Hari Keenam Belas, 110 Titik Api Muncul di Rumah Warga Seyegan Sleman
Muhammad Fatoni June 07, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Memasuki hari keenam belas, intensitas teror api di rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, sedikit mereda.

Pada Sabtu (6/6/2026) tercatat hanya ada tiga titik api muncul. 

Api pertama membakar celana olahraga hitam di kamar belakang pada pukul 01.45 WIB.

Tak berselang lama, tepatnya pukul 03.16 WIB, baju di depan kamar mandi membara. 

Butuh waktu nyaris 14 jam kemudian untuk munculnya titik api lagi.

Pukul 17.06 WIB, api melahap lemari plastik warna cokelat di ruang tengah.

Kobaran apinya cukup besar dibandingkan dua kebakaran pada dua objek sebelumnya di hari yang sama. 

Jumlah ini relatif menurun signifikan.

Rentetan Peristiwa Kebakaran

Pada Jumat (5/6/2026) misalnya, muncul enam titik api dalam sehari.

Termasuk dua kali membakar barang di rumah kontrakan yang ditempati Laila, belasan meter di utara rumah Agus. 

Sedangkan empat api lainnya membara di berbagai titik rumah Agus.

Mulai dari kasur di ruang depan, terpal di lorong tangga, kertas di lemari kamar tengah, dan tas punggung di halaman belakang. 

Pada Kamis (4/6/2026), jumlah api sedikit lebih banyak, yakni tujuh titik.

Pertama, api menyala di celana yang berada di kamar depan, beberapa menit lepas tengah malam. Lalu, pukul 01.43 api membakar buku di kamar belakang. 

Hanya berjarak sepuluh menit saja, api melalap kasur yang diletakkan di ruang depan.

Berturut-turut berikutnya adalah lembaran kardus di halaman belakang ruko, gulungan kabel di belakang rumah, sisi luar kontrakan utara ruko, dan kardus berisi telur di ruang tengah. 

Sehari sebelumnya, Rabu (3/6/2026), intensitas titik api sangat tinggi.

Baca juga: Hari ke-15 Teror Api di Rumah Warga Seyegan Sleman,  Celana dan Baju Depan Kamar Mandi Terbakar

Dari catatan Tribun Jogja, ada sepuluh titik api dan objek yang terbakar. Semuanya berlangsung di rumah Agus Yani.

Terbanyak yang terjadi dalam sehari dalam bulan Juni ini. 

Sementara itu, untuk hari ini, Minggu (7/6/2026), ada dua titik api muncul per pukul 10.30 WIB.

Pertama api yang terlihat di dapur belakang sekitar pukul 08.40.

Berselang satu jam lebih sepuluh menit kemudian, kobaran api membakar tumpukan kayu di halaman belakang. 

Sejak pertama peristiwa ini berlangsung pada Sabtu (23/6/2026) dini hari, tumpukan kayu tersebut sudah enam kali berkobar.

Baik itu saat siang ataupun malam hari. Rata-rata dengan jilatan api cukup tinggi. 

Dengan demikian, total ada 110 kejadian objek terbakar dalam 16 hari fenomena alam langka yang melanda rumah Agus Yani dan sekitarnya.

TERBAKAR - Api membakar baju di depan kamar mandi, di ruang tengah rumah Agusyani di Seyegan, Sleman, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari. Total sudah ada 107 kali kejadian kebakaran sejak pertama kali api misterius muncul pada Jumat 22/5/2026) lalu.
TERBAKAR - Api membakar baju di depan kamar mandi, di ruang tengah rumah Agusyani di Seyegan, Sleman, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari. Total sudah ada 107 kali kejadian kebakaran sejak pertama kali api misterius muncul pada Jumat 22/5/2026) lalu. (Tribun Jogja/dok. Istimewa)

Hasil Penelitian dan Hipotesis

Merembesnya gas dari tanah adalah hipotesis penyebab utamanya. 

Sejumlah penelitian dan observasi dari UGM, UPN, Tim Gegana Polda DIY, BPPTKG, dan sejumlah lembaga lain sudah dilakukan pekan kemarin.

Hasilnya pun telah dipaparkan bersama BPBD Sleman empat hari lalu di kantor Kapanewon Seyegan. 

H Mutfiana, salah satu penghuni rumah, berharap teror api ini segera berakhir.

Dia dan anggota keluarganya jelas mengalami kelelahan fisik maupun psikis.

Belum dengan kerugian finansial yang diderita akibat aktivitas ekonomi yang terganggu.

Rumah itu juga digunakan ruang usaha pemotongan ayam, sebagai penopang penghasilan keluarga. 

Termasuk juga puluhan juta rupiah yang melayang akibat kerusakan rumah dan berbagai perabotan di dalamnya.

Estimasi awal, kerugian yang ditanggung keluarga selama lebih dari dua pekan ini tak kurang dari Rp50 juta-Rp60 juta. (*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.