Beirut (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah meningkat menjadi 3.593 orang sejak 2 Maret, dengan 10.990 lainnya terluka, kata Kementerian Kesehatan Lebanon, Sabtu (6/6).

Dalam pernyataannya, Kemenkes Lebanon juga mencatat dalam 24 jam terakhir, 67 orang tewas dan 257 orang terluka.

Sebelumnya pada hari itu, kantor berita NNA melaporkan bahwa seorang jenderal tentara Lebanon dan sopirnya tewas setelah kendaraan mereka diserang di jalan raya di Lebanon selatan.

Militer Israel terus menyerang Lebanon selatan meski ada perjanjian gencatan senjata. Otoritas Lebanon telah berulang kali mengatakan bahwa serangan Israel itu melanggar kedaulatan negara dan menghambat stabilisasi di selatan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti