SURYA.CO.ID PONOROGO - Rangkaian Grebeg Suro 2026 resmi dibuka di Ponorogo dengan kemeriahan yang menyedot ribuan pengunjung, Sabtu (6/6/2026).
Tak hanya wisatawan domestik, pelancong dari berbagai negara turut hadir untuk menyaksikan langsung tradisi budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Reog.
Pembukaan yang berlangsung di Alun-alun Ponorogo berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni budaya yang memukau penonton hingga akhir acara.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo optimistis pelaksanaan Grebeg Suro tahun ini mampu mendongkrak sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian daerah. Sebanyak 29 agenda budaya dan wisata disiapkan untuk menyambut masyarakat maupun wisatawan yang datang dari berbagai daerah dan negara.
Baca juga: Panduan Lengkap Parkir dan Rekayasa Lalu Lintas Grebeg Suro 2026 Ponorogo
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengungkapkan sejumlah wisatawan mancanegara telah hadir sejak pembukaan acara.
“Iya ada dari Jepang, Amerika, Korea juga, opa-opa korea. Mereka ingin melihat acara Grebeg Suro,” ungkap Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Minggu (7/6/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan ribuan warga memadati kawasan Alun-alun Ponorogo. Banyak di antaranya rela duduk di luar pagar demi menyaksikan rangkaian pembukaan Grebeg Suro 2026. Seluruh kursi penonton yang tersedia juga tampak terisi penuh.
Puncak perhatian penonton tertuju pada penampilan Reog Volution yang menampilkan perjalanan dan perkembangan kesenian Reog Ponorogo dari masa ke masa. Pertunjukan tersebut ditutup dengan pesta kembang api yang menghiasi langit Ponorogo.
“Reog Ponorogo adalah budaya leluhur nenek moyang kita. Sedangkan Grebeg Suro merupakan tradisi sakral yg hidup dan tumbuh di tanah ponorogo selama berabad-abad,” urainya.
Baca juga: Kirab Gunungan Lima Ramaikan Grebeg Pancasila di Blitar Tradisi Sarat Makna Kebangsaan
Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Lisdyarita mengatakan Grebeg Suro menjadi jembatan yang menghubungkan nilai spiritualitas dengan kekayaan budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
“Diselenggarakan setiap memasuki bulan muharam atau 1 suro, sebagai momen perenungan diri, rasa syukur dan harapan baru menuju masa depan yang lebih baik,” tegas Bunda Lisdyarita.
Ia menjelaskan, Grebeg Suro 2026 menghadirkan 29 rangkaian kegiatan yang mencakup Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP), Festival Reog Remaja (FRR), pameran bonsai, pameran pusaka, adventure trail, napak tilas sejarah hingga larungan risalah doa di Telaga Ngebel.
“Semua kita sususn dengan penuh hikmat, agar tradisi ini tetap lestari, semakin hidup, tetap menopang di tengah perkembangan jaman,” tambahnya.
Menurutnya, Ponorogo kini semakin dikenal di tingkat internasional setelah diakui sebagai kota kreatif UNESCO. Selain itu, Reog Ponorogo juga telah tercatat sebagai warisan budaya tak benda dunia dan masuk dalam Top Ten Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
“Terimakasih semua yg telah membantu, ini amanah besar dipundak kita semua. Melalui grebeg suro ini, kita kembali menegaskan untuk menjaga, melestarikan kekayaan budaya kita pada dunia, sekaligus menjadi kekuatan untuk jadikan pariwisata dan perekonomian daerah,”katanya.
Salah seorang wisatawan asal Amerika Serikat, Mr Adam, mengaku terkesan dengan kemegahan pembukaan Grebeg Suro, terutama saat menyaksikan pertunjukan Reog Ponorogo.
“Satu saya terkesan dengan pertunjukan Grebeg Suro. Berbeda dengan pertunjukkan lain di Jawa. Ini lebih megah dibanding lainnya,” katanya.
Menurutnya, kualitas pertunjukan Grebeg Suro layak disejajarkan dengan berbagai atraksi budaya terkenal di Bali.
“Biasanya lihat begini saya ngantuk. Ini tadi tidak,” tambahnya.
“Penutupan saya kesini lagi,” pungkas pria yang tinggal di Amerika namun lahir di Indonesia ini.