Aktivitas Janggal Diler Motor Listrik MBG Sebelum Kasus BGN Terkuak, Ada Orang tapi Tertutup Rapat
ninda iswara June 07, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Suasana di diler motor listrik berinisial "E" yang disebut-sebut terlibat dalam pengadaan kendaraan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) terlihat lengang pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 13.46 WIB.

Tidak tampak aktivitas yang berarti di lokasi tersebut. Kondisi diler terlihat sepi dengan minimnya lalu lalang pengunjung maupun calon pembeli yang datang.

Sorotan terhadap diler itu menguat setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan perkembangan terbaru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.

Dalam perkara tersebut, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan status hukum Dadan menjadi perhatian publik karena program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang selama ini mendapat sorotan luas.

Baca juga: Jadi Kepala BGN, Janji Nanik S. Deyang Perbaiki MBG, Bakal Efisiensi Anggaran, Perbaiki Tata Kelola

Tak hanya Dadan, Kejagung juga menetapkan dua nama lainnya sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Mereka adalah mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, serta Sony Sonjaya yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam tata kelola program MBG yang saat ini tengah didalami oleh penyidik.

Seiring bergulirnya proses hukum, sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan dengan pengadaan dalam program tersebut ikut menjadi perhatian publik.

Termasuk diler motor listrik berinisial "E" yang kini tak luput dari sorotan setelah namanya disebut dalam pengadaan kendaraan untuk program MBG.

Gerbang Terkunci, Aktivitas Diler Diduga Berhenti

Pantauan Tribunnews.com di lokasi menunjukkan diler yang berada di sisi Jalan Raya Daan Mogot, Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dalam kondisi tertutup.

Gerbang masuk yang dicat biru dan hitam tampak digembok dan dirantai.

Sementara itu, gerbang lain yang lebih besar dengan identitas warna kuning dan hitam juga dalam keadaan tertutup rapat.

Meski demikian, dari sela pagar terlihat adanya seseorang di dalam area diler. Namun, tidak terdapat fasilitas komunikasi seperti bel atau interkom di pintu masuk, sehingga akses sulit dilakukan.

Pengakuan Saksi: Ratusan Motor MBG Pernah Keluar-Masuk Diler

Gandi (bukan nama sebenarnya), sekuriti pergudangan di dekat diler mengungkapkan bahwa lokasi tersebut sebelumnya sempat aktif.

Menurutnya, terakhir kali terlihat aktivitas sekitar dua bulan lalu, ketika truk-truk keluar-masuk membawa unit motor listrik berstiker program MBG.

"Kira-kira dua bulan lalu lah terakhir lihat. Ya ada mobil keluar-masuk bawa motor-motor MBG, yang ada lambang garudanya," ujar Gandi.

Ia menambahkan, terdapat ratusan unit motor listrik yang pernah melewati diler tersebut untuk kebutuhan program.

Hal serupa juga disampaikan Rima (bukan nama sebenarnya), pegawai toko cat di sekitar lokasi. Ia menyebut diler tersebut tidak memiliki jadwal operasional yang pasti dan lebih sering dalam keadaan tutup.

"Mungkin minggu lalu kayaknya ya (terakhir lihat aktivitas diler), minggu lalu itu ada yang bawa motor-motor MBG," katanya.

Baca juga: Tak Punya Keahlian Gizi, Dadan Ditunjuk Jokowi jadi Kepala BGN, Guntur Romli Sentil Sinyal Ancaman

MOTOR LISTRIK MBG – Sebuah truk pengangkut motor listrik jenis trail berlogo Badan Gizi Nasional di kawasan gudang PT Adlas Sarana Elektrik, Jalan Olympic Raya, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4/2026). Armada ini disiapkan sebagai pendukung mobilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
MOTOR LISTRIK MBG – Sebuah truk pengangkut motor listrik jenis trail berlogo Badan Gizi Nasional di kawasan gudang PT Adlas Sarana Elektrik, Jalan Olympic Raya, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4/2026). Armada ini disiapkan sebagai pendukung mobilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Tribunnews.com)

Dadan Cs Ditetapkan Tersangka

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebagai tersangka kasus korupsi penyimpangan tata kelola program MBG.

Selain Dadan, Kejagung juga menjerat eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya dalam perkara yang sama.

Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan sejatinya, program MBG itu dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima

Namun pada pelaksanaannya, ternyata ditemukan banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN padahal tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.

"Tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN dengan adanya atensi dari para tersangka," kata Syarief dalam konferensi pers di Kantor Kejagung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Selain itu, Syarief mengatakan Dadan cs melalukan intervensi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga penyusunan KAK (Kerangka Acuan Kerja) pengadaan barang dan jasa pada BGN untuk mendukung program MBG tidak disusun sesuai kebutuhan riil di lapangan.

“Adanya mark up harga pengadaan sehingga terjadi kerugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG,” ungkapnya.

Adapun pengadaan BGN yang dimaksud di antaranya:

1. Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar sekitar Rp 1 triliun.

2. Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup.

3. Pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian yang tidak sesuai ketentuan dan adanya markup.

4. Dan pengadaan televisi 75 inch sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya markup harga.

Adapun sebagai imbalannya, kata Syarief, yayasan yang terafiliasi dengan para pelaku itu, menerima uang insentif hingga miliaran rupiah setiap harinya.

"Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS dan Saudara LP," tuturnya.

Akibat perbuatannya itu, Syarief mengatakan telah terjadi kerugian keuangan negara. Namun, kerugian negaranya masih dalam perhitungan.

(TribunTrends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.