Mathew Baker Bongkar Peran Kevin Diks di Balik Debut Bersejarah Bersama Timnas Indonesia
Dwi Setiawan June 07, 2026 03:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Nama Mathew Baker tengah menjadi sorotan di kalangan pencinta sepak bola Indonesia. Bek muda berusia 17 tahun itu baru saja mencatatkan sejarah bersama Timnas Indonesia senior.

Pemain keturunan Indonesia-Australia yang saat ini membela Melbourne City tersebut resmi menjadi debutan termuda dalam sejarah Timnas Indonesia senior setelah diturunkan pelatih John Herdman saat menghadapi Oman pada laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Baker masuk pada menit ke-80 menggantikan Rizky Ridho dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk skuad Garuda.

Momen bersejarah tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Baker. 

Baker resmi menjadi debutan termuda bersama Timnas Indonesia senior di usia 17 tahun 23 hari.

DEBUT - Mathew Baker mencetak rekor dengan menjadi debutan termuda dalam sejarah Timnas Indonesia saat melawan Oman pada FIFA Matchday, Juma (5/6/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. (Instagram @mat_baker09)

Ia mengaku sangat bangga bisa mendapatkan kesempatan tampil bersama tim senior di usia yang masih sangat muda.

"Jujur saja, kata bangga saja tidak cukup. Rasanya luar biasa bisa mencetak rekor itu sekarang," ujar Baker, dikutip dari BolaSport.com, para Minggu (7/6/2026).

"Saya benar-benar tidak bisa lebih bangga lagi. Saya sangat berterima kasih kepada Coach John yang telah mengajak saya ke pemusatan latihan dan kemudian memberikan kesempatan bermain," lanjutnya.

Di balik proses adaptasinya yang terbilang cepat bersama tim senior, Baker mengungkapkan peran besar Kevin Diks yang menjadi sosok mentor selama berada di lingkungan skuad Garuda.

Menurut Baker, Diks banyak membantunya beradaptasi, baik di dalam maupun luar lapangan. 

Bek Borussia Monchengladbach itu bahkan sengaja diminta oleh Herdman untuk mendampingi pemain muda tersebut selama mengikuti pemusatan latihan.

"Dia (Kevin Diks) benar-benar mendukung saya. Dia orang yang patut dicontoh, pemain Bundesliga," kata Baker.

Tak hanya memberikan dukungan, Diks juga kerap berbagi pengalaman mengenai mentalitas dan tuntutan bermain di level tertinggi. 

Kehadiran pemain berusia 29 tahun itu membuat Baker merasa lebih nyaman meski baru pertama kali bergabung dengan tim senior.

DEBUT MATTHEW BAKER - Pemain belakang Timnas Indonesia, Matthew Baker, memberikan keterangan pers kepada awak media di area mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026). Remaja berusia 17 tahun tersebut tidak bisa menyembunyikan rasa harunya setelah resmi mencatatkan diri sebagai pemain termuda sepanjang sejarah skuad senior Garuda saat menghadapi Oman.
DEBUT MATTHEW BAKER - Pemain belakang Timnas Indonesia, Matthew Baker, memberikan keterangan pers kepada awak media di area mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026). Remaja berusia 17 tahun tersebut tidak bisa menyembunyikan rasa harunya setelah resmi mencatatkan diri sebagai pemain termuda sepanjang sejarah skuad senior Garuda saat menghadapi Oman. (Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah)

Baca juga: Erick Thohir Bangga Timnas Indonesia Menang, Tapi Ingatkan Proses Belum Selesai

Kepercayaan yang diberikan Herdman kepada Baker menjadi bagian dari proses percepatan perkembangan pemain muda yang tengah dijalankan Timnas Indonesia. Namun, kesibukan Baker bersama Garuda belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Setelah ini, Mathew Baker masih memiliki memiliki satu pertandingan lagi bersama Timnas Indonesia Senior dengan melawan Mozambik pada Selasa (9/6/2026).

Setelah itu, Baker dijadwalkan langsung bergabung dengan Timnas U19 Indonesia untuk tampil di Piala AFF U19 2026 di Sumatera Utara.

Meski baru mencicipi atmosfer tim senior, Baker tetap menunjukkan komitmennya untuk membela Merah Putih di berbagai kelompok usia.

"Setelah melawan Mozambik, saya akan bergabung dengan mereka," ujar Mathew Baker. 

Alasan Memakai Nomor Punggung 4

Dalam kesempatan yang sama, Baker juga mengungkapkan alasannya memilih nomor punggung 4 di Timnas Indonesia. 

Nomor tersebut sebelumnya identik dengan Jordi Amat dan sempat dikenakan Jay Idzes.

Sebagai pemain bertahan, Baker mengaku menyukai nomor punggung kecil karena memiliki kesan tersendiri baginya.

"Iya, bisa menggunakan nomor punggung yang kecil itu menyenangkan," kata Mathew Baker.

"Menurut saya itu menujukkan betapa pelatih (John Herdman) memberikan saya kepercayaan diri untuk menggunakan nomor punggung kecil itu. Tapi, ini bukan soal nomornya," lanjutnya.

Bek Timnas Indonesia U17, Mathew Baker mencetak gol pertama timnya saat melawan Kuwait dalam laga pertama kualifikasi Piala Asia U17 2025 di Abdullah Al Khalifa Stadium, Rabu (23/10/2024) malam.
Bek Timnas Indonesia U17, Mathew Baker mencetak gol pertama timnya saat melawan Kuwait dalam laga pertama kualifikasi Piala Asia U17 2025 di Abdullah Al Khalifa Stadium, Rabu (23/10/2024) malam. (Twitter Timnas Indonesia/PSSI)

Perjalanan Baker sepanjang Juni 2026 memang terbilang padat. 

Sebelumnya, ia baru saja memperkuat Timnas U17 Indonesia di ajang Piala Asia U17. 

Kini, ia telah merasakan debut bersama tim senior dan akan kembali turun membela Timnas U19 Indonesia.

Pencapaian tersebut juga mendapat apresiasi dari klubnya, Melbourne City, yang turut bangga melihat salah satu pemain mudanya mencatat sejarah bersama Timnas Indonesia.

Bagi Baker, debut melawan Oman bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan awal dari perjalanan panjang bersama skuad Garuda. 

Dengan dukungan para pemain senior seperti Kevin Diks serta kepercayaan dari John Herdman, masa depan cerah tampak terbuka bagi salah satu talenta muda terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (BolaSport.com/Wila Wildayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.