, kecepatan, dan energi yang ditampilkan membuat penonton larut dalam suasana pertunjukan.

Apresiasi memuncak ketika seluruh pemain Saman meninggalkan panggung. Penonton memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk penghormatan atas penampilan yang memikat tersebut.

Pertunjukan ini semakin kuat dengan tata suara yang ditangani oleh Zulhaspan Nasution.

"Alhamdulillah, kita telah menghadirkan salah satu penampilan terbaik," kata Aminullah Adnan, pelatih Saman dari Duta Saman Institute (DSi).

Ketua Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga), M Aris, mengaku terharu menyaksikan penampilan perdana tim Saman di festival internasional tersebut.

"Saya mendapat banyak apresiasi dari penonton setelah pertunjukan selesai," kata Aris yang hadir mengenakan rompi bermotif kerawang Gayo.

Sejumlah penonton mengaku juga terharu dan terpesona oleh penampilan Saman.

Bahkan, beberapa orang tua yang hadir mendatangi dan menyalami para pemain usai pertunjukan.

"Apakah Saman ini ada hubungannya dengan spiritualitas,?" tanya seorang penonton kepada Said Ahmad, salah seorang pemain Saman.

Seorang penari dari Kanada juga mengaku sangat menikmati pertunjukan tersebut.

Menurutnya, Tari Saman sangat indah (beautiful) dan memberikan pengalaman artistik yang mengesankan.

Festival tari internasional bergengsi ini diikuti oleh 13 negara dan menjadi panggung penting bagi Aceh untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Dalam ajang tersebut, Indonesia diwakili oleh Aceh melalui penampilan Tari Saman yang dipersembahkan oleh Lesbuga bersama Duta Saman Institute (DSi).

Tim Saman masih akan tampil di panggung yang sama pada 7 Juni 2026.

Selanjutnya, pada 8 Juni 2026 mereka akan menggelar Workshop Saman di Chungriyeoul Elementary School.

Kemudian, pada 9 Juni 2026, Tari Saman dan pembacaan puisi akan tampil di Geoje Arts Centre Grand Theater sekaligus menjadi bagian dari acara penutupan BIDF 2026.

Keikutsertaan Aceh dalam BIDF 2026 merupakan kelanjutan dari perjalanan diplomasi budaya yang selama ini dilakukan para pegiat seni Aceh di berbagai negara.

Melalui Tari Saman, Aceh kembali menunjukkan bahwa warisan budaya yang lahir dari dataran tinggi Gayo mampu menjadi bahasa universal yang menjembatani persahabatan antarbangsa.

Kedatangan Tim Saman ke BIDF difasilitasi sepenuhnya oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh atas atensi Gubernur Aceh dan Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir.

Keduanya berharap Tim Saman dapat tampil sukses dan membawa harum nama Aceh serta Indonesia di panggung internasional tersebut. (*)

Baca juga: Rombongan Saman Tiba di Negeri Ginseng, Siap Tampil di Busan International Dance Festival 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.