TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pura Pakualaman menggelar Bakti Sosial bertajuk Dharma Mulyarja di Balai Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, Sabtu (06/06/2026).
Kegiatannya berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil dan balita.
Pura Pakualaman berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK), Universitas Gadjah Mada (UGM).
Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam alias Gusti Putri pun turut hadir dalam acara tersebut.
Gusti Putri mengatakan Bakti Sosial ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hadeging Ke-214 Kadipaten Pakualaman.
Baksos Dharma Mulyarja ini mengusung tema "Rinarasing Astuti Nir Ing Sikara".
"Tema ini bermakna doa yang melahirkan keselarasan akan meniadakan segala aral," katanya lewat keterangan pada Minggu (07/06/2026).
Gusti Putri menjelaskan kegiatan lebih difokuskan pada pemberian dukungan gizi sehat bagi balita stunting dan ibu hamil di Kulon Progo.
Dukungan gizi sehat diperlukan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Sebab ia menilai stunting bukan sekadar masalah gizi, melainkan ancaman bagi masa depan bangsa.
Para ibu pun menjadi benteng utama dalam pencegahan stunting.
"Ibu adalah pahlawan utama dalam pencegahan stunting, sebab kasih sayang dan perhatian ibu adalah nutrisi utama bagi anak-anak kita," ujar Gusti Putri.
Baca juga: Kulon Progo Sukses Turunkan Jumlah Pengangguran, Terima Insentif Rp 3 Miliar dari Pusat
Selain pemeriksaan kesehatan lengkap dan gratis, ratusan ibu hamil dan balita yang menjadi peserta turut menerima bantuan paket gizi.
Isinya berupa telur, buah-buahan, vitamin, bubur kacang hijau, ikan tongkol, hingga alat makan balita.
Kepala Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu UGM, dr. Andreasta Meliala, menilai Bakti Sosial Dharma Mulyarja menjadi tonggak penting kolaborasi antara pemerintah dan akademisi. Apalagi kegiatannya langsung menyentuh masyarakat.
"Kami ingin memastikan intervensi kesehatan yang dilakukan benar-benar efektif dan dapat terus berlanjut demi mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul," jelas Andreasta.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, memberikan apresiasinya pada Pura Pakualaman dan FKKMK UGM atas inisiatif mereka dalam menggelar Bakti Sosial tersebut.
Ia menilai kegiatan itu menjadi bentuk perhatian besar bagi warganya.
Apalagi Kulon Progo saat ini juga sedang berperang dengan stunting. Upaya pencegahan pun terus digencarkan demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.
"Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya kita bersama untuk menekan angka stunting di Kulon Progo," kata Agung.(*)