Laporan wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas III Tuban ingatkan nelayan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Tuban.
Kepala Stamet BMKG Kelas III Tuban, Moch. Nur, mengatakan tinggi gelombang di perairan Laut Jawa wilayah Tuban diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dan akan berlangsung hingga 9 Juni 2026 mendatang.
“Dari perkiraan yang kami keluarkan gelmbang tinggi terjadi sampai tgl 9 Juni 2026,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh kuatnya angin di wilayah Laut Jawa. Berdasarkan hasil analisis BMKG, kecepatan angin di Laut Jawa berkisar antara 25 hingga 32 knot dengan arah bertiup dari Timur hingga Tenggara.
“Gelombang tinggi ini dipengaruhi kondisi angin di Laut Jawa,” imbuhnya
BMKG Juga mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan, agar selalu memantau informasi cuaca dan prakiraan gelombang yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG. Selain itu, nelayan diminta menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman.
Baca juga: Waspada, Ombak Tinggi Hantam Perairan Tuban, Tiga Perahu Nelayan Rusak, Warga Diminta Tak Melaut
“Hindari aktivitas pelayaran saat kondisi cuaca memburuk dan selalu tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang masih berpeluang terjadi hingga beberapa hari kedepan,” bebernya.
Sebelumnya, gelombang tinggi yang menerjang perairan Tuban pada Sabtu (6/6/2026) mengakibatkan sejumlah perahu nelayan mengalami kerusakan. Tercatat tiga perahu milik nelayan di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban terdampak cuaca buruk tersebut.
Dua perahu mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat dievakuasi, sementara satu perahu berhasil diselamatkan meski mengalami kerusakan. Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta.