Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Gempa beruntun yang mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah pada Minggu (7/6/2026) mengakibatkan kaca Masjid Simpang Balek, Kecamatan Wih Pesam pecah.
Pantauan Wartawan TribunGayo.com di lokasi, kerusakan di Masjid Al-Muttaqin Simpang Balek meliputi kaca bagian atas di sisi depan dan belakang yang pecah.
Kerusakan juga menyasar fasilitas kamar mandi, di mana sejumlah tiang kolom retak hingga menyebabkan material semen terkelupas dan jatuh.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Aktivitas warga yang hendak menunaikan ibadah di masjid pun terpantau tetap berjalan normal.
Pascakejadian, personel pemadam kebakaran (Damkar) dari BPBD Bener Meriah langsung diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material kaca yang pecah.
Udin, salah satu warga setempat yang hendak melaksanakan shalat mengaku getaran gempa cukup terasa.
"Merinding, gempa cukup terasa sehingga kami pun lari, posisi kami didepan halaman mesjid, hendak sholat, karena sudah mulai masuk waktu zuhur," ujarnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terbesar berkekuatan 4,2 magnitudo mengguncang wilayah Bener Meriah terjadi pukul 12.32 WIB.
Lokasinya berada di darat, berjarak sekitar 12 kilometer (Km) arah Barat Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 10 Kilometer.
Tak hanya sekali, gempa yang terjadi sejak siang dengan magnitudo bervariasi mulai dari 2,5 hingga 4,2 sempat mengejutkan masyarakat di Bener Meriah.
Di kawasan SPBU Pante Raya terlihat saat gempa terjadi, warga yang sedang melalukan pengisian BBM langsung lari berhamburan.
Tak jauh disana juga, tepatnya di belakang SPBU terlihat pula debu berterbangan, dugaannya telah terjadi longsor ditempat Galian C dampak dari getaran gempa.
"Kayaknya ada longsor, dugaannya teping di lokasi galian C roboh makanya debu berterbangan," ujar beberapa warga yang melihat kejadian.
Dilain sisi, Lia salah satu warga di Kampung Pante Raya, Kecamatan Bener Meriah juga mengaku merasakan getaran gempa.
Ia bersama dengan anaknya langsung lari keluar dari rumah.
"Lumayan kali getarannya anak saya pun sampai nangis," katanya.
Namun demikian, warga diminta untuk tetap waspada terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi. (*)
Baca juga: Gempa Beruntun Guncang Bener Meriah, Terkuat 4,2 Magnitudo Sebabkan Warga Lari Berhamburan
Baca juga: Gempa Bumi Beruntun Guncang Bener Meriah Hari Ini 4 Mei 2026, Terkuat 3,2 Magnitudo
Baca juga: Terekam 85 Kali Gempa Vulkanik Selama Dua Pekan, Status Burni Telong Bertahan di Level II Waspada