Airbus bersiap bikin rekor. Pabrikan pesawat asal Prancis itu mengumumkan bahwa armada berbadan lebar terbaru A350-1000ULR sukses menyelesaikan tahap uji terbang perdananya.
Pesawat itu dirancang mampu terbang hingga 22 jam tanpa henti. Dalam uji coba, armada itu lepas landas dari fasilitas Airbus di Toulouse, Prancis bagian selatan.
Penerbangan perdana tersebut sekaligus menandai dimulainya fase pengujian lanjutan secara intensif selama dua bulan ke depan.
"Pesawat yang dilengkapi dengan instrumen uji terbang khusus ini mengudara selama tiga jam 43 menit dengan mencapai ketinggian sedikit di atas 41.000 kaki atau sekitar 12.500 meter," kata manajemen Airbus dalam pernyataan resminya, Minggu (7/6/2026), dikutip dari , Minggu (7/6/2026).
Proses pengujian komprehensif itu bertujuan untuk mendapatkan sertifikasi atas serangkaian modifikasi dari tiga versi A350 sebelumnya. Salah satu pembaruan paling krusial adalah penambahan kapasitas tangki bahan bakar yang memungkinkan armada ini melesat menempuh jarak maksimal hingga 18.500 kilometer.
Pesawat dengan kode ULR ( itu merupakan satu dari 12 unit armada yang dipesan secara khusus oleh maskapai penerbangan asal Australia, Qantas. Armada itu akan dioperasikan untuk merealisasikan rute penerbangan langsung legendaris yang menghubungkan Sydney menuju London secara nonstop.
Airbus mematok target pengiriman unit A350-1000ULR pertama kepada Qantas pada April 2027. Jadwal itu bergeser dari tenggat awal maskapai yang sebelumnya berharap dapat mengoperasikan rute komersial tanpa henti tersebut pada 2025.
Kehadiran jet jarak jauh itu diproyeksikan kuat bakal menggeser rekor jarak tempuh penerbangan global. Saat ini, rute penerbangan komersial terpanjang di dunia dipegang oleh Singapore Airlines untuk rute Singapura menuju New York, yang menempuh jarak 15.350 kilometer dengan waktu tempuh berkisar 18 jam.





