TRIBUNNEWS.COM - Tak ada yang menyangkal jika Prancis punya lini serang mengerikan di Piala Dunia 2026, statistik ini menjadi bukti validnya.
Ya, Prancis punya komposisi skuad mumpuni yang membuat mereka layak dijagokan sebagai kandidat juara Piala Dunia 2026.
Terutama komposisi lini serang Les Bleus yang diisi mayoritas pemain yang performanya sama-sama ganas di level klub.
Sebut saja ada Kylian Mbappe yang musim ini dinobatkan sebagai top skor Liga Spanyol dan Liga Champions.
Meskipun tidak mampu menghindarkan Real Madrid dari kondisi puasa gelar musim ini, Mbappe tetap mampu tampil tajam di lini depan.
Catatan 42 gol dan 7 assist dari 44 penampilan di semua kompetisi, menjadi bukti valid tajamnya performa Mbappe.
Kontribusi gol Mbappe bersama Real Madrid tersebut bisa saja lebih tinggi.
Jika mantan pemain PSG tersebut tidak menderita cedera, yang membuatnya absen di beberapa laga Los Blancos musim ini.
Melihat betapa tajamnya performa Mbappe musim ini, Prancis jelas diuntungkan.
Di tengah ambisi besar Prancis merebut kembali gelar Piala Dunia edisi kali ini, konsistensi Mbappe dalam mencetak gol jelas sangat krusial.
Apalagi jika menilik status Mbappe sebagai bomber utama, sekaligus kapten tim.
Performa apik Mbappe di level klub, diharapkan bisa menambah rasa percaya diri sang pemain agar tampil maksimal di Piala Dunia 2026.
Deschamps selaku pelatih barangkali cukup beruntung.
Karena tidak hanya Mbappe saja yang tampil tajam dan konsisten bersama klubnya, tepat di musim sebelum berlangsungnya Piala Dunia.
Mayoritas pemain Prancis yang berada di posisi lini serang, dapat dikatakan mampu tampil apik dan tajam di klubnya masing-masing.
Sebut saja keberadaan trio lini depan Prancis yang berasal dari klub sama yakni PSG.
Ousmane Dembele, Desire Doue dan Bradley Barcola menjadi trio yang dimaksud.
Khusus Dembele dan Doue yang diketahui menjadi starter utama di lini depan PSG, statistik keduanya tergolong lumayan konsisten.
Dimulai dari Dembele yang dipercaya mengisi peran false nine oleh Luis Enrique di lini depan PSG.
Baca juga: Api Masalah Prancis Menuju Piala Dunia 2026, Dembele Akui Tak Cocok dengan Mbappe
Dari total 40 laga yang dilakoni Dembele di semua kompetisi musim ini.
Pemain berusia 29 tahun itu sudah mengukir catatan 20 gol dan 11 assist bersama Les Parisiens.
Sementara itu, Desire Doue yang lebih dipercaya bermain melebar di posisi winger, juga tampil apik sebagai rekan setim Dembele di PSG.
Eks pemain Stade Rennais yang kini masih berumur 21 tahun ini, mampu mencetak 13 gol dan 11 assist dari 41 laga musim ini.
Lalu, Bradley Barcola yang lebih banyak berperan sebagai supersub juga tak kalah ciamik statistiknya.
Pemain berusia 23 tahun itu tercatat mampu menghasilkan 13 gol dan 7 assist dari 49 penampilan di semua kompetisi musim ini.
Menilik statistik yang ditorehkan oleh Dembele, Doue dan Barcola sepanjang musim ini bersama PSG.
Tak bisa disangkal, jika tiga pemain tersebut mampu menginspirasi kejayaan PSG musim ini, yang kembali mampu mengawinkan gelar Liga Spanyol dan Liga Champions musim ini.
Lalu, ada pula pemain depan Prancis lainnya yang tampil tak kalah mentereng bersama klubnya musim ini.
Contohnya Michael Olise (Bayern Munchen), Marcus Thuram (Inter Milan) dan Jean-Phillipe Mateta (Crystal Palace).
Di antara tiga pemain tersebut, nama Michael Olise jelas layak untuk lebih banyak diperbincangkan.
Bermain sebagai winger kanan Bayern Munchen, penampilan Michael Olise tampak begitu meledak musim ini di level klub.
Catatan 22 gol dan 31 assist dari 52 laga menjadi bukti elitnya performa Michael Olise musim ini bersama Bayern Munchen.
Berkat performa ciamiknya tersebut, Deschamps tampaknya sudah menggaransi posisi utama winger kanan untuk Olise.
Statistik Marcus Thuram yang menjadi rekan duet Lautaro Martinez di Inter Milan juga tak kalah mentereng.
Pemain berusia 28 tahun itu setidaknya mampu menorehkan 18 gol dan 9 assist dari 44 penampilan di level klub musim ini.
Sementara itu, Mateta yang baru saja mengantarkan Crystal Palace menjadi juara Liga Konferensi Eropa, juga punya statistik tak kalah oke.
Mateta yang sempat dikabarkan membelot ke AC Milan, mengakhiri musim ini dengan statistik ciamik yakni 16 gol dan 3 assist dari 50 laga.
Berkaca dari angka-angka yang dihasilkan oleh para pemain Prancis bersama klubnya musim ini.
Tak mengherankan, jika menyebut Prancis punya lini serang paling mengerikan di ajang Piala Dunia edisi kali ini.
Dengan dukungan lini kedua yang tak kalah mewah seperti keberadaan Rayan Cherki, Prancis jelas punya potensi besar untuk merebut gelar Piala Dunia 2026.
Melihat komposisi skuad yang dibawa Didier Deschamps ke Piala Dunia 2026, tak ada yang menyangkal jika Prancis punya peluang besar untuk menjadi juara lagi.
Hal itulah yang diamini oleh Difanda Pandu, salah seorang penggemar Prancis, sekaligus anggota Big Reds Regional Surabaya.
Pandu sepenuhnya percaya bahwa Prancis punya kekuatan yang dibutuhkan untuk berbicara banyak di Piala Dunia 2026.
"Jujur pribadi sebagai fans Timnas Prancis dari Piala Dunia 2006, aku masih optimis Piala Dunia 2026 ini, Prancis bisa mencapai partai puncak lagi alias final," kata Difanda Pandu saat dihubungi Tribunnews, Jumat (5/6/2026).
"Dengan komposisi pemain seperti Kylian Mbappe, lalu Michael Olise yang tampil dalam prime terbaiknya di Bayern Munchen tahun ini,"
"Ditambah ada nama pemain baru seperti Rayan Cherki, jagoan PSG seperti Desire Doue, skuad Prancis terlihat hampir sempurna dari semua lini,"
"Jadi harapan untuk melihat Prancis lolos final dan juara cukup besar," tukasnya.
Ditanya soal kekuatan tiap lini, Pandu tak segan untuk mengatakan kekuatan Prancis sangatlah luar biasa.
Keberadaan Mbappe, kembalinya Ngolo Kante, hingga kehadiran trio bek tangguh di lini pertahanan, membuat skuad Les Bleus terasa mewah.
Belum lagi fakta bahwa Piala Dunia 2026 kemungkinan bakal menjadi last dance bagi Didier Deschamps selaku pelatih.
Maka, skuad Prancis tentu ingin tampil sebaik mungkin, demi bisa mempersembahkan kado perpisahan terbaik kepada pelatihnya tersebut.
"Setiap lini tim Prancis sangat oke, Mbappe sebagai kapten menjadi pemikul beban terberat," kata Pandu.
"Lalu kembalinya Kante yang sudah kenyang pengalaman, diharapkan bisa mengangkat mental pemain lain di setiap laga,"
"Di belakang, ada Saliba, Konate dan Upamecano yang menurutku sangat solid, di pos penjaga gawang ada Mike Maignan,"
"Ya tidak ada harapan lain, semoga Prancis bisa juara lagi, syukur-syukur bisa ngasih kado perpisahan buat Deschamps," tutupnya.
Bersaing dengan Norwegia, Senegal dan Irak di Grup I, Prancis diprediksi bakal melaju mulus sebagai juara grup di Piala Dunia 2026.
Layak dinanti seperti apa performa dan laju yang dilakoni Prancis sebagai finalis Piala Dunia edisi terakhir pada kesempatan tahun ini?
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)