POSBELITUNG.CO - Hanya beberapa jam setelah dirinya resmi ditahan Kejaksaan Agung, Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, membuat publik geger setelah mengunggah surat misterius yang ditujukan kepada Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang.
Dalam postingan tersebut, Sony mengucapkan terima kasih kepada Nanik.
"Kepada YTH: Ibu Nanik S Deyang
Selamat atas jabatan baru sbg kepala BGN
Terimakasih atas hadiah indah yg telah diberikan kpd saya," tulis Sony.
Baca juga: Tiga Petinggi BGN Tersangka, Kenapa Hanya Nanik S Deyang yang Tak Terlibat Korupsi MBG?
Tak hanya surat, Sony juga menuliskan nasihat untuk Nanik yang kini menjabat jadiv Kepala BGN.
Sony melayangkan doa untuk Nanik.
"Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa.
Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Teruslah menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang.
Doa terbaik selalu menyertai setiap langkah pengabdian untuk Indonesia," tulis Sony Sonjaya dalam captionnya.
Surat yang ditulis Sony itu pun memunculkan beragam spekulasi yang mengaitkan kepada sosok Nanik S Deyang.
Terkait dengan isu yang berkembang itu, pengacara Sony Sonjaya, Elza Syarief pun mengurai tanggapan.
Diakui Elza, ia belum bisa gamblang mengungkap arti dari surat yang dituliskan kliennya itu.
"Belum ada izin dari pak Sony ya, maaf dulu. Kalau ada izin baru saya jelaskan," ujar Elza Syarief dilansir dari Youtube Tribunnews.com.
Kendati demikian, Elza mengaku sudah tahu makna dari surat yang ditulis Sony tersebyt.
Namun Elza belum bisa menyampaikannya ke publik karena belum dapat izin dari Sony.
"Semuanya ya kita tahu, tapi saya enggak bisa jelaskan sekarang. Karena ini masih BAP dan saya belum dapat izin dari klien saya," pungkas Elza Syarief.
Sementara itu, pengacara Sony yang lain yakni Krisna Murti mengurai fakta baru.
Ternyata Sony sedang berencana untuk mengajukan status menjadi justice collaborator.
Artinya Sony siap membongkar skandal yang ada di tubuh BGN.
Kepada pengacaranya, Sony mengaku bakal mengungkap perkara korupsi MBG secara blak-blakan.
Sony juga tidak mau jadi pihak yang disalahkan sendirian.
Adapun mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya yang kini ditetapkan jadi tersangka mengaku mengantongi nama-nama besar yang terlibat dalam korupsi MBG.
Sony Sonjaya juga mengaku bahwa dirinya selama ini dalam tekanan dari nama-nama besar itu.
Ia dengan tegas menyatakan bahwa ia bukanlah otak dalam pengaturan atau praktik jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal tersebut diungkap Sony melalui Kuasa Hukumnya, Krisna Murti.
Bahkan Sony kini telah memutuskan untuk menjadi justice collaborator (JC) dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG tersebut.
Krisna Murti mengungkap, selama ini Sony menjadi pihak yang dipojokkan, dituduh menjadi pelaku jual beli titik SPPG.
Padahal menurut Sony, dirinya berada dalam tekanan dan di bawah atensi nama-nama besar.
Terkait sosok nama-nama besar tersebut, Krisna menyebut kliennya akan menyampaikannya sendiri nanti.
"Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu."
"Padahal, menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri gitu lho," kata Krisna, Jumat (5/6/2026), dilansir Kompas.com.
Krisna menuturkan, dalam kasus korupsi tata kelola MBG ini, Sony merasa ada pihak lain yang lebih berpengaruh dan memiliki peran besar.
Namun, sosok berpengaruh itu masih belum diungkap lebih jelas oleh Sony.
"Beliau ditekan, bahwa otaknya bukan beliau. Bahwa jangan disangkakan jual dapur-dapur itu adalah beliau."
"Banyak, (tokoh yang berpengaruh). Nanti beliau akan sebutkan nanti. Banyak tokoh-tokohnya banyak," ungkap Krisna.
Latar belakang inilah yang kemudian membuat Sony memilih menjadi justice collaborator.
"Semalam sudah dituangkan dalam BAP bahwa Pak Sony akan menjadi justice collaborator. Memang beliau sampaikan sendiri kepada penyidik," imbuh Krisna.
(Tribunbogor/Tribunnews)