TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri grand opening Teduh Coffee and Eatery yang resmi dibuka di Jalan KH Mansyur, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu 6 Juni 2026.
Kehadiran coffee shop baru dengan konsep modern tersebut menambah semarak perkembangan industri kuliner di Kabupaten Ketapang, sekaligus menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana santai sambil mencicipi sajian kopi dan aneka menu kekinian.
Peresmian Teduh Coffee and Eatery turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat serta sejumlah pelaku usaha lokal.
• Dispora Ketapang Siapkan Fun Run 2026 sebagai Event Olahraga yang Inklusif dan Edukatif
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang terus menghadirkan inovasi dan membuka peluang usaha baru di daerah.
Ia berharap keberadaan Teduh Coffee and Eatery dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi kreatif dan sektor kuliner di Kabupaten Ketapang.
"Pemerintah Kabupaten Ketapang sangat mendukung penuh kehadiran ruang-ruang usaha baru seperti ini. Selain memperluas lapangan pekerjaan, kehadiran coffee shop kekinian ini juga memperkaya destinasi kuliner serta mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Ketapang," ujar Alex.
Menurutnya, pertumbuhan usaha kreatif seperti coffee shop menjadi salah satu indikator meningkatnya geliat ekonomi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Teduh Coffee and Eatery hadir dengan konsep modern yang memadukan area indoor dan open space.
Konsep tersebut dirancang untuk menciptakan suasana santai dan nyaman bagi pengunjung yang ingin bersantai, bekerja, maupun berkumpul bersama keluarga dan teman.
Prosesi grand opening ditandai dengan pemotongan pita oleh Alexander Wilyo bersama pemilik Teduh Coffee and Eatery, Theo Bernadhi, didampingi unsur Forkopimda.
Theo Bernadhi menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah daerah terhadap usaha yang dirintisnya.
Ia menjelaskan bahwa sejak awal Teduh Coffee and Eatery tidak hanya dirancang sebagai tempat menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang nyaman bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat hubungan sosial.
"Niatnya sederhana, menjadi wadah untuk menjaga silaturahmi, dan menjadi tempat berkumpul untuk siapa saja tanpa harus menjadi siapa-siapa," jelas Theo.
Selain menyediakan tempat nongkrong yang nyaman, Teduh Coffee and Eatery juga berkomitmen membuka peluang kerja bagi generasi muda lokal.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan pemberdayaan sumber daya manusia di Kabupaten Ketapang.
Pihak pengelola juga berencana menghadirkan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan FIFA World Cup 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 12 Juni 2026.
Namun, sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, manajemen masih memastikan ketentuan dan proses perizinan yang diperlukan agar pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Rencananya akan ada nobar Piala Dunia, tapi kami masih memastikan dulu terkait proses perizinannya, apakah memang diperlukan izin khusus atau bagaimana," katanya.
Dengan konsep yang nyaman, suasana modern, serta pilihan menu yang variatif, Teduh Coffee and Eatery kini resmi beroperasi dan terbuka untuk masyarakat umum di Kabupaten Ketapang.
Kehadiran tempat usaha baru ini diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi kuliner sekaligus ruang berkumpul yang mendukung perkembangan ekonomi kreatif di daerah.