TRIBUNPALU.COM - Warga Dusun V Toleyan, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, digegerkan dengan penemuan Mayat Tanpa Identitas yang ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah pondok kebun, Sabtu (6/6/2026).
Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.00 WITA oleh seorang petani bernama Kasim Olii (50) saat hendak menuju kebunnya.
Saat melintas di sekitar pondok milik Delime, Kasim melihat sesosok orang tergantung di teras pondok.
Temuan itu membuatnya terkejut.
Informasi itu juga disampaikan kepada keluarga yang diduga mengenali korban.
Tak lama kemudian, Kasim bersama sejumlah warga kembali mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban.
Baca juga: HP Sony Sonjaya Disita Kejagung, Simpan 30 Nama Tokoh Diduga Terlibat Korupsi MBG
Baca juga: Besok, Festival Lalampa Meriahkan Akhir Pekan di Desa Toboli Parigi Moutong
Setelah melihat langsung di lokasi, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan masyarakat, personel Polsek Moutong bersama Tim Buser Polres Parigi Moutong langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara.
Petugas turut melibatkan Bhabinkamtibmas dan tim medis dari Puskesmas Moutong untuk melakukan penanganan awal.
Setibanya di lokasi, polisi langsung mengamankan area penemuan mayat.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan berbagai informasi dan petunjuk yang dapat membantu penyelidikan.
Selanjutnya, jasad mayat tersebut dievakuasi dari pondok kebun dengan bantuan warga setempat.
Mayat itu kemudian dibawa ke RSUD Buluye Napoa'e, Kecamatan Moutong, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Moutong, AKP Felix Alfons Saudale, SH, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas mayat dan penyebab kematiannya.
"Kami telah melakukan langkah-langkah kepolisian berupa pengamanan TKP, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan bahan keterangan serta koordinasi dengan tim medis," kata AKP Felix.
Menurutnya, proses identifikasi dan penyelidikan masih terus berjalan.
"Saat ini fokus kami adalah mengidentifikasi korban (mayat) dan memastikan penyebab kematiannya melalui proses penyelidikan yang profesional, transparan, dan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan," ujarnya.
Jasadnya masih berada di kamar jenazah RSUD Buluye Napoa'e untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengungkap secara utuh peristiwa yang menggemparkan warga Desa Lobu tersebut. (*)
( TribunBreakingNews )