37 Ribu Jamaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air, PPIH Ingatkan Aturan Bagasi dan Jadwal ke Bandara
Sakinah Sudin June 07, 2026 10:21 AM

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH – Proses pemulangan jamaah haji Indonesia ke Tanah Air terus berlangsung melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.

Hingga Sabtu (6/6/2026) pukul 17.00 WAS, sebanyak 37.078 jamaah haji Indonesia pulang ke Tanah Air.

"Hingga saat ini sudah ada 37.078 jamaah yang dipulangkan ke Indonesia," kata Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi Abdul Basir saat diwawancarai di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Sabtu (6/6/2026).

"Persentasenya sekitar 18 persen dari total jamaah haji Indonesia tahun ini," imbuhnya.

Abdul Basir mengatakan, dari total 95 kelompok terbang (kloter) yang telah dijadwalkan pulang.

"Sebanyak 78 kloter telah tiba di Indonesia, sementara 17 kloter lainnya masih dalam perjalanan," jelas Abdul Basir.

Abdul Basir menjelaskan, dalam tiga hari terakhir sebagian jamaah haji Indonesia yang menggunakan maskapai Saudi Airlines dipulangkan melalui Terminal Internasional Bandara King Abdulaziz, bukan melalui terminal khusus haji sebagaimana biasanya.

"Hal ini dilakukan untuk mengurai kepadatan penerbangan di Terminal Haji," ujar Abdul Basir.

"Tidak hanya jamaah Indonesia, tetapi juga jamaah dari beberapa negara lain yang menggunakan Saudi Airlines," imbuhnya.

Meski terjadi perubahan terminal keberangkatan, Abdul Basir memastikan proses pelayanan dan pemulangan jamaah berjalan lancar. 

PPIH Daker Bandara bahkan membagi petugas untuk memberikan pelayanan baik di Terminal Haji maupun Terminal Internasional.

Terkait proses keberangkatan, Abdul Basir mengingatkan bahwa seluruh jamaah harus sudah tiba di bandara enam jam sebelum jadwal penerbangan. 

Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh jamaah telah berada di lokasi sebelum proses penerbangan dimulai.

"Jangan sampai ada jamaah yang tertinggal sehingga menghambat proses kepulangan satu kloter. Karena itu mereka harus tiba lebih awal di bandara," katanya.

Namun demikian, jamaah baru dapat memasuki area keberangkatan sekitar empat jam sebelum pesawat lepas landas. 

Karena waktu tunggu yang cukup panjang, Abdul Basir mengimbau jamaah menyiapkan makanan dan minuman secukupnya sebelum berangkat ke bandara.

Ia menjelaskan, selama berada di area bandara tidak tersedia layanan konsumsi khusus bagi jamaah haji Indonesia.

"Saat meninggalkan Makkah, jamaah biasanya sudah mendapatkan bekal makanan perjalanan. Bekal tersebut bisa dimanfaatkan selama menunggu jadwal penerbangan di bandara," ujarnya.

Selain itu, Abdul Basir kembali mengingatkan pentingnya mematuhi aturan barang bawaan (bagasi) agar proses pemeriksaan di bandara berjalan lancar dan tidak menghambat keberangkatan.

Menurutnya, setiap jamaah hanya diperbolehkan membawa tiga jenis barang bawaan, yakni koper besar dengan berat maksimal 32 kilogram yang telah dikirim dua hari sebelum keberangkatan, koper kabin dengan berat maksimal tujuh kilogram, serta tas paspor untuk menyimpan dokumen dan barang berharga.

"Kami terus mengingatkan agar jamaah tidak membawa barang-barang yang dilarang atau melebihi ketentuan karena hal itu dapat menghambat proses pemeriksaan dan membuat jamaah tidak nyaman di bandara," katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat kesehatan, PPIH juga menyiapkan layanan kesehatan di kawasan bandara.

Jamaah yang mengalami gangguan kesehatan akan mendapatkan penanganan awal di klinik bandara sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap apabila diperlukan.

"Kalau ada jamaah yang sakit, kami memiliki klinik di bandara untuk memberikan pertolongan pertama," kata Abdul Basir.

"Jika membutuhkan perawatan lanjutan, dapat dirujuk ke klinik bandara milik Arab Saudi atau rumah sakit di Jeddah," jelasnya.

Abdul Basir menambahkan, saat ini terdapat beberapa jamaah yang belum dapat dipulangkan karena masih menjalani perawatan medis di rumah sakit di Jeddah.

PPIH berharap seluruh proses pemulangan jamaah haji Indonesia dapat berjalan lancar hingga akhir operasional pemulangan, sehingga seluruh jamaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman, nyaman, dan selamat. (hasim arfah/mch 2026)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.