Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendata tidak ada kerusakan rumah atau bangunan akibat gempa bermagnitudo 3,5 yang terpusat di Kecamatan Cilaku.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Minggu, mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan pascagempa, sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik dan tetap tenang.
Dia menambahkan, gempa yang cukup kencang dirasakan masyarakat di sejumlah kecamatan seperti Cianjur, Cugenang, Cilaku, Cibeber, Warungkondang, dan Campaka pada Sabtu (6/6) malam.
Puluhan petugas dan relawan yang disebar ke sejumlah kecamatan, kata dia, tidak menemukan adanya kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Berdasarkan informasi BMKG, gempa dangkal itu berpusat di koordinat 6,92 LS dan 107,12 BT, tepatnya 11 kilometer Barat Daya Kabupaten Cianjur dengan kedalaman 7 kilometer.
"Sampai Minggu siang laporan yang masuk tidak ditemukan adanya kerusakan rumah atau bangunan lainnya akibat gempa magnitudo 3,5 yang terpusat di Kecamatan Cilaku, termasuk ke wilayah selatan yang sempat merasakan getaran gempa," katanya.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada ketika merasakan gempa, segera mencari tempat aman saat berada di dalam ruangan atau segera keluar rumah guna memastikan tidak ada gempa susulan.
Sementara warga di Kecamatan Cilaku, Cibeber, dan Cugenang mengaku sempat mendengar gemuruh yang cukup kencang sebelum terjadi gempa yang cukup membuat panik, sebagian besar langsung berhamburan keluar rumah guna menghindari hal tidak diinginkan.
"Tidak ada kerusakan parah, namun sejumlah rumah di kampung kami mengalami retak rambut dan genteng jatuh. Sebelum gempa terdengar suara gemuruh seperti suara hujan lebat," kata warga Kecamatan Cibeber, Angga Bogem.





