Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat adanya peningkatan nilai ekspor pada April 2026.
Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan nilai ekspor DIY pada April 2026 mencapai US$68,86 juta. Secara tahunan ada kenaikan signifikan yaitu 77,33 persen. Pada April 2025 lalu, nilai ekspor DIY tercatat sebesar US$38,83 juta.
"Kenaikan nilai ekspor secara tahunan utamanya disebabkan oleh ekspansi sektor pengolahan. Andil utama nilai ekspor disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 99,08 persen dari total ekspor DIY," katanya.
Ia menerangkan nilai ekspor pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar US$0,62 juta. Sementara nilai ekspor sektor pertambangan dan lainnya sebesar US$0,01 juta. Sedangkan nilai ekspor sektor industri pengolahan mencapai US$68,23 juta.
"Nilai ekspor industri pengolahan naik 76,35 persen pada April 2026. Pada April 2025 nilai ekspornya US$38,69 juta," terangnya.
Adapun komoditas unggulan pada sektor industri ialah plastik dan barang dari plastik, pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan, serta pakaian dan aksesorisnya rajutan.
Tercatat nilai ekspor plastik dan barang dari plastik sebesar US$18,14 juta. Sementara nilai ekspor pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan mencapai US$16,14 juta. Kemudian nilai ekspor pakaian dan aksesorisnya rajutan sebesar US$8,5 juta.
"Komoditas unggulan ekspor hasil industri adalah kita ekspor plastik dan barang dari plastik dengan kontribusi atau share 26,34 persen, mengalami kenaikan yang sangat tajam 3.858,30 persen. Kemudian pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan kontirbusinya 23,44 persen turun 2,72 persen, sedangkan pakaian dan aksesorisnya rajutan naik 80,45 persen, kontribusinya 12,41 persen," paparnya.
Komoditas plastik dan barang dari plastik paling banyak diekspor ke Australia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Australia merupakan pasar baru untuk plastik dan barang dari plastik sejak Maret 2026.
Komoditas pakaian dan aksesorisnya paling banyak diekspor ke Amerika Serikat, Jerman, dan Australia. Sementara pakaian dan aksesorisnya rajutan paling banyak diekspor ke Amerika Seriktat, Jepang, dan Jerman.
Secara kumulatif, nilai ekspor DIY dari Januari hingga April 2026 tercatat sebesar US$206,83. Secara tahunan ada peningkatan sebesar 17,54 persen. Pertumbuhan ekspor disumbang hampir sepenuhnya oleh sektor industri pengolahan yang berkontribusi sebesar 99,06 persen.
"Secara kumulatif, Amerika Serikat, Australia, dan Jerman mendominasi 65,96 persen pangsa ekspor DIY. Ekspor ke Amerika Serikat sejumlah US$91,05 juta utamanya adalah pakaian dan aksesorisnya bukan rajutan. Kemudian ekspor ke Australia sebesar US$27,68 juta, komodtas utamanya adalah plastik dan barang dari plastik. Lalu Jerman sebesar US$17,68 juta, utamanya pakaian dan aksesorisnya bykan rajutan," imbuhnya. (maw)