BANGKAPOS.COM -- Terkuak bagaimana awal mula kedekatan Prabowo Subianto dengan Dadan Hindayana.
Kedekatan tersebut membuat Prabowo menjadikan Dadan sebagai orang kepercayaannya hingga diberi amanah untuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Jauh sebelum menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo, Dadan memang sudah mengenal petinggi Partai Gerindra tersebut.
Dadan mengaku mengenal Prabowo saat dirinya sebagai ahli serangga berhasil mengobati salah satu tanaman kesayangan Prabowo yang mati karena serangga.
Dari situlah kedekatan Dadan dan Prabowo terjalin hingga dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Kepala BGN.
Penahanan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan dari Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi.
Baca juga: Awal Mula Prabowo Endus Kecurangan Dadan CS, Kebohongan Terbongkar Usai jadi Tersangka: Saya Sedih
Ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap Dadan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu.
Menurut Hasan Nasbi, Dadan merupakan sosok yang memiliki kedekatan dan kepercayaan tinggi dari Presiden Prabowo Subianto sejak awal pembentukan BGN.
Namun, kedekatan tersebut disebut tidak menjadi penghalang bagi penegakan hukum ketika muncul dugaan pelanggaran yang kini tengah ditangani Kejaksaan Agung.
Dadan juga disebut sebagai sosok yang paling dipercaya dan disayang oleh Prabowo.
Namun, hal itu dibalas oleh Dadan dengan pengkhianatan, yakni kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi wajah Prabowo Subianto.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, pada Jumat (5/6/2026).
Hasan Nasbi menjelaskan bahwa dirinya dilantik sebagai Kepala PCO berbarengan dengan Dadan Hindayana.
Meski dilantik Jokowi, kata Hasan Nasbi, Dadan Hindayana adalah titipan Prabowo Subianto yang saat itu sudah terpilih di Pilpres 2024 dan menunggu pelantikan.
Pun BGN dan Kantor PCO adalah lembaga baru yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto.
“Agustus 2024 saat mau dilantik jadi PCO Presidennya masih Jokowi, Prabowo masih menhan, pagi hari sebelum dilantik saya sowan ke rumah Prabowo dan ada menteri hukum mau dilantik dan ada Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan, yang juga mau dilantik.
Dan Kantor Komunikasi Kepresidenan serta BGN disiapkan Jokowi atas permintaan Prabowo sebagai presiden terpilih,” kata Hasan Nasbi dalam tayangan YouTube pribadinya.
Sebelum dilantik oleh Jokowi, Hasan Nasbi saat itu menyempatkan diri sowan ke rumah Prabowo Subianto.
Ketika itu, pesan Prabowo yang diulang berkali-kali kepadanya ialah larangan soal korupsi.
Menurut Hasan Nasbi, hanya pesan itu saja yang disampaikan Prabowo.
Hal ini menandakan betapa pentingnya pesan larangan korupsi itu bagi Prabowo.
Hasan Nasbi pun meyakini pesan yang sama juga disampaikan Prabowo kepada menteri lain yang saat itu hendak dilantik Jokowi, yakni Dadan Hindayana.
Baca juga: Penampakan Motor Listrik MBG Pesanan Dadan Hindayana Dibeli Rp 42 Juta per Unit, Kini jadi Tersangka
Namun, kata Hasan Nasbi, di pertengahan jalan ternyata Dadan Hindayana mencoreng nama Prabowo di lembaga yang menjadi wajah Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Hal itu pun, kata Hasan Nasbi, direspons cepat oleh Prabowo dengan bukti penangkapan Dadan Hindayana oleh Kejaksaan Agung RI.
Menurut Hasan Nasbi, penangkapan Dadan Hindayana adalah bukti bahwa tidak ada orang yang kebal hukum meskipun menjadi orang kesayangan Prabowo Subianto sekalipun.
Hal ini dibuktikan dari Dadan Hindayana sebagai orang kepercayaan Prabowo yang pada akhirnya tetap dijebloskan ke penjara usai ketahuan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kemarin kita menemukan sebuah kejadian, presiden akhirnya memberhentikan orang yang paling beliau percaya, orang yang paling dekat dengan beliau, dan orang yang memegang program prioritas terbesar Presiden Prabowo beliau berhentikan karena menemukan beberapa hal yang harus dihentikan.
Dan besoknya orang tersebut serta beberapa orang lainnya ditahan Kejagung dengan tuduhan seperti yang dilarang presiden.
Dibuktikan orang paling dekat beliau, orang paling percaya, orang paling disayangi, sekarang diusut dan diserahkan ke proses hukum,” jelas Hasan Nasbi.
Menurut Hasan Nasbi, penangkapan Dadan Hindayana menjadi pesan yang jelas dari Prabowo.
Bahwa siapa pun yang merasa memiliki kedekatan personal dengan Prabowo tidak akan kebal hukum apabila ketahuan korupsi.
Maka, Hasan Nasbi mengingatkan bahwa penangkapan Dadan Hindayana menjadi introspeksi bagi semua anak buah Prabowo untuk segera memperbaiki diri.
Presiden Prabowo Subianto sangat kecewa dengan Dadan Hindayana karena mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) itu ternyata korupsi saat mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kekecewaan Prabowo ini diutarakannya di hadapan 12.000 penggerak dan mitra MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026).
Sambil menghela napas, Prabowo menyinggung pernah memberikan Dadan penghargaan Bintang Jasa Utama.
Kepala Negara mengaku rasanya sangat berat saat mencopot Dadan, tetapi tak ada pengecualian bagi yang mencuri uang rakyat
"Dan tidak ada, tidak ada pengecualian. Saya katakan, berat bagi saya waktu saya tanda tangan, berat, 'Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat'," ujar Prabowo sambil menghela napas dan terdiam selama beberapa detik.
Sebagaimana diketahui, Dadan yang kini berstatus tersangka korupsi pernag menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo pada Jumat (13/2/2026).
Pemberian Bintang Jasa Utama didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 dan 13 Tahun 2026 tentang penganugerahan Bintang Jasa dan Satyalencana Wirakarya.
Alasan Prabowo memberikan pemberian tanda kehormatan kepada Dadan saat itu adalah sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar para penerima terhadap bangsa dan negara, serta keteladanan dalam pengabdian.
Namun kini, Dadan malah terbukti melanggar hukum sehingga Prabowo mengambil sikap tegas dengan memecat Dadan dari Kabinet Merah Putih.
Prabowo tidak ingin NKRI dilecehkan. Ia juga tidak mau melihat uang rakyat dicuri lagi.
"Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri, saya tidak mau uang rakyat dicuri," imbuhnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengaku sangat sedih karena harus mencopot Dadan dan dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, yang sudah menjadi tersangka.
Mulanya, Prabowo mengaku begitu menyayangi dan memercayai mantan pimpinan BGN itu dalam menjalankan tugas negara yang berat.
"Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara, yang sangat berat," ujar Prabowo.
Prabowo juga menghormati proses hukum yang berjalan. Oleh karenanya, ia tidak ingin banyak komentar, mengingat Dadan, Sony, dan Lodewyk sedang diproses hukum.
"Tapi, yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," tutur Prabowo, diikuti tepuk tangan peserta acara.
(Bangkapos.com/TribunJatim.com/Kompas.com)