Kisah Shandy, Pedagang Pernak-pernik di GBK Senayan yang Cari Cuan dari Konser ke Konser
Dwi Rizki June 07, 2026 09:17 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Keramaian di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026) menjadi sumber penghasilan bagi para pedagang.

Satu di antaranya adalah Shandy (58), penjual pernak-pernik atau aksesori konser yang telah berjualan di kawasan itu selama kurang lebih tiga tahun.

Ia mengaku datang dari kawasan Senen, Jakarta Pusat menggunakan transportasi umum untuk menjual berbagai barang yang dibutuhkan penonton konser. 

Barang yang dijualnya antara lain kipas bergambar anggota EXO seharga Rp25 ribu, lanyard Rp50 ribu, bandana Rp50 ribu, serta tisu seharga Rp10 ribu.

"Setiap ada konser di mana, saya jaga. Barangnya punya orang, saya bantu jual," kata Shandy, saat ditemui Warta Kota di Pintu 10 GBK, Sabtu.

Menurutnya, penjualan pada hari ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. 

Namun, masih ada penggemar EXO yang membeli meski persaingan dengan penjual lain cukup ketat.

Baca juga: Pasokan Air Bersih Jakarta Tetap Aman saat Gardu Listrik Jalani Pemeliharaan

"Belum ketahuan hasilnya berapa. Lumayan ada saja yang beli. Yang dagang juga banyak kan," ujarnya.

Untuk menarik pembeli, Shandy harus berkeliling area Pintu 10 sambil menawarkan dagangannya. 

Pintu 10 ini dekat dengan lokasi konser, yakni Indonesia Arena.

Meski sudah tak lagi muda, ia menilai kerja keras dan ketekunan menjadi kunci agar dagangannya laku terjual.

"Harus rajin, mesti keliling," katanya, yang mengenakan baju dan topi warna hitam tersebut.

Di luar musim konser atau saat tak ada acara besar, Shandy mengaku menjalani berbagai pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Ia pernah bekerja sebagai pengemudi mobil daring dan hingga kini masih menerima berbagai pekerjaan lain, termasuk mengemudi ojek.

Dari hasil berjualan saat acara berlangsung, Shandy biasanya mendapatkan keuntungan bersih sekira Rp200 ribu.

Namun pada saat wawancara dengan Shandy, pendapatannya belum mencapai Rp100 ribu.

"Paling kecil dapat Rp200 ribuan bersih. Kalau sekarang baru sedikit, belum sampai Rp100 ribu," tuturnya.

Selain berharap jualannya laris, ia juga meminta petugas keamanan memberikan ruang yang lebih longgar bagi pedagang kecil untuk mencari nafkah di sekitar lokasi acara.

"Kalau dagang jangan terlalu diusir. Peraturannya agak dikasih keringanan buat pedagang kecil," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan yang lebih ramah terhadap pedagang kecil dapat membantu mereka memperoleh penghasilan di tengah persaingan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu.

"Sekarang kita lihat situasi tidak baik-baik saja," tuturnya. (m31)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.